Pengantar

Banyak orang sudah pernah dengar istilah CBDC atau mata uang digital bank sentral. Tapi kalau ditanya lebih dalam, “sebenarnya CBDC ini kerjanya bagaimana sih?”, tidak sedikit yang masih bingung menjawabnya.

Nah, di artikel ini kita akan membedah cara kerja CBDC se

 

cara lebih teknis, tapi tetap dengan bahasa yang sederhana. Soalnya, memahami cara kerjanya jauh lebih penting dibanding sekadar tahu definisinya saja.

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Sistem CBDC

Sebelum masuk ke alur kerjanya, ada baiknya kita kenali dulu siapa saja yang terlibat dalam sistem CBDC:

  • Bank sentral — sebagai penerbit utama sekaligus penjamin nilai CBDC.
  • Bank komersial/lembaga keuangan — berperan sebagai perantara yang menyalurkan CBDC ke masyarakat.
  • Masyarakat/pengguna akhir — pihak yang memakai CBDC untuk transaksi sehari-hari.
  • Penyedia infrastruktur teknologi — dalam beberapa kasus, ada pihak ketiga yang membantu membangun sistem teknis di baliknya, meski kendali tetap di tangan bank sentral.

Model Distribusi CBDC

 

Secara umum, ada dua model utama yang dipakai untuk menyalurkan CBDC ke masyarakat:

  1. Model langsung — bank sentral berhubungan langsung dengan masyarakat tanpa perantara. Model ini jarang dipakai karena bank sentral biasanya tidak punya kapasitas untuk melayani jutaan pengguna secara langsung.
  2. Model tidak langsung/hybrid — bank sentral menerbitkan CBDC, lalu menyalurkannya lewat bank komersial yang sudah ada. Masyarakat kemudian mengakses CBDC lewat bank atau aplikasi yang bekerja sama dengan bank sentral.

Sebagian besar negara, termasuk Indonesia lewat Proyek Garuda, lebih memilih model hybrid ini. Alasannya, bank komersial sudah punya infrastruktur dan jaringan yang luas, jadi lebih efisien dibanding bank sentral membangun semuanya dari nol.

Teknologi di Balik CBDC

Ada dua pendekatan teknologi utama yang biasa dipakai:

  • Blockchain/DLT (Distributed Ledger Technology) — teknologi pencatatan yang tersebar di banyak node, mirip dengan yang dipakai cryptocurrency. Kelebihannya, transparan dan sulit dimanipulasi. Kekurangannya, butuh sumber daya komputasi yang besar dan masih terus disempurnakan untuk skala nasional.
  • Basis data terpusat (centralized ledger) — sistem pencatatan yang dikendalikan penuh oleh satu otoritas, dalam hal ini bank sentral. Kelebihannya, lebih cepat dan mudah dikendalikan. Kekurangannya, seluruh sistem bergantung pada satu titik pusat, sehingga kalau terjadi gangguan, dampaknya bisa lebih luas.

Beberapa negara memilih blockchain karena ingin transparansi lebih tinggi, sementara yang lain memilih sistem terpusat karena dianggap lebih mudah dikontrol dan lebih efisien untuk transaksi dalam skala besar.

Alur Transaksi CBDC Langkah demi Langkah

Demystifying Central Bank Digital Currencies (CBDCs): What You Need to Know | CurrencyTransfer

Supaya lebih mudah dibayangkan, berikut alur kerja CBDC secara umum:

  1. Bank sentral menerbitkan CBDC — sama seperti mencetak uang kertas, tapi dalam bentuk digital.
  2. Distribusi ke bank komersial — CBDC disalurkan ke bank-bank yang sudah bekerja sama dengan bank sentral.
  3. Masyarakat mendapatkan CBDC — lewat aplikasi atau dompet digital resmi yang disediakan bank atau bank sentral.
  4. Proses transaksi antar pengguna — masyarakat memakai CBDC untuk membayar, transfer, atau menerima uang, mirip seperti memakai e-wallet biasa.
  5. Pencatatan dan verifikasi transaksi — setiap transaksi dicatat dan diverifikasi oleh sistem, memastikan tidak ada kecurangan atau duplikasi.

Sistem Keamanan dan Verifikasi

Salah satu hal yang paling krusial dalam CBDC adalah memastikan tidak ada yang namanya double-spending, alias satu unit uang digital dipakai dua kali untuk transaksi berbeda. Untuk mencegah ini, sistem CBDC memakai:

  • Enkripsi — melindungi data transaksi supaya tidak bisa dibaca atau diubah pihak yang tidak berwenang.
  • Tanda tangan digital — memastikan setiap transaksi benar-benar berasal dari pengguna yang sah.
  • Perlindungan terhadap serangan siber — karena sistem CBDC berskala nasional, keamanannya harus dirancang sangat ketat untuk mencegah peretasan besar-besaran.

Fitur Privasi dalam CBDC

Berbeda dengan uang tunai yang sepenuhnya anonim, CBDC punya tingkat privasi yang bisa diatur, tergantung kebijakan tiap negara. Ada yang menerapkan sistem identifiable di mana identitas pengguna tercatat jelas, ada juga yang menerapkan anonim terbatas, misalnya untuk transaksi kecil sehari-hari.

Negara biasanya berusaha menyeimbangkan antara kebutuhan pengawasan (misalnya mencegah pencucian uang) dengan hak privasi masyarakat. Ini jadi salah satu topik yang paling banyak diperdebatkan dalam pengembangan CBDC di berbagai negara.

Interoperabilitas CBDC

Supaya bisa dipakai luas, CBDC juga perlu terhubung dengan sistem pembayaran yang sudah ada, misalnya QRIS atau transfer bank biasa. Selain itu, ke depan, ada potensi interoperabilitas lintas negara, di mana CBDC satu negara bisa dipakai untuk transaksi internasional dengan negara lain, sehingga transaksi lintas batas jadi lebih cepat dan murah dibanding sistem saat ini.

Studi Kasus Singkat

e-CNY (China) sudah diuji coba di berbagai kota besar, memakai model hybrid lewat bank-bank yang ditunjuk pemerintah, dengan sistem yang memungkinkan transaksi offline sekalipun, cocok untuk daerah dengan akses internet terbatas.

Proyek Garuda (Indonesia) dikembangkan bertahap oleh Bank Indonesia, dimulai dari CBDC wholesale untuk transaksi antarbank, sebelum nantinya melangkah ke CBDC ritel yang bisa dipakai masyarakat umum lewat aplikasi resmi.

Penutup

Secara garis besar, cara kerja CBDC melibatkan bank sentral sebagai penerbit, bank komersial sebagai perantara, serta teknologi keamanan yang ketat untuk memastikan setiap transaksi berjalan aman dan tepercaya. Meski begitu, desain teknis di balik CBDC ini masih terus berkembang dan disempurnakan di banyak negara.

Pertanyaannya sekarang, seberapa siap sistem ini menghadapi penggunaan dalam skala besar, mengingat jutaan bahkan miliaran transaksi bisa terjadi setiap harinya? Ini menjadi tantangan besar yang akan terus dihadapi bank sentral di seluruh dunia ke depannya.