Pengantar
Selain isu disintermediasi dan risiko penarikan dana massal yang sudah dibahas sebelumnya, ada satu aspek teknis lain yang tidak kalah penting untuk dipahami, yaitu dampak CBDC terhadap likuiditas perbankan. Likuiditas menjadi salah satu indikator kesehatan bank yang paling krusial, dan kehadiran CBDC berpotensi mengubah cara bank mengelola aspek ini. Yuk kita bahas lebih dalam.
Apa Itu Likuiditas Perbankan?
Likuiditas perbankan merujuk pada kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya, misalnya memenuhi permintaan penarikan dana nasabah, tanpa harus menjual aset dalam kondisi merugi atau mengalami kesulitan finansial mendadak. Bank biasanya menjaga sejumlah dana likuid, seperti kas dan surat berharga yang mudah dicairkan, untuk memastikan mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan ini kapan saja.
Bagaimana CBDC Bisa Memengaruhi Likuiditas Bank?
1. Potensi Penurunan Dana Pihak Ketiga (DPK)
Kalau sebagian nasabah memilih memindahkan dana mereka dari rekening bank ke CBDC, bank akan mengalami penurunan Dana Pihak Ketiga (DPK), yang selama ini menjadi salah satu sumber utama likuiditas bank untuk operasional sehari-hari, termasuk penyaluran kredit.
2. Kebutuhan Cadangan Likuiditas yang Lebih Besar
Untuk mengantisipasi potensi perpindahan dana yang lebih cepat ke CBDC dibanding era sebelumnya, bank mungkin perlu menjaga cadangan likuiditas dalam jumlah lebih besar dari biasanya, guna memastikan mereka tetap mampu memenuhi permintaan penarikan dana nasabah kapan saja, termasuk dalam skenario permintaan yang tiba-tiba meningkat.
3. Perubahan Pola Pengelolaan Aset dan Liabilitas
Bank kemungkinan perlu menyesuaikan strategi pengelolaan aset dan liabilitas mereka (asset-liability management), misalnya dengan mengalokasikan lebih banyak dana pada instrumen likuid jangka pendek, dibanding sebelumnya yang mungkin lebih banyak dialokasikan pada kredit jangka panjang yang kurang likuid.
4. Potensi Kenaikan Biaya Pendanaan (Cost of Funds)
Kalau bank harus bersaing lebih ketat untuk mempertahankan dana nasabah di tengah adanya alternatif CBDC yang dijamin negara, bank mungkin perlu menawarkan suku bunga simpanan yang lebih menarik, yang pada akhirnya bisa meningkatkan biaya pendanaan mereka secara keseluruhan.

Peran Bank Sentral sebagai Penyedia Likuiditas Cadangan
Untuk mengantisipasi tekanan likuiditas yang mungkin timbul akibat CBDC, bank sentral biasanya tetap berperan sebagai penyedia likuiditas cadangan (lender of last resort) bagi bank komersial yang membutuhkan, memastikan bank tetap punya akses terhadap dana darurat jika mengalami tekanan likuiditas mendadak, termasuk yang mungkin dipicu oleh perpindahan dana ke CBDC.
Bagaimana Wholesale CBDC Bisa Membantu Likuiditas Antarbank?
Menariknya, di sisi lain, wholesale CBDC yang dipakai khusus untuk transaksi antarbank berpotensi justru meningkatkan efisiensi likuiditas di level institusi keuangan. Penyelesaian transaksi antarbank yang lebih cepat dan real-time lewat wholesale CBDC bisa membantu bank mengelola likuiditas harian mereka dengan lebih efisien, mengurangi risiko keterlambatan penyelesaian transaksi (settlement risk) yang selama ini bisa memengaruhi posisi likuiditas bank dalam jangka pendek.
Langkah Mitigasi yang Umum Dipertimbangkan
Beberapa langkah yang biasanya dipertimbangkan otoritas untuk menjaga likuiditas perbankan tetap sehat di era CBDC, antara lain:
- Batas kepemilikan CBDC per individu, mengurangi risiko perpindahan dana besar-besaran yang bisa menekan likuiditas bank secara tiba-tiba.
- Fasilitas likuiditas khusus dari bank sentral, memastikan bank komersial punya akses cepat ke dana darurat jika mengalami tekanan likuiditas akibat perpindahan dana ke CBDC.
- Pemantauan berkala terhadap rasio likuiditas bank, memastikan bank tetap mematuhi standar kecukupan likuiditas yang ditetapkan regulator, meski dengan mempertimbangkan dinamika baru akibat kehadiran CBDC.
- Insentif bagi bank untuk tetap kompetitif, misalnya lewat kebijakan yang mendukung bank menawarkan produk simpanan yang tetap menarik dibanding sekadar menyimpan dana dalam bentuk CBDC.
Tabel Ringkasan
| Aspek | Potensi Dampak CBDC | Upaya Mitigasi |
|---|---|---|
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Berpotensi menurun jika dana beralih ke CBDC | Batas kepemilikan CBDC individu |
| Cadangan likuiditas bank | Kebutuhan cadangan bisa meningkat | Fasilitas likuiditas darurat dari bank sentral |
| Biaya pendanaan (cost of funds) | Berpotensi meningkat karena persaingan dengan CBDC | Insentif dan inovasi produk simpanan bank |
| Likuiditas antarbank (wholesale) | Berpotensi lebih efisien lewat wholesale CBDC | Penyelesaian transaksi lebih cepat & real-time |
Penutup
Kehadiran CBDC membawa dampak dua sisi terhadap likuiditas perbankan: di satu sisi berpotensi menekan likuiditas lewat perpindahan dana pihak ketiga ke CBDC, namun di sisi lain juga berpotensi meningkatkan efisiensi likuiditas antarbank lewat wholesale CBDC. Karena itu, bank sentral dan otoritas terkait perlu merancang kebijakan yang matang, termasuk batas kepemilikan dan fasilitas likuiditas cadangan, guna memastikan stabilitas likuiditas perbankan tetap terjaga di tengah transformasi besar menuju era uang digital bank sentral ini.









