Pengantar

Salah satu keputusan desain paling mendasar yang harus diambil bank sentral dalam mengembangkan CBDC adalah menentukan apakah CBDC akan diberi bunga (interest-bearing) atau tidak (non-interest-bearing). Pilihan ini kedengarannya sederhana, tapi ternyata membawa implikasi besar terhadap stabilitas sistem keuangan, perilaku masyarakat, hingga efektivitas kebijakan moneter. Yuk kita bahas lebih dalam plus-minus dari masing-masing pilihan ini.

Apa Bedanya CBDC Berbunga dan Tidak Berbunga?

  • CBDC berbunga — saldo CBDC yang dimiliki masyarakat akan bertambah secara otomatis seiring waktu, mirip seperti bunga tabungan di bank, dengan tingkat bunga yang ditentukan oleh bank sentral.
  • CBDC tidak berbunga — saldo CBDC tetap nilainya, tidak bertambah maupun berkurang seiring waktu, mirip seperti sifat uang tunai yang kita kenal selama ini.

Argumen untuk CBDC Berbunga

1. Instrumen Kebijakan Moneter yang Lebih Kuat

Seperti sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya soal suku bunga, CBDC berbunga memungkinkan bank sentral menerapkan kebijakan suku bunga secara langsung dan lebih cepat ke masyarakat, tanpa harus menunggu transmisi berlapis lewat bank komersial.

2. Daya Tarik bagi Masyarakat untuk Beralih dari Uang Tunai

Dengan menawarkan bunga, CBDC bisa menjadi lebih menarik dibanding uang tunai yang tidak memberikan imbal hasil apa pun, sehingga berpotensi mempercepat adopsi masyarakat terhadap CBDC.

3. Fleksibilitas Respons terhadap Kondisi Ekonomi

CBDC berbunga memberi bank sentral fleksibilitas lebih besar untuk merespons kondisi ekonomi, misalnya menaikkan bunga saat ingin menekan konsumsi berlebihan, atau menurunkannya bahkan hingga negatif untuk mendorong masyarakat lebih banyak membelanjakan uangnya di masa perlambatan ekonomi.

Argumen untuk CBDC Tidak Berbunga

1. Mengurangi Risiko Disintermediasi Perbankan

Tanpa bunga, CBDC menjadi kurang menarik sebagai instrumen penyimpanan dana besar dibanding produk simpanan bank yang menawarkan bunga, sehingga risiko masyarakat memindahkan dana besar-besaran dari bank ke CBDC bisa lebih terkendali.

2. Lebih Setara dengan Sifat Uang Tunai

CBDC tidak berbunga dianggap lebih konsisten dengan fungsi dasarnya sebagai pengganti digital dari uang tunai, yang memang secara alami tidak pernah memberikan bunga kepada pemegangnya.

3. Mengurangi Kompleksitas Kebijakan

Tanpa fitur bunga, desain dan pengelolaan CBDC menjadi lebih sederhana, serta menghindari perdebatan sensitif soal potensi penerapan bunga negatif yang bisa menuai penolakan luas dari masyarakat.

4. Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan

Dengan tidak menjadi pesaing langsung produk simpanan bank, CBDC tidak berbunga membantu menjaga peran bank komersial sebagai lembaga intermediasi keuangan tetap berjalan seperti biasa, tanpa gangguan besar akibat persaingan suku bunga dengan bank sentral.

Bagaimana Sikap Bank Sentral di Berbagai Negara?

Sejauh ini, mayoritas bank sentral yang mengembangkan CBDC, termasuk yang sudah masuk tahap uji coba luas seperti e-CNY di China, cenderung memilih pendekatan CBDC tidak berbunga, setidaknya untuk tahap awal peluncurannya. Pertimbangan utamanya adalah menjaga stabilitas sistem perbankan dan menghindari kompleksitas kebijakan yang berpotensi menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Kemungkinan Pendekatan Hybrid

Beberapa ahli ekonomi juga mengusulkan pendekatan hybrid, misalnya menerapkan bunga hanya pada saldo CBDC di atas batas tertentu, sementara saldo dalam jumlah kecil untuk transaksi sehari-hari tetap tidak berbunga. Pendekatan ini bertujuan menyeimbangkan antara kebutuhan fleksibilitas kebijakan moneter dengan upaya menjaga stabilitas sistem perbankan, meski pendekatan ini juga menambah kompleksitas teknis dan komunikasi kebijakan kepada masyarakat.

Tabel Perbandingan Ringkas

Aspek CBDC Berbunga CBDC Tidak Berbunga
Kekuatan sebagai instrumen moneter Lebih kuat dan fleksibel Lebih terbatas
Risiko disintermediasi bank Lebih tinggi Lebih rendah
Kesesuaian dengan sifat uang tunai Kurang sesuai Lebih sesuai
Kompleksitas kebijakan Lebih kompleks Lebih sederhana
Kecenderungan pilihan bank sentral saat ini Jarang dipilih di tahap awal Lebih umum dipilih

Penutup

Keputusan antara CBDC berbunga atau tidak berbunga bukan sekadar pilihan teknis semata, melainkan cerminan dari prioritas kebijakan yang ingin dicapai oleh masing-masing negara. Kalau prioritas utamanya adalah menjaga stabilitas sistem perbankan dan kesederhanaan kebijakan, CBDC tidak berbunga menjadi pilihan yang lebih aman. Namun, jika bank sentral ingin memiliki instrumen kebijakan moneter yang lebih kuat dan fleksibel, opsi CBDC berbunga tetap terbuka sebagai pengembangan lanjutan di masa depan, tentunya dengan kajian dan mitigasi risiko yang matang.