Pengantar

Berbeda dari pembahasan inklusi keuangan secara umum, kali ini kita akan fokus lebih dalam pada satu kelompok spesifik yang sering menjadi perhatian utama dalam pengembangan CBDC, yaitu masyarakat unbanked, mereka yang sama sekali belum memiliki rekening bank. Yuk kita bahas lebih detail siapa sebenarnya kelompok ini, dan bagaimana desain CBDC bisa dirancang khusus untuk menjangkau mereka.

Siapa Sebenarnya Masyarakat Unbanked Ini?

Masyarakat unbanked bukan kelompok tunggal yang seragam, melainkan terdiri dari berbagai latar belakang, seperti:

  • Masyarakat di daerah terpencil, yang jauh dari kantor cabang bank atau ATM.
  • Pekerja informal, seperti pedagang kaki lima atau petani, yang penghasilannya tidak selalu tercatat rapi sehingga sulit memenuhi syarat administratif perbankan.
  • Masyarakat berpenghasilan rendah, yang menganggap biaya administrasi rekening bank sebagai beban tambahan yang tidak sepadan dengan manfaatnya.
  • Kelompok lansia, yang mungkin secara fisik sulit mengakses layanan perbankan atau merasa proses pendaftarannya terlalu rumit.

Kenapa Kelompok Ini Sulit Dijangkau Perbankan Konvensional?

Sistem perbankan konvensional umumnya dirancang dengan berbagai persyaratan yang, meski bertujuan menjaga keamanan dan kepatuhan, justru menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat, seperti:

  • Dokumen identitas dan bukti alamat yang tidak semua orang miliki dengan lengkap.
  • Saldo minimum yang dianggap memberatkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Proses pendaftaran yang membutuhkan kunjungan fisik ke kantor cabang, yang tidak selalu mudah dijangkau semua orang.

Bagaimana Desain CBDC Bisa Disesuaikan untuk Kelompok Ini?

1. Sistem Verifikasi Identitas Bertingkat (Tiered KYC)

Banyak negara mempertimbangkan pendekatan verifikasi identitas bertingkat untuk CBDC, di mana masyarakat bisa memiliki akun dengan syarat administratif minimal untuk transaksi kecil, dan baru perlu melengkapi dokumen lebih lengkap jika ingin mengakses fitur dengan batas transaksi lebih besar. Pendekatan ini membantu masyarakat unbanked untuk tetap bisa mulai memakai CBDC tanpa harus memenuhi seluruh persyaratan administratif yang rumit sejak awal.

2. Jaringan Agen Lokal sebagai Titik Akses

Mengingat tidak semua masyarakat unbanked familiar dengan teknologi digital, banyak negara mempertimbangkan pendekatan jaringan agen lokal, semacam titik layanan yang membantu masyarakat mendaftar, mengisi saldo, atau menukarkan CBDC dengan uang tunai, mirip dengan model agen yang sudah dipakai beberapa layanan keuangan digital saat ini di berbagai daerah.

3. Dukungan Perangkat Sederhana, Bukan Hanya Ponsel Pintar

Beberapa desain CBDC juga mempertimbangkan dukungan untuk perangkat yang lebih sederhana, seperti kartu fisik atau bahkan ponsel dasar (feature phone) yang mendukung transaksi lewat SMS, guna menjangkau masyarakat yang belum memiliki ponsel pintar.

4. Biaya Transaksi yang Sangat Rendah atau Gratis

Untuk mendorong adopsi di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah, banyak desain CBDC mempertimbangkan biaya transaksi yang sangat rendah, bahkan gratis untuk transaksi bernilai kecil, menghilangkan salah satu hambatan utama yang selama ini membuat masyarakat enggan memakai layanan keuangan formal.

Manfaat Nyata bagi Masyarakat Unbanked

Kalau desain-desain di atas berhasil diterapkan dengan baik, masyarakat unbanked berpotensi merasakan manfaat signifikan, seperti:

  • Kemudahan menerima pembayaran atau bantuan sosial secara langsung, tanpa perlu proses pencairan yang rumit.
  • Akses untuk mulai membangun riwayat transaksi, yang ke depannya bisa menjadi dasar penilaian kelayakan pembiayaan dari lembaga keuangan formal.
  • Keamanan yang lebih baik dibanding menyimpan uang tunai secara fisik, yang rentan risiko kehilangan atau pencurian.

Contoh Skenario Sederhana

Bayangkan seorang pedagang kecil di daerah pedesaan yang selama ini hanya bertransaksi tunai dan belum punya rekening bank. Lewat program CBDC dengan sistem verifikasi sederhana, ia bisa mendaftar hanya dengan KTP di agen lokal terdekat, lalu mulai menerima pembayaran dari pelanggan lewat kode QR sederhana yang ditempel di lapaknya, tanpa perlu proses administrasi perbankan yang rumit seperti sebelumnya.

Tantangan yang Tetap Perlu Diperhatikan

Meski menjanjikan, pendekatan ini tetap punya tantangan:

  • Membutuhkan investasi besar dalam membangun jaringan agen, terutama di daerah yang sangat terpencil.
  • Edukasi tetap menjadi kunci, karena kemudahan teknis saja tidak cukup tanpa pemahaman masyarakat soal cara memakai dan menjaga keamanan akun CBDC mereka.
  • Perlu keseimbangan antara kemudahan akses dan pencegahan penyalahgunaan, mengingat syarat administratif yang terlalu longgar juga berisiko dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.

Tabel Ringkasan

Pendekatan Desain Manfaat bagi Masyarakat Unbanked
Verifikasi bertingkat (Tiered KYC) Bisa mulai memakai CBDC tanpa syarat rumit di awal
Jaringan agen lokal Bantuan langsung bagi yang kurang familiar teknologi
Dukungan perangkat sederhana Menjangkau yang belum punya ponsel pintar
Biaya transaksi rendah/gratis Mengurangi beban biaya bagi masyarakat berpenghasilan rendah

Penutup

CBDC membawa potensi nyata untuk menjangkau masyarakat unbanked lewat berbagai pendekatan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keterbatasan mereka, mulai dari verifikasi identitas yang lebih sederhana hingga dukungan jaringan agen lokal. Namun, keberhasilan pendekatan ini sangat bergantung pada seberapa serius pemerintah dan bank sentral berinvestasi dalam infrastruktur pendukung dan edukasi masyarakat, supaya kemudahan teknis yang ditawarkan CBDC benar-benar bisa dirasakan oleh kelompok yang selama ini paling tertinggal dari sistem keuangan formal.