Pengantar

Selain kekhawatiran soal koneksi internet yang sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya soal transaksi offline, ada satu pertanyaan praktis lain yang juga sering muncul: bagaimana kalau listrik tiba-tiba padam? Apakah CBDC masih bisa dipakai dalam kondisi seperti ini? Yuk kita bahas lebih dalam.

Kenapa Listrik Menjadi Faktor Penting?

Berbeda dengan uang tunai yang bisa dipakai kapan saja tanpa syarat apa pun, CBDC sepenuhnya bergantung pada perangkat elektronik, baik itu ponsel pengguna, mesin EDC milik pedagang, maupun infrastruktur jaringan yang mendukung seluruh sistem. Tanpa listrik, seluruh rangkaian perangkat ini otomatis tidak bisa berfungsi.

Titik-Titik dalam Sistem yang Membutuhkan Listrik

Untuk memahami dampak pemadaman listrik terhadap CBDC, ada baiknya kita lihat dulu titik-titik mana saja dalam sistem yang bergantung pada pasokan listrik:

1. Perangkat Pengguna (Ponsel)

Ponsel yang dipakai untuk mengakses dompet digital CBDC tentu membutuhkan daya baterai yang harus diisi ulang secara berkala. Meski baterai ponsel modern cukup tahan lama, pemadaman listrik yang berkepanjangan tetap berpotensi membuat ponsel kehabisan daya.

2. Perangkat Pedagang (Mesin EDC atau Perangkat Penerima Pembayaran)

Bagi pedagang yang menerima pembayaran CBDC lewat mesin tertentu, pemadaman listrik jelas menghentikan operasional perangkat ini, kecuali mereka memiliki sumber daya cadangan.

3. Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi

Menara telekomunikasi dan pusat data yang mendukung konektivitas internet juga membutuhkan pasokan listrik. Pemadaman skala luas berpotensi mengganggu jaringan komunikasi yang dibutuhkan untuk verifikasi transaksi CBDC secara online.

4. Server dan Pusat Data Sistem CBDC

Sistem inti CBDC yang dikelola bank sentral tentu beroperasi di pusat data yang membutuhkan pasokan listrik sangat stabil untuk memastikan seluruh transaksi bisa diproses dengan baik.

Bagaimana Sistem CBDC Mengantisipasi Risiko Ini?

1. Sumber Daya Cadangan di Infrastruktur Inti

Pusat data dan infrastruktur inti sistem CBDC umumnya dilengkapi sumber daya listrik cadangan, seperti generator atau baterai cadangan berskala besar, memastikan sistem inti tetap beroperasi meski terjadi pemadaman listrik di suatu wilayah tertentu.

2. Fitur Transaksi Offline sebagai Solusi Parsial

Seperti sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya, fitur transaksi offline lewat teknologi seperti NFC memungkinkan dua perangkat saling bertukar data pembayaran tanpa perlu koneksi internet aktif. Namun, perlu diingat, fitur ini tetap membutuhkan daya baterai pada kedua perangkat yang terlibat, sehingga bukan solusi sepenuhnya independen dari listrik.

3. Diversifikasi Titik Layanan

Dengan adanya jaringan agen dan titik layanan fisik di berbagai lokasi, seperti sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya soal masyarakat unbanked dan daerah terpencil, masyarakat masih punya opsi mengakses bantuan langsung meski terjadi gangguan pada perangkat pribadi mereka, asalkan titik layanan tersebut memiliki sumber daya cadangan yang memadai.

Peran Uang Tunai sebagai Cadangan Alami

Inilah salah satu alasan kuat kenapa, seperti sudah dibahas dalam berbagai pembahasan sebelumnya, uang tunai kemungkinan besar tidak akan sepenuhnya hilang meski CBDC diterapkan luas. Uang tunai tetap menjadi cadangan alami yang paling andal dalam situasi darurat seperti pemadaman listrik berkepanjangan, karena tidak bergantung pada perangkat elektronik maupun infrastruktur jaringan apa pun.

Rekomendasi bagi Masyarakat

Mengingat potensi risiko ini, ada baiknya masyarakat tetap menerapkan beberapa langkah antisipasi sederhana:

  • Tetap menyimpan sejumlah uang tunai untuk kebutuhan darurat, meski sudah terbiasa memakai CBDC untuk transaksi sehari-hari.
  • Menjaga daya baterai ponsel, terutama saat mengetahui potensi gangguan listrik di wilayah tempat tinggal.
  • Memahami lokasi titik layanan fisik terdekat, sebagai opsi cadangan jika perangkat pribadi mengalami kendala.

Perbandingan dengan Sistem Pembayaran Digital yang Sudah Ada

Perlu dipahami, tantangan ketergantungan pada listrik ini sebenarnya bukan hal baru yang eksklusif dimiliki CBDC. Sistem pembayaran digital yang sudah ada saat ini, seperti kartu debit atau e-wallet, juga menghadapi tantangan serupa. Artinya, CBDC tidak memperkenalkan risiko yang benar-benar baru, melainkan mewarisi tantangan yang sudah ada pada ekosistem pembayaran digital secara umum, sehingga solusi mitigasinya pun bisa memanfaatkan pendekatan yang sudah teruji sebelumnya.

Tabel Ringkasan

Komponen Sistem Dampak Pemadaman Listrik Upaya Mitigasi
Ponsel pengguna Berhenti berfungsi jika baterai habis Menjaga daya baterai, cadangan uang tunai
Perangkat pedagang Transaksi digital terhenti Sumber daya cadangan di titik layanan
Infrastruktur jaringan Konektivitas terganggu Fitur transaksi offline (terbatas)
Server pusat data Berpotensi terganggu jika pemadaman meluas Generator & baterai cadangan skala besar

Penutup

Pemadaman listrik memang menjadi salah satu tantangan nyata yang perlu diperhatikan dalam penerapan CBDC, mengingat seluruh sistemnya bergantung pada perangkat elektronik dan infrastruktur jaringan. Meski berbagai mitigasi seperti sumber daya cadangan dan fitur transaksi offline sudah dipertimbangkan, uang tunai tetap menjadi cadangan alami paling andal dalam kondisi darurat seperti ini. Karena itu, meski CBDC menawarkan banyak kemudahan, bijaknya masyarakat tetap mempertahankan sejumlah uang tunai sebagai langkah antisipasi menghadapi situasi tak terduga seperti pemadaman listrik yang berkepanjangan.