Pendahuluan

Semakin banyak perusahaan mulai mengukur dan melaporkan emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari komitmen terhadap lingkungan dan keberlanjutan. Pelaporan emisi dapat membantu perusahaan menunjukkan perkembangan dalam mengurangi dampak aktivitas bisnis terhadap perubahan iklim.

Namun, meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan juga menimbulkan risiko greenwashing. Dalam pelaporan emisi, greenwashing dapat terjadi ketika informasi yang disampaikan memberikan kesan bahwa kinerja lingkungan perusahaan lebih baik daripada kondisi yang dapat didukung oleh data.

Karena itu, transparansi, kualitas data, dan metode penghitungan yang jelas sangat penting agar laporan emisi dapat dipercaya.

Apa Itu Greenwashing?

Greenwashing adalah praktik memberikan kesan bahwa produk, layanan, kebijakan, atau perusahaan lebih ramah lingkungan daripada yang dapat dibuktikan melalui tindakan dan informasi yang tersedia.

Dalam konteks pelaporan emisi, greenwashing dapat muncul ketika perusahaan menonjolkan keberhasilan tertentu tetapi tidak memberikan gambaran yang cukup mengenai keseluruhan emisinya.

Contohnya, perusahaan dapat menyampaikan bahwa emisi dari satu kegiatan telah berkurang, tetapi tidak menjelaskan apakah emisi dari aktivitas lain justru meningkat.

Apa Itu Pelaporan Emisi?

Pelaporan emisi merupakan proses menyampaikan informasi mengenai jumlah gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas perusahaan dalam periode tertentu. Emisi biasanya dinyatakan dalam karbon dioksida ekuivalen (CO₂e).

Dalam inventarisasi perusahaan, emisi umumnya dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Scope 1, Scope 2, dan Scope 3.

Scope 1 mencakup emisi langsung dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan. Scope 2 berkaitan dengan emisi tidak langsung dari energi yang dibeli, seperti listrik. Sementara Scope 3 mencakup berbagai emisi tidak langsung lainnya dalam rantai nilai perusahaan.

Pelaporan yang baik perlu menjelaskan ruang lingkup, sumber data, metode, dan periode penghitungan agar informasi dapat dipahami dengan benar.

Bagaimana Greenwashing Dapat Terjadi dalam Pelaporan Emisi?

1. Hanya Menampilkan Data yang Menguntungkan

Perusahaan dapat memilih untuk menonjolkan indikator yang menunjukkan perkembangan positif tanpa memberikan konteks yang cukup mengenai sumber emisi lainnya.

Misalnya, penurunan emisi pada satu fasilitas dapat ditampilkan sebagai keberhasilan besar, padahal total emisi perusahaan belum tentu mengalami penurunan.

Karena itu, pembaca perlu memperhatikan cakupan data yang digunakan dalam sebuah klaim.

2. Mengabaikan Emisi Scope 3

Bagi sebagian perusahaan, Scope 3 dapat mencakup emisi yang besar karena melibatkan pemasok, transportasi, perjalanan bisnis, penggunaan produk, dan berbagai aktivitas dalam rantai nilai.

Jika perusahaan hanya menampilkan Scope 1 dan Scope 2 tetapi membuat klaim yang terdengar mencakup keseluruhan bisnis, pembaca dapat memperoleh gambaran yang tidak lengkap.

Perusahaan sebaiknya menjelaskan ruang lingkup emisi yang termasuk dan belum termasuk dalam laporan.

3. Menggunakan Klaim yang Tidak Spesifik

Pernyataan seperti “lebih hijau”, “rendah karbon”, “ramah lingkungan”, atau “menuju Net Zero” membutuhkan informasi pendukung.

Jika perusahaan mengatakan telah mengurangi emisi, laporan sebaiknya menjelaskan berapa besar pengurangan, dibandingkan dengan periode apa, sumber emisi yang dihitung, dan metode yang digunakan.

Tanpa informasi tersebut, klaim akan lebih sulit diperiksa.

4. Mengubah Tahun Dasar Tanpa Penjelasan

Perusahaan dapat menggunakan tahun dasar atau baseline untuk membandingkan perkembangan emisi.

Jika tahun dasar atau batas penghitungan berubah, alasan dan dampaknya terhadap data perlu dijelaskan. Perubahan yang tidak transparan dapat membuat perkembangan emisi terlihat berbeda dari kondisi sebenarnya.

Konsistensi metode sangat penting agar data dari satu periode dengan periode lainnya dapat dibandingkan.

5. Menggunakan Data yang Tidak Lengkap

Pelaporan emisi membutuhkan data dari berbagai aktivitas, seperti konsumsi listrik, bahan bakar, transportasi, produksi, dan rantai pasok.

Jika data tidak tersedia, perusahaan mungkin menggunakan estimasi. Penggunaan estimasi bukan berarti laporan otomatis tidak dapat dipercaya, tetapi sumber data, asumsi, dan metode estimasi perlu dijelaskan.

Tanpa transparansi tersebut, pembaca akan kesulitan mengetahui tingkat ketidakpastian data.

6. Terlalu Mengandalkan Carbon Offset

Carbon offset dapat menjadi bagian dari strategi iklim, tetapi tidak seharusnya menggantikan kebutuhan untuk mengurangi emisi dari sumbernya.

Risiko greenwashing dapat muncul ketika perusahaan membuat klaim besar mengenai netralitas karbon berdasarkan kompensasi, sementara informasi mengenai pengurangan emisi langsung tidak dijelaskan dengan memadai.

Strategi yang lebih kuat adalah memprioritaskan pengurangan emisi dan menjelaskan secara transparan penggunaan offset yang masih diperlukan.

Dampak Greenwashing bagi Perusahaan

Greenwashing dapat menimbulkan berbagai risiko bagi perusahaan. Ketika klaim lingkungan tidak sesuai dengan informasi yang dapat dibuktikan, kepercayaan konsumen, investor, mitra bisnis, dan masyarakat dapat menurun.

Perusahaan juga dapat menghadapi risiko reputasi maupun risiko terkait kepatuhan apabila klaim yang disampaikan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, data yang tidak akurat dapat merugikan perusahaan sendiri karena keputusan pengurangan emisi dibuat berdasarkan informasi yang kurang tepat.

Pentingnya Transparansi dalam Pelaporan Emisi

Transparansi menjadi salah satu cara penting untuk mengurangi risiko greenwashing.

Perusahaan perlu menjelaskan sumber emisi yang dihitung, periode pelaporan, metode perhitungan, faktor emisi, batas organisasi, asumsi, dan keterbatasan data.

Jika terdapat data yang belum lengkap, perusahaan dapat menjelaskannya secara terbuka serta menyampaikan langkah yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas data pada periode berikutnya.

Dengan demikian, laporan tidak hanya menunjukkan pencapaian, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi emisi perusahaan.

Peran Carbon Tracking

Carbon tracking membantu perusahaan mengumpulkan, menghitung, dan memantau data emisi secara berkala.

Data penggunaan listrik, bahan bakar, perjalanan bisnis, transportasi, dan aktivitas lainnya dapat disimpan dalam sistem sehingga riwayat perubahan emisi lebih mudah dipantau.

Dengan pencatatan yang terstruktur, perusahaan memiliki dasar data yang lebih baik untuk mendukung klaim dan laporan lingkungan.

Peran Teknologi dalam Mengurangi Risiko Greenwashing

Teknologi seperti sistem informasi, cloud computing, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan data analytics dapat membantu meningkatkan pengelolaan data emisi.

Sistem digital dapat mencatat sumber data, melakukan validasi, menyimpan riwayat perubahan, dan menampilkan perkembangan emisi melalui dashboard.

Namun, penggunaan teknologi tidak otomatis membuat laporan menjadi akurat. Perusahaan tetap perlu memastikan kualitas data, metode penghitungan, dan proses pengawasan yang baik.

Cara Mengurangi Risiko Greenwashing

Perusahaan dapat mengurangi risiko greenwashing dengan menggunakan data yang dapat ditelusuri, menjelaskan metode penghitungan secara terbuka, menggunakan klaim yang spesifik, serta memastikan bahwa informasi yang disampaikan sesuai dengan cakupan data.

Selain itu, perusahaan perlu konsisten dalam menggunakan tahun dasar dan metode penghitungan. Verifikasi atau assurance oleh pihak yang kompeten juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan terhadap informasi yang dilaporkan.

Yang terpenting, klaim keberlanjutan perlu didukung oleh tindakan dan hasil yang dapat diukur.

Kesimpulan

Greenwashing menjadi salah satu risiko dalam pelaporan emisi ketika informasi lingkungan memberikan gambaran yang lebih positif daripada yang dapat didukung oleh data.

Risiko tersebut dapat muncul melalui data yang tidak lengkap, klaim yang terlalu umum, pengabaian sumber emisi tertentu, perubahan baseline tanpa penjelasan, atau penggunaan carbon offset tanpa konteks yang memadai.

Dengan transparansi, carbon tracking, kualitas data, metode yang konsisten, dan pelaporan yang dapat diverifikasi, perusahaan dapat mengurangi risiko greenwashing sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap komitmen keberlanjutannya.