Pendahuluan

Survivorship Bias adalah kesalahan berpikir yang terjadi ketika seseorang hanya memperhatikan contoh-contoh yang berhasil, sementara mengabaikan banyak contoh lain yang mengalami kegagalan. Akibatnya, seseorang memperoleh gambaran yang tidak lengkap dan cenderung menyimpulkan bahwa keberhasilan lebih mudah dicapai daripada kenyataannya. Bias ini dapat menyebabkan seseorang memiliki harapan yang tidak realistis serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tidak utuh.

Sebagai contoh, banyak orang yang hanya melihat kisah sukses para pengusaha terkenal dan menganggap bahwa memulai bisnis pasti akan menghasilkan keuntungan besar. Padahal, mereka sering mengabaikan ribuan pengusaha lain yang mengalami kegagalan dan tidak pernah diberitakan. Hal yang sama juga terjadi di media sosial, di mana orang lebih sering membagikan pencapaian daripada kegagalan yang mereka alami. Akibatnya, orang lain dapat merasa bahwa keberhasilan adalah sesuatu yang mudah diperoleh, padahal di balik setiap kesuksesan terdapat proses panjang, kerja keras, serta kemungkinan mengalami kegagalan berkali-kali.

Untuk menghindari Survivorship Bias, seseorang perlu mencari informasi yang lengkap, termasuk mempelajari penyebab kegagalan selain faktor keberhasilan. Dengan memahami kedua sisi tersebut, seseorang dapat membuat penilaian yang lebih realistis terhadap suatu peluang atau keputusan. Berpikir kritis berarti tidak hanya melihat contoh yang berhasil, tetapi juga mempertimbangkan data yang tidak terlihat atau jarang dibahas. Dengan demikian, keputusan yang diambil akan lebih objektif, matang, dan didasarkan pada gambaran yang lebih menyeluruh terhadap kenyataan.