Pendahuluan

Negativity Bias adalah kecenderungan otak manusia untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pengalaman atau informasi negatif dibandingkan informasi positif. Secara evolusi, kecenderungan ini membantu manusia bertahan hidup karena lebih peka terhadap ancaman. Namun, dalam kehidupan modern, bias ini sering membuat seseorang lebih mudah mengingat kritik daripada pujian atau lebih fokus pada kegagalan daripada keberhasilan.

Misalnya, seorang karyawan menerima sembilan pujian dan satu kritik dari atasannya. Meskipun pujian jauh lebih banyak, kritik tersebut sering kali menjadi hal yang paling diingat dan dipikirkan. Di media sosial, berita negatif biasanya lebih menarik perhatian dibandingkan berita positif. Hal ini menyebabkan banyak orang merasa dunia dipenuhi masalah, meskipun kenyataannya tidak selalu demikian.

Untuk mengurangi Negativity Bias, seseorang perlu melatih diri agar memberikan perhatian yang seimbang terhadap pengalaman positif dan negatif. Membuat jurnal rasa syukur, menghargai pencapaian kecil, serta mengevaluasi kritik secara objektif dapat membantu menciptakan keseimbangan dalam berpikir. Dengan demikian, seseorang dapat mengambil keputusan secara lebih rasional tanpa terlalu dipengaruhi oleh pengalaman negatif.