Pendahuluan

Framing Effect adalah bias kognitif yang terjadi ketika cara penyajian suatu informasi memengaruhi keputusan seseorang, meskipun isi informasi tersebut sebenarnya sama. Pilihan kata, susunan kalimat, maupun penekanan terhadap keuntungan atau kerugian dapat mengubah cara seseorang memahami suatu informasi. Akibatnya, seseorang dapat mengambil keputusan yang berbeda hanya karena informasi tersebut disampaikan dengan cara yang berbeda.

Sebagai contoh, sebuah produk makanan dapat dipromosikan dengan kalimat “mengandung 90% lemak bebas” atau “mengandung 10% lemak.” Kedua kalimat tersebut memiliki makna yang sama, tetapi kebanyakan orang akan lebih tertarik pada pernyataan pertama karena terdengar lebih positif. Dalam bidang kesehatan, pasien sering lebih bersedia menjalani operasi ketika dokter mengatakan bahwa peluang keberhasilannya mencapai 95% dibandingkan jika dikatakan memiliki risiko kegagalan sebesar 5%, meskipun kedua informasi tersebut identik.

Untuk menghindari Framing Effect, seseorang perlu membiasakan diri melihat informasi dari berbagai sudut pandang. Jangan hanya terpaku pada cara suatu informasi disampaikan, tetapi pahami juga fakta yang terkandung di dalamnya. Membandingkan beberapa sumber informasi dan mengubah cara penyajian data menjadi bentuk yang lebih objektif juga dapat membantu mengurangi pengaruh bias ini. Dengan demikian, keputusan yang diambil akan lebih rasional karena didasarkan pada isi informasi, bukan pada cara penyampaiannya.