Pendahuluan

Anchoring bias adalah kecenderungan seseorang untuk terlalu bergantung pada informasi pertama yang diterimanya ketika membuat penilaian atau mengambil keputusan. Informasi awal tersebut menjadi “jangkar” yang memengaruhi cara seseorang menilai informasi berikutnya. Padahal, informasi pertama belum tentu benar, lengkap, atau paling relevan. Bias ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat berbelanja, bernegosiasi, atau mengevaluasi suatu informasi.

Contoh anchoring bias dapat ditemukan ketika seseorang melihat harga awal sebuah barang yang sangat mahal, kemudian melihat harga diskon yang jauh lebih rendah. Meskipun harga diskonnya masih tergolong tinggi, orang tersebut cenderung menganggap barang tersebut murah karena membandingkannya dengan harga awal. Dalam dunia pendidikan, siswa juga dapat mengalami anchoring bias ketika langsung mempercayai jawaban pertama yang mereka baca tanpa memeriksa sumber lain. Hal ini menunjukkan bahwa informasi pertama memiliki pengaruh yang besar terhadap proses berpikir manusia.

Untuk menghindari anchoring bias, seseorang perlu membandingkan informasi dari berbagai sumber sebelum mengambil keputusan. Jangan langsung menerima informasi pertama sebagai acuan utama, tetapi lakukan evaluasi terhadap data tambahan yang tersedia. Membiasakan diri berpikir kritis, mencari bukti yang lebih lengkap, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan akan membantu menghasilkan keputusan yang lebih objektif. Dengan demikian, seseorang tidak mudah terjebak pada informasi awal yang belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.