Pengantar
Berbeda dengan pertanyaan “apakah CBDC akan menggantikan uang kertas sepenuhnya” yang sudah kita bahas sebelumnya, kali ini kita akan fokus pada pertanyaan yang lebih spesifik: seberapa besar CBDC bisa mengurangi ketergantungan masyarakat pada uang tunai, meski tidak sampai menghapusnya sepenuhnya? Yuk kita bahas lebih dalam.
Mengapa Ketergantungan pada Uang Tunai Masih Tinggi di Banyak Negara?
Meski transaksi digital sudah berkembang pesat, banyak masyarakat, termasuk di Indonesia, masih cukup bergantung pada uang tunai untuk berbagai kebutuhan, karena beberapa alasan:
- Kebiasaan dan kepercayaan diri — sebagian masyarakat merasa lebih nyaman dan yakin memakai uang fisik yang bisa langsung dilihat dan dipegang.
- Keterbatasan akses teknologi — tidak semua masyarakat punya ponsel pintar atau akses internet yang memadai.
- Transaksi di sektor informal — banyak transaksi ekonomi, terutama di pasar tradisional atau usaha kecil, masih mengandalkan uang tunai sebagai metode pembayaran utama.
- Kebutuhan privasi — sebagian orang tetap memilih uang tunai karena sifatnya yang anonim, tanpa jejak digital.
Bagaimana CBDC Berpotensi Mengurangi Ketergantungan Ini?
1. Menghadirkan Alternatif yang Setara Amannya dengan Uang Tunai
Salah satu alasan masyarakat tetap memilih uang tunai adalah karena dianggap paling aman dan terpercaya, mengingat langsung dijamin negara. CBDC menghadirkan alternatif digital dengan tingkat kepercayaan yang sama, karena sama-sama dijamin langsung oleh bank sentral, sehingga masyarakat punya opsi digital yang tidak kalah tepercaya dibanding uang fisik.
2. Memperluas Akses bagi Masyarakat Unbanked
CBDC dirancang agar bisa diakses lebih luas, bahkan tanpa harus memiliki rekening bank konvensional. Ini berpotensi menjangkau masyarakat yang selama ini mengandalkan uang tunai karena belum punya akses ke layanan perbankan formal, sehingga secara bertahap mereka bisa mulai beralih ke transaksi digital.
3. Kemudahan Transaksi di Sektor Informal
Dengan fitur seperti pembayaran lewat kode QR atau transaksi nirsentuh, CBDC berpotensi lebih mudah diadopsi oleh pelaku usaha kecil dan sektor informal, terutama jika biaya transaksinya lebih murah dibanding metode pembayaran digital lain yang sudah ada saat ini.
4. Dukungan Fitur Offline untuk Daerah Terpencil
Seperti sudah dibahas sebelumnya, pengembangan fitur transaksi offline pada CBDC bisa membantu menjangkau daerah dengan akses internet terbatas, sehingga masyarakat di wilayah tersebut tidak perlu lagi sepenuhnya mengandalkan uang tunai hanya karena keterbatasan infrastruktur digital.

Faktor yang Tetap Membatasi Penurunan Ketergantungan pada Uang Tunai
Meski CBDC menawarkan berbagai kemudahan, ada beberapa faktor yang tetap membatasi seberapa cepat ketergantungan pada uang tunai bisa berkurang:
- Kesenjangan literasi digital, terutama di kalangan lansia atau masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi.
- Kekhawatiran privasi, karena transaksi CBDC cenderung lebih mudah dilacak dibanding uang tunai yang bersifat anonim.
- Kebiasaan budaya dan sosial, di beberapa komunitas, uang tunai tetap dianggap lebih “nyata” dan dipercaya dibanding uang digital dalam bentuk apa pun.
- Ketergantungan sektor informal, yang membutuhkan waktu dan insentif lebih untuk benar-benar beralih ke sistem pembayaran digital secara menyeluruh.
Pelajaran dari Negara Lain
Negara-negara yang sudah lebih dulu menerapkan CBDC, seperti China dengan e-CNY, menunjukkan bahwa meski penggunaan uang digital terus didorong secara masif, ketergantungan pada uang tunai tidak langsung hilang dalam waktu singkat. Prosesnya berjalan bertahap, seiring meningkatnya kepercayaan dan kenyamanan masyarakat terhadap sistem digital yang baru ini.
Tabel Ringkasan
| Faktor | Peran CBDC dalam Mengurangi Ketergantungan Uang Tunai |
|---|---|
| Kepercayaan terhadap keamanan | Menghadirkan alternatif digital yang sama-sama dijamin negara |
| Akses masyarakat unbanked | Berpotensi diakses tanpa rekening bank konvensional |
| Transaksi sektor informal | Kemudahan lewat QR code dan biaya transaksi rendah |
| Daerah dengan akses internet terbatas | Didukung fitur transaksi offline |
Penutup
CBDC memang punya potensi besar untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan masyarakat pada uang tunai, terutama lewat kemudahan akses, tingkat kepercayaan yang setara dengan uang fisik, dan dukungan fitur seperti transaksi offline. Namun, proses ini tidak akan terjadi secara instan, mengingat masih banyak faktor sosial, budaya, dan infrastruktur yang perlu diatasi terlebih dahulu. Yang lebih realistis diharapkan adalah penurunan bertahap ketergantungan pada uang tunai, seiring masyarakat semakin terbiasa dan percaya terhadap CBDC sebagai alternatif digital yang tidak kalah aman dan tepercaya.









