Pengantar
Salah satu tujuan yang paling sering disebut dalam pengembangan CBDC di berbagai negara adalah mendorong inklusi keuangan, yaitu upaya memastikan seluruh lapisan masyarakat punya akses terhadap layanan keuangan formal. Tapi seberapa besar sebenarnya potensi CBDC dalam mewujudkan tujuan ini? Yuk kita bahas lebih dalam.
Memahami Tantangan Inklusi Keuangan Saat Ini
Meski akses perbankan terus berkembang, masih banyak masyarakat, terutama di negara berkembang termasuk sebagian wilayah Indonesia, yang belum memiliki akses penuh terhadap layanan keuangan formal. Beberapa hambatan utama yang biasa dihadapi antara lain:
- Keterbatasan infrastruktur perbankan di daerah terpencil, seperti minimnya kantor cabang atau ATM.
- Persyaratan administratif yang dianggap rumit bagi sebagian masyarakat untuk membuka rekening bank.
- Biaya administrasi yang dianggap memberatkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
- Kurangnya literasi keuangan dan digital, membuat sebagian masyarakat enggan atau kesulitan mengakses layanan perbankan formal.
Bagaimana CBDC Berpotensi Menjawab Tantangan Ini?
1. Akses Tanpa Perlu Rekening Bank Konvensional
Salah satu keunggulan utama CBDC adalah potensinya untuk diakses tanpa harus melalui proses pembukaan rekening bank konvensional yang seringkali dianggap rumit. Dengan syarat identifikasi yang lebih sederhana, terutama untuk transaksi bernilai kecil, CBDC berpotensi menjangkau masyarakat yang selama ini kesulitan memenuhi persyaratan administratif perbankan formal.
2. Biaya Transaksi yang Lebih Terjangkau
Karena diterbitkan langsung oleh bank sentral tanpa motif komersial, biaya transaksi CBDC berpotensi jauh lebih rendah dibanding produk perbankan konvensional, membantu mengurangi beban biaya yang selama ini menjadi salah satu penghambat masyarakat berpenghasilan rendah untuk aktif memakai layanan keuangan formal.
3. Dukungan Transaksi Offline untuk Daerah Terpencil
Seperti sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya, fitur transaksi offline pada CBDC bisa membantu menjangkau masyarakat di daerah dengan akses internet terbatas, sehingga keterbatasan infrastruktur digital tidak sepenuhnya menghalangi mereka untuk memakai layanan keuangan digital.
4. Kemudahan Distribusi Bantuan Pemerintah
Seperti sudah dibahas sebelumnya soal penyaluran bantuan pemerintah, CBDC mempermudah distribusi bantuan sosial langsung ke masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya sulit dijangkau karena belum memiliki rekening bank, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk mulai mengenal dan memakai layanan keuangan digital lewat penerimaan bantuan tersebut.

Studi Kasus: Bagaimana Negara Lain Mendekati Isu Ini?
Beberapa negara berkembang yang sudah menguji coba CBDC, seperti Nigeria dengan eNaira, secara eksplisit menjadikan inklusi keuangan sebagai salah satu tujuan utama pengembangan mereka, mengingat masih banyak masyarakat di negara tersebut yang belum terjangkau layanan perbankan formal. Pendekatan serupa juga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan Proyek Garuda oleh Bank Indonesia.
Batasan yang Perlu Dipahami
Meski menjanjikan, penting untuk realistis bahwa CBDC bukan solusi ajaib yang otomatis menyelesaikan seluruh masalah inklusi keuangan. Ada beberapa batasan yang perlu diperhatikan:
- Kepemilikan ponsel pintar tetap menjadi prasyarat dasar, sehingga masyarakat yang belum memiliki perangkat ini tetap sulit mengakses CBDC, meski ada opsi kartu fisik sebagai alternatif.
- Literasi digital tetap menjadi tantangan, terutama bagi kelompok lansia atau masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi, meski CBDC menawarkan kemudahan administratif.
- Kepercayaan terhadap teknologi baru membutuhkan waktu untuk terbangun, terutama bagi masyarakat yang selama ini terbiasa dengan transaksi tunai dan mungkin ragu beralih ke sistem digital yang belum sepenuhnya mereka pahami.
- Ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti jaringan agen atau titik layanan yang bisa membantu masyarakat mendaftar dan memakai CBDC, tetap dibutuhkan terutama di tahap awal penerapan.
Faktor Pendukung agar Potensi Ini Benar-Benar Terwujud
Supaya CBDC benar-benar bisa mendorong inklusi keuangan secara signifikan, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, seperti:
- Program edukasi masyarakat yang masif, terutama di daerah dengan tingkat literasi keuangan dan digital yang masih rendah.
- Kemitraan dengan agen lokal, membantu masyarakat yang belum familiar dengan teknologi untuk tetap bisa mengakses dan memakai CBDC lewat bantuan pihak yang lebih berpengalaman.
- Desain antarmuka yang sederhana, memastikan aplikasi CBDC mudah dipahami dan dipakai oleh masyarakat dengan berbagai tingkat literasi digital.
Tabel Ringkasan
| Hambatan Inklusi Keuangan | Potensi Solusi lewat CBDC |
|---|---|
| Persyaratan administratif rumit | Akses lebih sederhana tanpa rekening bank konvensional |
| Biaya transaksi tinggi | Biaya lebih terjangkau |
| Keterbatasan infrastruktur digital | Dukungan fitur transaksi offline |
| Kesulitan menerima bantuan pemerintah | Penyaluran bantuan lebih langsung dan cepat |
Penutup
CBDC memang membawa potensi nyata untuk meningkatkan inklusi keuangan, terutama lewat kemudahan akses, biaya yang lebih terjangkau, dan dukungan fitur seperti transaksi offline. Namun, keberhasilan ini tidak akan terwujud secara otomatis hanya karena teknologi tersedia, melainkan membutuhkan dukungan menyeluruh, mulai dari edukasi masyarakat, kemitraan dengan agen lokal, hingga desain sistem yang benar-benar ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang selama ini paling sulit dijangkau oleh layanan keuangan formal.








