Pengantar

Setelah membahas banyak hal teknis soal CBDC, mulai dari arsitektur, teknologi, hingga peran berbagai pihak di dalamnya, kali ini kita akan bahas hal yang paling praktis: bagaimana sebenarnya cara masyarakat melakukan pembayaran memakai CBDC nantinya? Yuk kita bahas langkah-langkahnya.

Langkah 1: Memiliki Dompet Digital CBDC

Sebelum bisa melakukan pembayaran, masyarakat perlu terlebih dahulu memiliki dompet digital CBDC, baik lewat aplikasi mobile banking yang sudah terintegrasi, aplikasi khusus CBDC, maupun lewat kartu fisik yang terhubung dengan saldo CBDC.

Langkah 2: Mengisi Saldo CBDC

Setelah dompet digital aktif, langkah berikutnya adalah mengisi saldo CBDC, yang bisa dilakukan lewat beberapa cara:

  • Menukarkan saldo rekening bank biasa menjadi CBDC lewat aplikasi.
  • Menukarkan uang tunai menjadi CBDC lewat bank atau agen resmi yang ditunjuk.
  • Menerima transfer CBDC dari pengguna lain yang sudah memakainya.

Langkah 3: Memilih Metode Pembayaran

Setelah saldo tersedia, masyarakat bisa memilih beberapa metode untuk melakukan pembayaran, tergantung fitur yang disediakan aplikasi:

  • Pindai kode QR — mirip seperti cara kerja QRIS yang sudah familiar dipakai masyarakat Indonesia saat ini.
  • Transfer langsung — memasukkan nomor rekening atau ID tujuan pembayaran.
  • Pembayaran nirsentuh (tap) — mendekatkan ponsel atau kartu ke perangkat penerima, memanfaatkan teknologi NFC.
  • Pembayaran offline — untuk negara yang sudah mengembangkan fitur ini, transaksi tetap bisa dilakukan meski tanpa koneksi internet aktif.

Langkah 4: Konfirmasi dan Verifikasi Transaksi

Setelah metode pembayaran dipilih, sistem akan meminta konfirmasi dari pengguna, biasanya lewat PIN, kata sandi, atau autentikasi biometrik seperti sidik jari atau pemindaian wajah. Langkah ini penting untuk memastikan transaksi benar-benar dilakukan oleh pemilik akun yang sah.

Langkah 5: Proses Verifikasi oleh Sistem

Setelah dikonfirmasi, transaksi akan diverifikasi oleh sistem yang terhubung ke jaringan CBDC, baik itu lewat sistem terpusat maupun teknologi DLT/blockchain, tergantung desain yang dipakai negara tersebut. Proses ini memastikan saldo pengirim mencukupi dan tidak ada duplikasi transaksi (double-spending).

Langkah 6: Dana Diterima secara Real-Time

Setelah proses verifikasi selesai, saldo CBDC akan langsung berpindah dari pengirim ke penerima secara real-time, mirip seperti transfer lewat e-wallet atau BI-FAST yang sudah kita kenal sekarang, hanya saja dana yang berpindah adalah CBDC, bukan saldo rekening bank biasa.

Contoh Skenario Sederhana

Supaya lebih mudah dibayangkan, berikut contoh skenario penggunaan CBDC dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Andi ingin membeli kopi di sebuah kedai.
  2. Andi membuka aplikasi dompet digital CBDC di ponselnya.
  3. Andi memindai kode QR yang disediakan kedai kopi tersebut.
  4. Andi memasukkan PIN untuk mengonfirmasi pembayaran.
  5. Sistem memverifikasi transaksi dalam hitungan detik.
  6. Saldo CBDC Andi berkurang, dan saldo pemilik kedai kopi bertambah secara otomatis.

Prosesnya kurang lebih mirip dengan pembayaran QRIS yang sudah biasa dipakai sekarang, hanya saja dana yang dipakai adalah uang digital resmi negara, bukan saldo e-wallet dari perusahaan swasta.

Keamanan Selama Proses Pembayaran

Selama proses pembayaran berlangsung, ada beberapa lapisan keamanan yang biasanya diterapkan:

  • Enkripsi data transaksi, mencegah informasi transaksi diakses pihak tidak berwenang.
  • Autentikasi pengguna, memastikan hanya pemilik sah akun yang bisa melakukan transaksi.
  • Sistem deteksi anomali, mengenali pola transaksi mencurigakan yang berpotensi menandakan penipuan.

Apa Bedanya dengan Pembayaran Lewat E-Wallet Biasa?

Secara pengalaman pengguna, pembayaran lewat CBDC kemungkinan besar akan terasa sangat mirip dengan memakai e-wallet biasa. Perbedaan utamanya lebih ke aspek yang tidak terlihat langsung oleh pengguna, yaitu siapa yang menjamin dana tersebut. Pada CBDC, dana yang dipakai langsung dijamin negara, sementara pada e-wallet biasa, dana tersebut dijamin lewat regulasi terhadap perusahaan fintech penerbitnya.

Penutup

Cara melakukan pembayaran memakai CBDC dirancang agar semudah mungkin bagi masyarakat, mirip dengan pengalaman memakai e-wallet atau QRIS yang sudah familiar saat ini. Meski begitu, di balik kemudahan ini, ada proses verifikasi dan keamanan berlapis yang bekerja untuk memastikan setiap transaksi berjalan aman dan tepercaya, sekaligus menjaga status CBDC sebagai alat pembayaran resmi yang dijamin penuh oleh negara.