Pengantar
Setelah membahas berbagai dampak dan potensi manfaat CBDC bagi dunia bisnis, pertanyaan yang paling praktis muncul adalah, “lalu, apa yang sebaiknya dilakukan perusahaan sekarang untuk bersiap menghadapi perubahan ini?” Yuk kita bahas langkah-langkah konkret yang bisa dipertimbangkan perusahaan, baik skala kecil maupun besar, dalam mempersiapkan diri menghadapi era CBDC.
1. Memahami Perkembangan Kebijakan CBDC di Negara Terkait
Langkah paling awal adalah memastikan perusahaan mengikuti perkembangan kebijakan CBDC yang relevan, seperti perkembangan Proyek Garuda dari Bank Indonesia bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Memahami tahapan, timeline, dan arah kebijakan ini penting agar perusahaan tidak tertinggal dan bisa merencanakan langkah adaptasi dengan lebih matang.
2. Mengevaluasi Sistem Keuangan dan Pembayaran Internal
Perusahaan perlu melakukan audit terhadap sistem keuangan dan pembayaran yang mereka pakai saat ini, mengidentifikasi area mana saja yang berpotensi perlu disesuaikan untuk bisa terintegrasi dengan infrastruktur CBDC di masa depan, misalnya sistem ERP, platform pembayaran, atau proses rekonsiliasi keuangan yang sudah berjalan.
3. Membangun Kesiapan Infrastruktur Teknologi
Berdasarkan hasil evaluasi, perusahaan bisa mulai mempertimbangkan investasi bertahap pada infrastruktur teknologi yang mendukung integrasi dengan CBDC, termasuk:
- Sistem pembayaran yang fleksibel, mampu menerima berbagai metode pembayaran termasuk CBDC di masa depan.
- Keamanan siber yang lebih kuat, mengingat integrasi dengan sistem pembayaran baru membutuhkan standar keamanan yang tinggi.
- Kapasitas API dan integrasi sistem, memastikan sistem internal perusahaan cukup fleksibel untuk terhubung dengan berbagai infrastruktur pembayaran baru.
4. Melibatkan Tim Keuangan dalam Edukasi dan Pelatihan
Penting bagi perusahaan untuk mulai membekali tim keuangan mereka dengan pemahaman yang cukup soal CBDC, mulai dari cara kerja dasarnya, potensi manfaat bagi operasional perusahaan, hingga risiko yang perlu diperhatikan. Edukasi ini bisa dilakukan lewat pelatihan internal, mengikuti seminar atau webinar terkait, maupun berdiskusi langsung dengan mitra perbankan perusahaan.
5. Menjajaki Kolaborasi dengan Bank atau Penyedia Layanan Keuangan
Perusahaan bisa mulai membangun komunikasi dengan bank mitra mereka untuk memahami rencana masing-masing bank dalam mendukung integrasi CBDC, sekaligus menjajaki kemungkinan menjadi bagian dari program uji coba awal (pilot project) jika ada kesempatan, guna mendapatkan pengalaman langsung sebelum penerapan CBDC benar-benar meluas.

6. Mengevaluasi Potensi Dampak terhadap Model Bisnis
Seperti sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya soal dampak CBDC terhadap berbagai sektor, perusahaan perlu mengevaluasi secara spesifik bagaimana kehadiran CBDC berpotensi memengaruhi model bisnis mereka sendiri, misalnya:
- Bagi perusahaan di sektor pembayaran atau fintech, perlu dipikirkan strategi adaptasi model bisnis, seperti sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya.
- Bagi perusahaan ritel dan e-commerce, perlu mempersiapkan integrasi metode pembayaran baru dalam sistem penjualan mereka.
- Bagi perusahaan manufaktur atau distribusi, perlu mengevaluasi potensi efisiensi dalam pembayaran ke pemasok dan mitra bisnis lewat CBDC.
7. Menyiapkan Kebijakan Internal terkait Pengelolaan CBDC
Perusahaan perlu mulai memikirkan kebijakan internal terkait bagaimana mereka akan mengelola saldo CBDC nantinya, misalnya:
- Kebijakan terkait batas saldo CBDC yang dipegang perusahaan, mengingat kemungkinan adanya batas kepemilikan yang ditetapkan regulator.
- Prosedur keamanan internal untuk mengelola akses dan otorisasi transaksi CBDC, guna mencegah penyalahgunaan oleh pihak internal.
- Kebijakan akuntansi terkait pencatatan transaksi CBDC dalam laporan keuangan perusahaan.
8. Mengikuti Uji Coba dan Simulasi Jika Memungkinkan
Jika bank sentral atau otoritas terkait membuka kesempatan uji coba terbatas bagi pelaku usaha, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan untuk ikut berpartisipasi. Pengalaman langsung ini sangat berharga untuk memahami tantangan praktis dan mempersiapkan sistem internal secara lebih matang sebelum penerapan CBDC benar-benar meluas.
Tabel Ringkasan Langkah Persiapan
| Langkah | Tujuan Utama |
|---|---|
| Memahami kebijakan CBDC | Mengikuti perkembangan dan timeline penerapan |
| Evaluasi sistem internal | Mengidentifikasi area yang perlu disesuaikan |
| Investasi infrastruktur | Membangun kesiapan teknis bertahap |
| Edukasi tim keuangan | Meningkatkan pemahaman dan kesiapan SDM |
| Kolaborasi dengan bank | Mendapat informasi dan pengalaman awal |
| Evaluasi dampak model bisnis | Merancang strategi adaptasi yang tepat |
| Kebijakan internal | Menyiapkan tata kelola pengelolaan CBDC |
| Uji coba dan simulasi | Mendapat pengalaman praktis sebelum penerapan luas |
Penutup
Mempersiapkan diri menghadapi CBDC bukan sesuatu yang perlu dilakukan secara terburu-buru, mengingat penerapannya di banyak negara, termasuk Indonesia, masih berjalan bertahap. Namun, perusahaan yang mulai memahami, mengevaluasi, dan bersiap sejak dini, akan berada pada posisi yang jauh lebih baik untuk memanfaatkan peluang dan mengelola risiko yang muncul, dibanding perusahaan yang baru bereaksi setelah CBDC benar-benar diterapkan secara luas di kemudian hari.









