Pengantar

Selain soal efisiensi pembayaran dan kebijakan moneter, ada satu aspek yang tidak kalah penting untuk dibahas soal CBDC, yaitu dampaknya terhadap stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Kehadiran instrumen baru sebesar CBDC tentu membawa potensi risiko sistemik yang perlu dipahami dan diantisipasi dengan matang oleh bank sentral dan otoritas terkait. Yuk kita bahas lebih dalam.

Apa Itu Stabilitas Sistem Keuangan?

Stabilitas sistem keuangan merujuk pada kondisi di mana seluruh komponen sistem keuangan, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga sistem pembayaran, berjalan dengan baik dan mampu menyerap guncangan ekonomi tanpa menimbulkan krisis yang meluas. Menjaga stabilitas ini menjadi salah satu tugas utama bank sentral, selain mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Potensi Risiko CBDC terhadap Stabilitas Keuangan

1. Risiko Disintermediasi Perbankan

Risiko paling sering dibahas adalah potensi masyarakat memindahkan dana secara besar-besaran dari bank komersial ke CBDC, terutama karena CBDC dijamin langsung oleh negara. Kalau terjadi dalam skala besar dan cepat, bank komersial bisa kehilangan sumber pendanaan utama mereka, yang berpotensi mengganggu kemampuan bank dalam menyalurkan kredit ke masyarakat dan dunia usaha.

2. Potensi “Digital Bank Run”

Dalam kondisi krisis kepercayaan terhadap suatu bank, kemudahan berpindah ke CBDC yang dijamin negara bisa mempercepat terjadinya penarikan dana besar-besaran (bank run) secara digital, bahkan berpotensi lebih cepat dibanding penarikan dana konvensional yang membutuhkan proses fisik seperti antre di kantor cabang.

3. Risiko Konsentrasi Sistemik pada Infrastruktur CBDC

Karena CBDC dikelola dalam satu sistem terpusat oleh bank sentral, ada risiko baru berupa konsentrasi sistemik, di mana gangguan besar pada infrastruktur CBDC bisa berdampak luas ke seluruh sistem keuangan sekaligus, berbeda dengan sistem perbankan konvensional yang risikonya lebih tersebar di berbagai institusi.

4. Risiko Keamanan Siber sebagai Ancaman Sistemik

Mengingat skala CBDC yang mencakup seluruh perekonomian negara, ancaman keamanan siber terhadap sistem ini bukan lagi sekadar risiko individual, melainkan berpotensi menjadi risiko sistemik yang bisa mengguncang kepercayaan terhadap seluruh sistem keuangan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Bagaimana Risiko Ini Bisa Diminimalkan?

Bank sentral di berbagai negara mempertimbangkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah penerapan CBDC, di antaranya:

  • Batas kepemilikan CBDC — menetapkan batas maksimal saldo yang boleh disimpan individu dalam bentuk CBDC, guna mencegah perpindahan dana besar-besaran dari bank secara tiba-tiba.
  • CBDC tanpa bunga atau bunga terbatas — mengurangi daya tarik CBDC sebagai instrumen penyimpanan dana besar, dibanding sekadar alat transaksi sehari-hari.
  • Penerapan bertahap (model dua tingkat) — tetap melibatkan bank komersial sebagai perantara utama, sehingga struktur sistem keuangan yang sudah ada tidak berubah drastis dalam waktu singkat.
  • Investasi besar pada keamanan siber — membangun sistem pertahanan berlapis dan melakukan uji ketahanan (stress test) secara berkala terhadap infrastruktur CBDC.
  • Koordinasi lintas otoritas — melibatkan kerja sama erat antara bank sentral, otoritas jasa keuangan, dan lembaga penjamin simpanan, guna memastikan seluruh aspek stabilitas keuangan tetap terjaga saat CBDC diterapkan.

Sisi Positif CBDC terhadap Stabilitas Keuangan

Meski membawa sejumlah risiko baru, CBDC juga berpotensi memperkuat stabilitas sistem keuangan lewat beberapa cara:

  • Pengawasan transaksi yang lebih baik, membantu mendeteksi pola transaksi mencurigakan yang berpotensi menandakan risiko sistemik lebih awal.
  • Diversifikasi sistem pembayaran, memberi alternatif tambahan yang bisa tetap berjalan meski salah satu sistem pembayaran lain mengalami gangguan.
  • Peningkatan efisiensi penyelesaian transaksi antarbank, terutama lewat wholesale CBDC, yang berpotensi mengurangi risiko penyelesaian transaksi (settlement risk) dalam sistem keuangan.

Tabel Ringkasan

Aspek Potensi Risiko Upaya Mitigasi
Disintermediasi bank Dana besar berpindah dari bank ke CBDC Batas kepemilikan, CBDC tanpa bunga besar
Digital bank run Penarikan dana lebih cepat saat krisis kepercayaan Model dua tingkat, batas transaksi
Konsentrasi sistemik Gangguan terpusat berdampak luas Investasi keamanan, uji ketahanan berkala
Keamanan siber Ancaman skala sistemik Sistem pertahanan berlapis, koordinasi lintas otoritas

Penutup

CBDC membawa potensi besar untuk memperkuat efisiensi dan pengawasan sistem keuangan, tapi di sisi lain juga menghadirkan risiko baru yang perlu dikelola dengan sangat hati-hati, terutama terkait potensi disintermediasi perbankan dan konsentrasi risiko sistemik. Karena itu, hampir semua bank sentral yang mengembangkan CBDC menerapkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari batas kepemilikan hingga model dua tingkat, guna memastikan kehadiran CBDC benar-benar memperkuat, bukan mengganggu, stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.