Pengantar

Di tengah berbagai manfaat yang ditawarkan CBDC, ada satu perdebatan yang terus muncul di ruang publik, terutama di media sosial dan diskusi masyarakat luas: apakah CBDC benar-benar hadir untuk mempermudah hidup masyarakat, atau justru menjadi alat baru bagi negara untuk mengawasi warganya secara lebih ketat? Yuk kita bahas dua sisi perdebatan ini secara berimbang.

Argumen yang Melihat CBDC sebagai Kemudahan Pembayaran

1. Efisiensi dan Kecepatan Transaksi

Seperti sudah dibahas dalam berbagai pembahasan sebelumnya, CBDC menawarkan transaksi yang lebih cepat, murah, dan mudah diakses, terutama bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan keuangan formal.

2. Alternatif yang Lebih Aman dari Uang Tunai dan Layanan Swasta

CBDC dijamin langsung negara, menawarkan tingkat keamanan yang setara dengan uang tunai, namun dengan kemudahan transaksi digital yang jauh lebih praktis dibanding menyimpan dan membawa uang fisik.

3. Mendukung Inklusi Keuangan

Seperti sudah dibahas sebelumnya, CBDC berpotensi menjangkau masyarakat unbanked, membuka akses layanan keuangan bagi kelompok yang selama ini tertinggal.

Argumen yang Melihat CBDC sebagai Potensi Alat Pengawasan

1. Seluruh Transaksi Tercatat dalam Sistem Negara

Berbeda dengan uang tunai yang sepenuhnya anonim, CBDC memungkinkan negara memiliki visibilitas terhadap pola transaksi masyarakat, yang bagi sebagian pihak dianggap sebagai bentuk pengawasan finansial yang belum pernah ada sebelumnya dalam skala seperti ini.

2. Potensi Penyalahgunaan Data

Ada kekhawatiran bahwa data transaksi yang begitu detail bisa disalahgunakan, baik untuk kepentingan politik tertentu, profiling terhadap kelompok masyarakat tertentu, atau bahkan pembatasan akses finansial terhadap individu yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan tertentu.

3. Kekhawatiran terhadap Programmable Money

Seperti sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya soal programmable money, kemampuan “memprogram” uang untuk membatasi penggunaannya juga menjadi sumber kekhawatiran, dianggap sebagai bentuk kontrol berlebihan terhadap kebebasan finansial individu.

Kenapa Perdebatan Ini Begitu Sengit?

Perdebatan ini pada dasarnya mencerminkan ketegangan klasik antara dua nilai yang sama-sama penting: kemudahan dan efisiensi di satu sisi, dan privasi serta kebebasan individu di sisi lain. Tidak ada jawaban yang bisa memuaskan seluruh pihak, karena preferensi masyarakat terhadap kedua nilai ini sangat bervariasi, dipengaruhi oleh pengalaman, latar belakang, dan tingkat kepercayaan masing-masing individu terhadap institusi pemerintah.

Bagaimana Faktanya Berdasarkan Desain CBDC Saat Ini?

Berdasarkan kebijakan yang diterapkan hampir semua negara yang mengembangkan CBDC, termasuk Bank Indonesia lewat Proyek Garuda, desain sistem umumnya mempertimbangkan pendekatan tiered privacy seperti sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya, yang mencoba menyeimbangkan antara kebutuhan pengawasan untuk mencegah kejahatan finansial dan perlindungan privasi masyarakat untuk transaksi sehari-hari. Ini menunjukkan bahwa secara desain, CBDC tidak secara otomatis dirancang sebagai alat pengawasan mutlak, meski potensi risiko ke arah itu tetap ada jika tidak diatur dengan kerangka hukum yang jelas.

Faktor yang Menentukan Arah Sebenarnya

Penting dipahami, apakah CBDC benar-benar menjadi alat pengawasan atau tetap menjadi alat pembayaran yang menghormati privasi, sangat bergantung pada beberapa faktor:

  • Kerangka hukum yang mengatur akses data, memastikan ada batasan jelas soal siapa saja yang berwenang mengakses data transaksi individu dan dalam kondisi apa.
  • Transparansi kebijakan pemerintah, seberapa terbuka otoritas terkait dalam menjelaskan bagaimana data transaksi masyarakat dikelola dan dilindungi.
  • Pengawasan independen, keberadaan lembaga independen yang mengawasi penggunaan data ini agar tidak disalahgunakan oleh pihak mana pun, termasuk pemerintah itu sendiri.
  • Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi, yang bervariasi di setiap negara berdasarkan sejarah dan pengalaman masing-masing terhadap pemerintah mereka.

Perspektif yang Berbeda-Beda di Berbagai Negara

Menariknya, tingkat kekhawatiran terhadap isu pengawasan ini juga bervariasi antarnegara. Di beberapa negara dengan tingkat kepercayaan tinggi terhadap institusi pemerintah, kekhawatiran soal pengawasan cenderung lebih rendah dibanding negara dengan sejarah panjang ketidakpercayaan terhadap otoritas. Ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap isu ini tidak bersifat universal, melainkan sangat dipengaruhi konteks sosial dan politik masing-masing negara.

Tabel Ringkasan Dua Sisi Perdebatan

Aspek Sebagai Kemudahan Pembayaran Sebagai Potensi Alat Pengawasan
Kecepatan & efisiensi Transaksi lebih cepat dan murah
Keamanan Dijamin negara, lebih aman dari swasta Data transaksi terpusat, rawan disalahgunakan
Inklusi keuangan Menjangkau masyarakat unbanked
Kontrol individu Programmable money berpotensi membatasi kebebasan
Faktor penentu Bergantung desain & regulasi Bergantung kerangka hukum & pengawasan independen

Penutup

Pertanyaan apakah CBDC adalah kemudahan pembayaran atau alat pengawasan sebenarnya tidak memiliki jawaban tunggal yang berlaku universal. Keduanya adalah potensi yang sama-sama nyata, dan arah mana yang akhirnya lebih dominan sangat bergantung pada bagaimana kebijakan, kerangka hukum, dan pengawasan terhadap sistem ini dirancang dan dijalankan oleh masing-masing negara. Masyarakat berhak dan perlu terus mengawal isu ini secara kritis, memastikan kemudahan yang ditawarkan CBDC tidak datang dengan mengorbankan hak privasi dan kebebasan finansial yang menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi mereka.