Pengantar
Salah satu konsep penting dalam ilmu ekonomi yang perlu dipahami saat membahas CBDC adalah jumlah uang beredar, yaitu total uang yang tersedia dan berputar dalam suatu perekonomian. Kehadiran CBDC berpotensi memengaruhi konsep ini dengan cara yang cukup unik, karena CBDC menempati posisi khusus di antara uang tunai dan uang di rekening bank. Yuk kita bahas lebih dalam.
Mengenal Konsep Jumlah Uang Beredar
Sebelum masuk ke dampaknya, ada baiknya kita pahami dulu bagaimana jumlah uang beredar biasanya diklasifikasikan:
- Uang kartal (M0) — uang tunai yang beredar di masyarakat, berupa uang kertas dan logam.
- Uang beredar dalam arti sempit (M1) — uang kartal ditambah simpanan giro yang bisa langsung dipakai untuk transaksi.
- Uang beredar dalam arti luas (M2) — M1 ditambah simpanan berjangka dan tabungan di bank.
CBDC pada dasarnya menambah satu kategori baru yang unik, karena sifatnya digital seperti simpanan bank, tapi jaminannya langsung dari bank sentral seperti uang kartal.
Bagaimana CBDC Diklasifikasikan dalam Jumlah Uang Beredar?
Karena CBDC diterbitkan langsung oleh bank sentral dan berstatus sebagai kewajiban langsung bank sentral, CBDC umumnya diklasifikasikan mirip dengan uang kartal (M0), meski wujudnya digital. Ini berbeda dengan saldo rekening bank biasa, yang statusnya adalah kewajiban bank komersial, bukan bank sentral.
Potensi Dampak terhadap Struktur Uang Beredar
1. Perpindahan dari Simpanan Bank ke CBDC
Salah satu dampak yang paling banyak dikhawatirkan adalah kemungkinan masyarakat memindahkan sebagian dana simpanan mereka dari rekening bank komersial ke CBDC, terutama karena CBDC dijamin langsung oleh negara. Kalau ini terjadi dalam skala besar, komposisi M1 dan M2 bisa bergeser, dengan porsi CBDC (yang mirip M0) meningkat, sementara simpanan di bank komersial menurun.
2. Potensi Penurunan Fungsi Multiplikasi Uang oleh Bank
Bank komersial selama ini berperan penting dalam proses multiplikasi uang, yaitu menyalurkan kembali dana simpanan masyarakat dalam bentuk kredit, yang kemudian ikut menambah jumlah uang beredar secara tidak langsung. Kalau masyarakat lebih memilih menyimpan dana dalam CBDC dibanding di bank, dana yang tersedia untuk disalurkan sebagai kredit bisa berkurang, yang berpotensi memperlambat proses multiplikasi uang ini.

3. Kontrol yang Lebih Presisi oleh Bank Sentral
Di sisi lain, CBDC juga memberi bank sentral kemampuan memantau dan mengendalikan jumlah uang beredar dengan lebih presisi, karena seluruh transaksi CBDC tercatat dalam sistem resmi. Ini berbeda dengan uang tunai yang pergerakannya sulit dilacak begitu berpindah tangan ke masyarakat.
Bagaimana Bank Sentral Mengantisipasi Risiko Ini?
Untuk mengurangi risiko perpindahan dana besar-besaran dari bank ke CBDC, banyak bank sentral mempertimbangkan beberapa langkah, seperti:
- Batas kepemilikan CBDC — menetapkan jumlah maksimal saldo CBDC yang boleh dimiliki setiap individu, sehingga tidak dipakai sebagai alat penyimpanan dana besar-besaran.
- Tanpa bunga atau bunga terbatas pada CBDC — memastikan CBDC tidak terlalu menarik sebagai instrumen penyimpanan dibanding produk simpanan bank yang menawarkan bunga.
- Pendekatan bertahap — meluncurkan CBDC secara perlahan dan terbatas, sambil terus memantau dampaknya terhadap sistem perbankan sebelum diperluas secara nasional.
Dampak terhadap Kebijakan Moneter Secara Keseluruhan
Perubahan struktur jumlah uang beredar akibat kehadiran CBDC juga berpotensi memengaruhi efektivitas kebijakan moneter secara keseluruhan. Bank sentral perlu menyesuaikan cara mereka membaca dan merespons data jumlah uang beredar, mengingat CBDC menghadirkan kategori baru yang sebelumnya tidak ada dalam struktur uang beredar konvensional.
Tabel Ringkasan
| Aspek | Sebelum CBDC | Potensi Dampak dengan CBDC |
|---|---|---|
| Klasifikasi uang | M0 (tunai), M1, M2 (simpanan bank) | CBDC masuk kategori mirip M0, meski digital |
| Peran bank komersial | Menyalurkan dana lewat kredit | Berpotensi berkurang jika dana beralih ke CBDC |
| Pengawasan uang beredar | Sulit memantau uang tunai | Lebih presisi lewat pencatatan transaksi CBDC |
| Risiko utama | – | Perpindahan dana besar dari bank ke CBDC |
Penutup
Kehadiran CBDC berpotensi mengubah struktur dan dinamika jumlah uang beredar dalam suatu perekonomian, mengingat posisinya yang unik sebagai uang digital yang langsung dijamin bank sentral. Meski membuka peluang pengawasan yang lebih presisi, potensi perpindahan dana dari bank komersial ke CBDC tetap menjadi risiko yang perlu diantisipasi dengan matang, supaya kehadiran CBDC benar-benar memperkuat, bukan mengganggu, stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.








