Pengantar
Cloud Metadata API menyediakan informasi penting yang digunakan oleh instance cloud untuk mengetahui identitas, konfigurasi, dan kredensial sementara. Layanan ini berjalan secara lokal pada instance dan biasanya tidak ditujukan untuk diakses dari internet.
Masalah muncul ketika aplikasi memiliki celah Server-Side Request Forgery (SSRF). Attacker dapat mencoba memanfaatkan server yang rentan untuk mengirim request menuju metadata service.
Jika berhasil, informasi sensitif dari lingkungan cloud dapat terekspos. AWS sendiri menyebut SSRF sebagai salah satu risiko yang dapat digunakan untuk mencoba mengakses Instance Metadata Service (IMDS). (dikutip dari: AWS – Security Hub EC2 Controls)
Apa Itu Cloud Metadata API?
Cloud Metadata API adalah layanan internal yang menyediakan informasi mengenai resource cloud yang sedang berjalan.
Pada Amazon EC2, misalnya, Instance Metadata Service (IMDS) dapat menyediakan informasi seperti identitas instance, hostname, konfigurasi, dan data dinamis. AWS menyediakan IMDS melalui endpoint lokal pada instance. (dikutip dari: AWS – Instance Metadata)
Metadata dapat digunakan aplikasi untuk melakukan konfigurasi otomatis. Karena itu, layanan ini memiliki fungsi penting dalam lingkungan cloud.
Namun, akses yang tidak semestinya dapat menjadi risiko keamanan.
baca juga : Analisis Memori dengan Volatility: Mengungkap Jejak Digital di RAM
Bagaimana Eksploitasi Cloud Metadata API Terjadi?
Eksploitasi biasanya berkaitan dengan SSRF.
Aplikasi yang memiliki fitur untuk mengambil URL dari input pengguna dapat menjadi titik awal. Jika validasi tidak diterapkan dengan baik, attacker dapat mencoba membuat server mengakses resource internal.
Alurnya secara sederhana:
- Attacker menemukan fitur yang dapat melakukan server-side request.
- Attacker memanipulasi input agar server mengakses alamat internal.
- Server mengirim request dari lingkungan cloud.
- Metadata service menerima request tersebut.
- Informasi metadata berpotensi dikembalikan kepada aplikasi.
Dengan demikian, masalah utamanya bukan sekadar metadata service. Celah SSRF pada aplikasi menjadi jalur yang dapat digunakan untuk mencapainya.
Mengapa Metadata API Menjadi Target?
Metadata dapat berisi informasi yang berguna bagi attacker.
Beberapa contoh informasi tersebut adalah:
- Identitas instance.
- Informasi konfigurasi.
- Data lingkungan cloud.
- Instance identity document.
- Informasi credential sementara, tergantung konfigurasi dan layanan.
Risikonya menjadi lebih serius jika metadata dapat digunakan untuk memperoleh credential dengan hak akses tertentu.
Karena itu, kebocoran metadata dapat menjadi awal dari serangan yang lebih luas.
Hubungan SSRF dengan Cloud Metadata
SSRF memungkinkan server membuat request atas nama attacker.
Dalam lingkungan cloud, kondisi tersebut menjadi berbahaya karena server dapat memiliki akses ke resource internal yang tidak dapat dijangkau langsung dari internet.
Contohnya, aplikasi publik dapat memiliki alur:
User → Web Application → Internal Resource
Jika input URL tidak divalidasi, attacker dapat mencoba mengubah tujuan request dari resource yang sah menjadi endpoint internal.
Karena itu, perlindungan SSRF harus menjadi bagian penting dari keamanan aplikasi cloud.
Dampak Eksploitasi Metadata API
Dampaknya bergantung pada informasi yang dapat diakses.
Kebocoran Informasi
Attacker dapat memperoleh informasi mengenai instance dan lingkungan cloud.
Credential Exposure
Jika credential sementara dapat diakses melalui metadata, attacker berpotensi menggunakannya untuk melakukan autentikasi terhadap layanan cloud.

Privilege Abuse
Credential yang memiliki permission tinggi dapat meningkatkan dampak serangan.
Lateral Movement
Akses terhadap satu resource dapat digunakan sebagai pijakan untuk mencoba mengakses resource cloud lainnya.
Dengan demikian, eksploitasi metadata dapat berkembang dari masalah aplikasi menjadi insiden cloud yang lebih besar.
baca juga : SIM Swapping Attack: Cara Kerja, Dampak, dan Cara Mencegah Pembajakan Nomor HP
IMDSv1 vs IMDSv2
Pada Amazon EC2 terdapat IMDSv1 dan IMDSv2.
IMDSv1 menggunakan pola request dan response sederhana. Sementara itu, IMDSv2 menggunakan mekanisme berbasis sesi dan membutuhkan token untuk request metadata. AWS menyediakan opsi untuk membuat instance hanya menerima IMDSv2.
Perbedaan tersebut penting karena IMDSv2 menambahkan lapisan perlindungan terhadap beberapa skenario eksploitasi.
AWS juga merekomendasikan penggunaan IMDSv2 untuk meningkatkan perlindungan terhadap risiko seperti SSRF.
Cara Mencegah Eksploitasi Cloud Metadata API
Perlindungan sebaiknya dilakukan pada beberapa lapisan.
1. Cegah SSRF pada Aplikasi
Validasi URL yang diterima aplikasi.
Hindari membiarkan pengguna menentukan tujuan request secara bebas. Selain itu, gunakan allowlist untuk domain atau endpoint yang memang diperlukan.
2. Gunakan IMDSv2
Pada EC2, konfigurasi instance agar membutuhkan IMDSv2.
AWS menyediakan pengaturan HttpTokens untuk membuat token menjadi wajib. Konfigurasi tersebut membantu mengurangi risiko akses metadata melalui request yang tidak memenuhi mekanisme IMDSv2. (dikutip dari: AWS – Configure Instance Metadata Options)
3. Terapkan Least Privilege
Credential yang digunakan instance sebaiknya hanya memiliki permission yang benar-benar diperlukan.
Jika credential berhasil terekspos, permission yang terbatas dapat mengurangi dampak serangan.
4. Batasi Akses Metadata
Jika aplikasi tidak membutuhkan metadata service, pertimbangkan untuk menonaktifkan akses tersebut.
5. Monitor Aktivitas Cloud
Pantau aktivitas API dan penggunaan credential.
Aktivitas yang tiba-tiba berubah dapat menjadi indikator adanya credential yang disalahgunakan.
baca juga : Kerberos Golden Ticket Attack: Ancaman Serius yang Dapat Menguasai Active Directory
Kesimpulan
Eksploitasi Cloud Metadata API merupakan salah satu risiko keamanan yang perlu diperhatikan dalam lingkungan cloud.
Serangan sering berkaitan dengan SSRF, ketika aplikasi yang rentan digunakan untuk mengakses resource internal. Jika metadata berisi informasi sensitif atau dapat memberikan akses ke credential sementara, dampaknya dapat menjadi serius.
Penggunaan IMDSv2, validasi URL, prinsip least privilege, dan monitoring aktivitas cloud dapat membantu mengurangi risiko.
Karena itu, keamanan metadata tidak boleh dipisahkan dari keamanan aplikasi. Celah kecil pada aplikasi dapat menjadi pintu menuju resource internal cloud jika tidak ditangani dengan tepat.









