Pengantar
Pernahkah Anda menggunakan ChatGPT, Gemini, Claude, atau Microsoft Copilot? Semua aplikasi tersebut mampu menjawab pertanyaan, membuat artikel, menerjemahkan bahasa, bahkan membantu menulis kode program. Kemampuan tersebut berasal dari teknologi yang disebut Large Language Model (LLM).
Namun, ketika membahas Agentic AI, istilah LLM juga hampir selalu ikut disebut. Hal ini membuat banyak orang bertanya, apakah LLM dan Agentic AI merupakan teknologi yang sama?
Jawabannya adalah tidak. Keduanya saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Agar lebih mudah dipahami, bayangkan sebuah mobil. Mesin mobil berfungsi menghasilkan tenaga agar kendaraan bisa bergerak. Namun, tanpa kemudi, rem, roda, dan pengemudi, mobil tidak akan bisa sampai ke tujuan.
Begitu juga dengan Agentic AI. LLM berperan sebagai “otak” yang memproses bahasa dan informasi, sedangkan Agentic AI adalah sistem yang mengatur bagaimana kemampuan tersebut digunakan untuk menyelesaikan suatu tugas.
Apa Itu Large Language Model (LLM)?
Large Language Model atau LLM adalah model kecerdasan buatan yang dilatih menggunakan miliaran bahkan triliunan kata dari berbagai sumber, seperti buku, artikel, jurnal, hingga halaman web.
Melalui proses pelatihan tersebut, LLM belajar memahami pola bahasa manusia. Itulah sebabnya AI mampu menjawab pertanyaan, menjelaskan suatu konsep, membuat cerita, merangkum dokumen, atau menerjemahkan bahasa dengan cukup baik.
Sederhananya, LLM memiliki kemampuan memahami dan menghasilkan teks yang terdengar alami, layaknya sedang berbicara dengan manusia.
Mengapa LLM Belum Bisa Disebut Agentic AI?
Walaupun sangat pintar dalam memahami bahasa, LLM pada dasarnya masih bersifat reaktif.
Artinya, LLM akan menunggu instruksi dari pengguna. Setelah memberikan jawaban, proses biasanya selesai sampai ada perintah berikutnya.
Misalnya, Anda meminta AI membuat ringkasan sebuah artikel. LLM akan membuat ringkasan tersebut, lalu berhenti. Jika ingin mengubah format, mencari referensi tambahan, atau membuat presentasi berdasarkan ringkasan tadi, Anda harus memberikan instruksi baru.
Di sinilah perbedaan utama dengan Agentic AI mulai terlihat.
Peran LLM di Dalam Agentic AI
Dalam sistem Agentic AI, LLM menjadi pusat pemrosesan informasi.
Ketika pengguna memberikan tujuan, LLM akan membantu memahami maksud dari instruksi tersebut. Setelah itu, komponen lain dalam Agentic AI mulai bekerja, seperti menyusun rencana, memilih langkah terbaik, menggunakan berbagai alat pendukung, hingga mengevaluasi hasil pekerjaan.
Dengan kata lain, LLM menyediakan kemampuan berpikir berbasis bahasa, sedangkan Agentic AI mengubah kemampuan tersebut menjadi serangkaian tindakan yang nyata.
Karena itulah banyak orang menyebut LLM sebagai “otak” dalam sistem Agentic AI.
Contoh yang Mudah Dipahami
Bayangkan Anda memiliki seorang koki yang sangat pintar.

Koki tersebut mengetahui ribuan resep makanan, memahami berbagai jenis bumbu, dan mampu menjawab semua pertanyaan tentang memasak. Koki ini bisa diibaratkan sebagai LLM.
Namun, agar sebuah restoran dapat beroperasi, tidak cukup hanya memiliki koki. Dibutuhkan pelayan, kasir, pengelola stok bahan makanan, hingga sistem pemesanan.
Semua bagian tersebut bekerja sama agar pelanggan mendapatkan makanan yang diinginkan.
Agentic AI bekerja dengan cara yang mirip. LLM memberikan kemampuan memahami dan menghasilkan informasi, sementara sistem Agentic AI mengatur seluruh proses agar tujuan pengguna benar-benar tercapai.
Mengapa Kombinasi Ini Sangat Penting?
Semakin berkembangnya teknologi AI, kebutuhan pengguna juga semakin kompleks.
Pengguna tidak hanya ingin mendapatkan jawaban, tetapi juga ingin AI membantu menyelesaikan pekerjaan dari awal hingga selesai.
Misalnya, seseorang ingin membuat laporan bisnis. Dengan LLM saja, AI dapat membantu menulis isi laporan.
Namun, jika dipadukan dengan Agentic AI, sistem dapat mencari data, menganalisis angka, membuat grafik, menyusun laporan, memeriksa kembali hasilnya, lalu mengirimkan dokumen kepada pengguna.
Kemampuan seperti inilah yang membuat Agentic AI mulai banyak diterapkan di perusahaan, lembaga pendidikan, hingga berbagai layanan digital.
Apakah Semua Agentic AI Menggunakan LLM?
Sebagian besar Agentic AI modern memang memanfaatkan LLM sebagai komponen utamanya.
Namun, Agentic AI tidak hanya terdiri dari LLM. Sistem ini juga memiliki komponen lain, seperti planning, memory, reasoning, tool use, dan action yang bekerja bersama untuk menyelesaikan suatu tugas.
Tanpa komponen-komponen tersebut, LLM hanya akan menjadi model bahasa yang mampu menjawab pertanyaan, tetapi belum dapat bertindak secara mandiri.
Kesimpulan
Large Language Model (LLM) dan Agentic AI adalah dua teknologi yang saling melengkapi. LLM berfungsi sebagai otak yang memahami bahasa dan menghasilkan informasi, sedangkan Agentic AI menggunakan kemampuan tersebut untuk merencanakan, mengambil keputusan, serta menjalankan berbagai tindakan secara bertahap.
Memahami hubungan keduanya akan membantu kita melihat bahwa Agentic AI bukan sekadar chatbot yang lebih pintar, melainkan sebuah sistem yang menggabungkan kemampuan berpikir dari LLM dengan mekanisme kerja yang lebih mandiri. Seiring berkembangnya teknologi AI, kombinasi antara LLM dan Agentic AI diperkirakan akan menjadi fondasi utama berbagai aplikasi cerdas di masa depan.









