I. Pendahuluan

Memulai usaha melalui social commerce memang terlihat mudah, namun banyak pemula yang mengalami kegagalan bukan karena produknya buruk, melainkan karena kesalahan-kesalahan mendasar dalam menjalankan strategi penjualan. Mengenali kesalahan umum berikut dapat membantu pelaku usaha baru menghindari jebakan yang sama.

II. Tidak Menentukan Target Pasar yang Jelas

Banyak pemula berjualan tanpa mengetahui secara spesifik siapa target pembelinya, sehingga konten promosi yang dibuat terasa umum dan kurang menyentuh kebutuhan audiens tertentu. Akibatnya, promosi menjadi kurang efektif meskipun sudah dilakukan secara rutin.

III. Foto dan Deskripsi Produk Asal-Asalan

Mengabaikan kualitas foto dan kelengkapan deskripsi produk sering dianggap hal sepele, padahal keduanya adalah faktor utama yang memengaruhi keputusan pembeli saat berbelanja tanpa bisa melihat barang secara langsung.

IV. Kurang Konsisten Posting dan Berinteraksi

Posting yang tidak rutin membuat toko sulit dikenali algoritma maupun audiens, sementara minimnya interaksi seperti membalas komentar dan pesan membuat calon pembeli merasa kurang diperhatikan sehingga enggan melanjutkan transaksi.

V. Mengabaikan Pelayanan Pelanggan

Respons yang lambat terhadap pertanyaan calon pembeli sering menjadi alasan utama batalnya transaksi, karena banyak pembeli yang akhirnya beralih ke penjual lain yang memberikan tanggapan lebih cepat dan ramah.

VI. Tidak Memiliki Strategi Harga yang Matang

Menentukan harga tanpa melakukan riset terhadap kompetitor dapat berujung pada dua risiko, yaitu harga yang terlalu tinggi sehingga kalah bersaing, atau harga yang terlalu rendah sehingga keuntungan tergerus dan usaha sulit bertahan dalam jangka panjang.

VII.Terlalu Fokus Berjualan tanpa Membangun Kepercayaan

Konten yang hanya berisi promosi tanpa diselingi interaksi, edukasi, atau cerita di balik produk cenderung membuat audiens merasa jenuh, sehingga membangun kedekatan dan kepercayaan menjadi hal yang tidak kalah penting dibandingkan sekadar menjual.