Menggunakan CASB untuk Memantau Aplikasi AI
Bayangkan ada puluhan bahkan ratusan alat AI yang digunakan karyawan di perusahaan Anda—tanpa sepengetahuan tim IT. Ini adalah fenomena Shadow AI, dan Cloud Access Security Broker (CASB) adalah salah satu alat paling efektif untuk menemukan dan mengendalikannya.
CASB Itu Apa?
CASB adalah solusi keamanan yang diletakkan di antara pengguna dan layanan cloud untuk menegakkan kebijakan keamanan, melindungi data, dan memastikan kepatuhan . Fungsi CASB mencakup:
-
Memberikan visibilitas ke aplikasi cloud yang digunakan
-
Mengontrol akses ke aplikasi cloud
-
Melindungi data dari kebocoran
Sekarang, vendor CASB terkemuka telah menambahkan kemampuan khusus untuk memantau aplikasi AI generatif, yang sering disebut sebagai GenAI CASB atau AI CASB .
Apa yang Bisa Dilakukan CASB untuk Memantau Aplikasi AI?
1. Menemukan Aplikasi AI yang Digunakan (Discovery)
Langkah pertama adalah “menemukan” semua aplikasi AI yang digunakan di lingkungan Anda. Anda tidak bisa melindungi apa yang tidak Anda lihat.
CASB modern menggunakan analisis lalu lintas jaringan dan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi aplikasi AI yang diakses karyawan. Cato Networks, misalnya, memiliki katalog lebih dari 950 aplikasi GenAI untuk membantu membedakan mana yang disetujui dan tidak disetujui (unsanctioned) . Pendekatan ini bahkan bisa mengidentifikasi aplikasi yang baru diluncurkan yang belum pernah masuk katalog, serta “vibe-coded apps” yang dibuat oleh AI beberapa detik yang lalu .
Apa yang Anda dapatkan:
-
Daftar aplikasi AI apa saja yang digunakan
-
Siapa penggunanya
-
Tingkat risiko aplikasi berdasarkan analisis
2. Mengontrol Akses (Policy Enforcement)
Setelah mengetahui aplikasi AI yang digunakan, Anda bisa membuat kebijakan untuk mengontrolnya. CASB memungkinkan Anda menerapkan kontrol akses yang granular :
-
Memblokir akses ke aplikasi AI yang tidak disetujui
-
Membatasi tindakan seperti mengunggah file, men-download, atau copy-paste
-
Mengenakan izin (tenant restriction) agar karyawan hanya bisa masuk menggunakan akun perusahaan, bukan akun pribadi
3. Melindungi Data Sensitif (DLP)
CASB terintegrasi dengan Data Loss Prevention (DLP) untuk mencegah data sensitif masuk ke AI publik .
Contoh penerapan:
-
Jika karyawan mencoba menempelkan kode sumber atau data pelanggan ke ChatGPT, CASB memblokirnya secara real-time
-
CASB bisa mendeteksi data sensitif dalam lampiran yang diunggah ke Claude atau Gemini
4. Memantau Interaksi dan Kepatuhan (Monitoring & Governance)
CASB menyediakan dashboard yang menampilkan aktivitas AI secara terpusat:
-
Riwayat prompt dan respons pengguna
-
Laporan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan
-
Peringatan jika ada pelanggaran atau risiko

Cloudflare, misalnya, mendukung integrasi API untuk ChatGPT Enterprise, Claude, dan Google Gemini. Dengan ini, tim keamanan bisa:
-
Mendeteksi miskonfigurasi (misalnya, GPT dibagikan ke publik)
-
Melihat API key yang tidak dirotasi
-
Menemukan akun dengan izin berlebihan yang masih memiliki akses ke Gemini AI Ultra
CASB Bekerja dalam Dua Mode
Mode Inline (Real-Time)
-
Memantau lalu lintas secara langsung saat karyawan menggunakan AI
-
Menerapkan kebijakan dan DLP secara real-time
-
Bisa memblokir tindakan berbahaya sebelum terjadi
Mode API (Out-of-Band)
-
Menghubungkan langsung ke akun AI enterprise (seperti ChatGPT Enterprise, Claude, atau Gemini) melalui API
-
Memindai data yang sudah tersimpan (data at rest)—misalnya, chat yang disimpan di ChatGPT atau file yang diunggah ke Claude
-
Menemukan miskonfigurasi dan risiko kepatuhan
Contoh: Cloudflare CASB API untuk M365 Copilot memungkinkan administrator memantau prompt pengguna dan respons AI secara terpisah, serta menerapkan kebijakan DLP pada file di folder “Copilot files” di OneDrive .
Apakah CASB Cukup?
Menurut para ahli, CASB masih memiliki keterbatasan. CASB dirancang untuk era SaaS dengan “aplikasi yang diketahui” dan “aliran data yang terdefinisi”. Generative AI, di sisi lain, memiliki karakteristik yang berbeda :
-
Aplikasi AI muncul sangat cepat—hari ini ChatGPT, besok alat baru
-
Cara data mengalir berbeda—data pelanggan bisa ditempel ke prompt, bukan sekadar diunggah
-
Agen AI otonom menggunakan token dan API key yang tidak terlihat oleh CASB tradisional
Namun, vendor CASB terus berinovasi. iboss, misalnya, meluncurkan AI-Powered CASB yang tidak bergantung pada katalog aplikasi statis, tetapi membaca konten halaman secara langsung (DOM-level) untuk mengidentifikasi dan mengontrol aplikasi AI—termasuk yang dibuat beberapa detik sebelumnya . Pendekatan ini memungkinkan CASB untuk mendeteksi dan memblokir file upload atau copy-paste data sensitif bahkan ke aplikasi AI yang baru muncul.
Tips Praktis Menggunakan CASB
-
Mulai dengan Discovery: Aktifkan fitur CASB discovery untuk melihat aplikasi AI apa yang digunakan di perusahaan Anda. Anda mungkin terkejut dengan hasilnya.
-
Klasifikasikan: Pisahkan aplikasi AI yang disetujui (sanctioned) dan tidak disetujui (unsanctioned). Buat kebijakan berdasarkan tingkat risiko.
-
Terapkan Kontrol Bertahap: Mulai dengan memblokir akses ke aplikasi AI berisiko tinggi. Kemudian, terapkan kontrol DLP untuk melindungi data sensitif di aplikasi yang diizinkan.
-
Pantau secara Berkala: Periksa dashboard CASB secara rutin untuk melihat aktivitas mencurigakan dan memperbarui kebijakan.
-
Integrasikan dengan Alat Lain: CASB bekerja paling baik jika dikombinasikan dengan alat keamanan lain seperti DLP, endpoint security, dan security awareness training.
Kesimpulan
CASB adalah alat yang sangat berguna untuk memantau dan mengendalikan aplikasi AI. Ia membantu Anda menemukan aplikasi AI yang digunakan, mengontrol akses dan tindakan karyawan, serta melindungi data sensitif dari kebocoran ke AI publik. Dengan semakin maraknya Shadow AI, CASB modern menjadi alat penting untuk menyeimbangkan inovasi dan keamanan di era AI.









