Pengantar
RADIUS dan TACACS+ merupakan protokol AAA (Authentication, Authorization, and Accounting) yang banyak digunakan untuk mengontrol akses ke jaringan dan perangkat.
Keduanya memiliki fungsi yang mirip. Namun, cara kerja, transport protocol, dan model authorization keduanya berbeda. RADIUS umumnya digunakan untuk network access, sedangkan TACACS+ banyak digunakan untuk device administration. Cisco juga menjelaskan perbedaan tersebut dalam dokumentasi perbandingan RADIUS dan TACACS+ (dikutip dari: Cisco – Compare TACACS+ and RADIUS).
Apa Itu RADIUS?
RADIUS (Remote Authentication Dial-In User Service) adalah protokol AAA yang digunakan untuk autentikasi dan pengelolaan akses pengguna ke jaringan.
RADIUS menggunakan model client-server. Dalam skenario umum, perangkat seperti VPN gateway, wireless controller, atau Network Access Server (NAS) bertindak sebagai client. Perangkat tersebut kemudian meneruskan permintaan autentikasi ke RADIUS server.
RADIUS menggunakan UDP, dengan port standar 1812 untuk authentication dan authorization serta 1813 untuk accounting. Standar RADIUS dijelaskan dalam RFC 2865 (dikutip dari: RFC 2865 – RADIUS).
baca juga : Resource-Based Constrained Delegation (RBCD): Celah Delegasi Kerberos yang Mengancam Active Directory
Apa Itu TACACS+?
TACACS+ (Terminal Access Controller Access-Control System Plus) adalah protokol AAA yang banyak digunakan untuk mengelola akses administratif ke perangkat jaringan.
Contohnya adalah router, switch, firewall, dan perangkat network lainnya.
TACACS+ menggunakan TCP port 49. Protokol ini dirancang untuk kebutuhan device administration, termasuk autentikasi administrator, authorization terhadap operasi, dan accounting aktivitas. Hal tersebut juga dijelaskan dalam RFC 8907 (dikutip dari: RFC 8907 – TACACS+ Protocol).
Perbedaan RADIUS dan TACACS+
Perbedaan utama keduanya dapat dilihat dari beberapa aspek.
| Aspek | RADIUS | TACACS+ |
|---|---|---|
| Transport | UDP | TCP |
| Port umum | 1812/1813 | 49 |
| Fokus | Network Access | Device Administration |
| AAA | Authentication dan Authorization lebih terintegrasi | Authentication, Authorization, Accounting dipisahkan |
| Command Authorization | Terbatas | Lebih granular |
| Penggunaan umum | Wi-Fi, VPN, Network Access | Router, Switch, Firewall |
Dengan demikian, pemilihan protokol sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan jaringan.
Authentication, Authorization, dan Accounting
Authentication memastikan identitas pengguna.
Contohnya, administrator memasukkan username dan password sebelum masuk ke perangkat jaringan.
RADIUS maupun TACACS+ dapat digunakan untuk proses tersebut.
Authorization
menentukan tindakan yang boleh dilakukan setelah pengguna berhasil login.
Pada bagian ini, TACACS+ memiliki keunggulan untuk administrasi perangkat. Administrator dapat diberikan izin yang lebih spesifik terhadap command tertentu.
Sebaliknya, RADIUS lebih sering digunakan untuk menentukan apakah pengguna mendapatkan akses ke layanan atau jaringan.
Accounting
Accounting mencatat aktivitas pengguna.
Data tersebut dapat digunakan untuk mengetahui siapa yang login, kapan akses dilakukan, dan aktivitas apa yang terjadi. Informasi accounting juga berguna untuk audit keamanan.
RADIUS Menggunakan UDP
RADIUS menggunakan UDP karena desainnya mengandalkan mekanisme request dan response pada level protokol.
Penggunaan UDP membuat implementasinya relatif sederhana. Namun, perangkat dan RADIUS server perlu menangani timeout serta retransmission ketika terjadi masalah komunikasi.
RADIUS juga memiliki dukungan luas pada berbagai perangkat jaringan sehingga sering digunakan untuk Wi-Fi authentication, VPN access, dan Network Access Control.
TACACS+ Menggunakan TCP
Berbeda dengan RADIUS, TACACS+ menggunakan TCP port 49.
TCP menyediakan koneksi yang berorientasi pada koneksi. Karena itu, mekanisme transport dapat menangani delivery secara berbeda dibandingkan UDP.
TACACS+ juga memisahkan fungsi AAA. Pendekatan ini membuat authorization dapat diterapkan secara lebih detail pada perangkat jaringan.

Perbedaan Perlindungan Data
Salah satu perbedaan penting terdapat pada perlindungan data.
RADIUS klasik menggunakan shared secret dan secara tradisional hanya memberikan perlindungan khusus terhadap password pada Access-Request. Field lain tidak otomatis mendapatkan perlindungan yang sama.
TACACS+ klasik menggunakan mekanisme obfuscation terhadap body paket. Namun, RFC 8907 menegaskan bahwa mekanisme tersebut bukan enkripsi modern yang memberikan confidentiality dan integrity yang kuat. Karena itu, TACACS+ harus ditempatkan pada jalur komunikasi yang aman (dikutip dari: RFC 8907 – Security Considerations).
baca juga : Windows Event Log Tampering: Cara Mendeteksi Manipulasi Jejak Aktivitas di Windows
RADIUS vs TACACS+: Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada satu protokol yang selalu lebih baik.
RADIUS cocok ketika kebutuhan utama adalah mengontrol akses pengguna ke jaringan. Contohnya adalah autentikasi Wi-Fi, VPN, dan Network Access Control.
Sementara itu, TACACS+ lebih cocok untuk administrasi perangkat. Protokol ini memberikan pemisahan AAA dan kontrol authorization yang lebih granular.
Karena itu, organisasi dapat menggunakan keduanya sesuai kebutuhan.
Best Practice Keamanan
Apa pun protokol yang digunakan, keamanan komunikasi tetap harus diperhatikan.
Beberapa praktik yang dapat diterapkan adalah:
- Batasi akses client ke AAA server.
- Gunakan shared secret yang kuat dan unik.
- Pisahkan jaringan AAA dari traffic umum.
- Gunakan firewall untuk membatasi koneksi.
- Monitor aktivitas authentication dan accounting.
- Terapkan least privilege.
- Gunakan mekanisme transport yang aman jika tersedia.
- Audit konfigurasi secara berkala.
Khusus untuk TACACS+, RFC 8907 menekankan bahwa protokol harus digunakan dalam deployment yang menjaga privacy dan integrity komunikasi.
Kapan Menggunakan RADIUS?
RADIUS menjadi pilihan yang tepat ketika organisasi membutuhkan centralized authentication untuk network access.
Beberapa contohnya:
- Enterprise Wi-Fi.
- VPN.
- Network Access Control.
- Remote access.
- Authentication pengguna jaringan.
Keunggulan utamanya adalah dukungan luas dari berbagai perangkat dan sistem network access.
Kapan Menggunakan TACACS+?
TACACS+ lebih sesuai untuk administrasi perangkat jaringan.
Contohnya:
- Login administrator router.
- Administrasi switch.
- Pengelolaan firewall.
- Command authorization.
- Audit aktivitas administrator.
Dengan authorization yang lebih granular, administrator dapat mengontrol command yang boleh dijalankan oleh setiap pengguna atau kelompok.
baca juga : QUIC Packet Number Encryption: Cara QUIC Melindungi Nomor Paket dari Pengamatan
Kesimpulan
RADIUS dan TACACS+ sama-sama merupakan protokol AAA. Namun, keduanya memiliki fokus penggunaan yang berbeda.
RADIUS lebih umum digunakan untuk network access, seperti Wi-Fi dan VPN. Sementara itu, TACACS+ lebih cocok untuk device administration karena memisahkan authentication, authorization, dan accounting.
Dengan memahami perbedaan tersebut, administrator dapat memilih protokol yang sesuai dengan kebutuhan jaringan. Selain itu, penerapan least privilege, network segmentation, monitoring, dan secure transport tetap penting untuk menjaga keamanan sistem AAA.









1 Comment
PCIe DMA (Direct Memory Access) Attack: Ancaman Akses Memori yang Bisa Membobol Keamanan Sistem - buletinsiber.com
1 day ago[…] baca juga : RADIUS & TACACS+ Protocol: Memahami Perbedaan Dua Protokol AAA untuk Keamanan Jaringan […]