Pengantar
Kalau kamu sering baca berita soal CBDC, mungkin pernah menemukan istilah retail CBDC dan wholesale CBDC. Dua istilah ini sering muncul bersamaan, tapi ternyata fungsinya cukup berbeda. Bahkan, kebanyakan negara justru memulai proyek CBDC mereka dari wholesale dulu, sebelum melangkah ke retail.
Yuk kita bahas apa perbedaan keduanya, dan kenapa urutan pengembangannya biasanya seperti itu.
Definisi Singkat Keduanya
- Retail CBDC adalah CBDC yang dirancang untuk dipakai langsung oleh masyarakat umum, mirip seperti memakai uang tunai atau e-wallet untuk transaksi sehari-hari.
- Wholesale CBDC adalah CBDC yang dirancang khusus untuk transaksi antarbank atau antarlembaga keuangan besar, dan tidak menyentuh masyarakat secara langsung.
Siapa yang Memakainya?
- Retail CBDC dipakai oleh masyarakat umum, mulai dari individu sampai pelaku usaha kecil, untuk kebutuhan transaksi sehari-hari seperti belanja, bayar tagihan, atau transfer antarpengguna.
- Wholesale CBDC hanya dipakai oleh institusi keuangan tertentu, seperti bank komersial, lembaga kliring, atau bank sentral itu sendiri, untuk keperluan transaksi dalam skala besar.
Tujuan Penggunaan
- Retail CBDC bertujuan meningkatkan efisiensi pembayaran masyarakat, mendorong inklusi keuangan, dan menyediakan alternatif uang digital resmi negara untuk transaksi harian.
- Wholesale CBDC bertujuan mempercepat dan mempermudah penyelesaian transaksi besar antarbank, misalnya dalam proses kliring, penyelesaian surat berharga, atau transaksi pasar uang.
Skala dan Kompleksitas Transaksi
- Retail CBDC biasanya melibatkan transaksi bernilai kecil hingga menengah, tapi dengan volume yang sangat besar, karena dipakai jutaan bahkan ratusan juta pengguna sekaligus.
- Wholesale CBDC melibatkan transaksi bernilai besar, tapi dengan volume pengguna yang jauh lebih terbatas, karena hanya dipakai institusi keuangan tertentu.
Tingkat Risiko dan Pengawasan
- Retail CBDC membutuhkan sistem keamanan yang sangat kuat untuk melindungi jutaan pengguna individu, sekaligus perlu mempertimbangkan aspek kemudahan penggunaan bagi masyarakat awam.
- Wholesale CBDC relatif lebih mudah diawasi karena penggunanya terbatas pada institusi resmi yang sudah diatur ketat, sehingga risikonya secara teknis lebih terkendali dibanding retail CBDC yang melibatkan masyarakat luas.
Mengapa Banyak Negara Memulai dari Wholesale CBDC?
Ada beberapa alasan kenapa banyak negara, termasuk Indonesia lewat Proyek Garuda, memilih memulai pengembangan dari wholesale CBDC terlebih dahulu:
- Risiko lebih terkendali, karena pengguna terbatas pada institusi keuangan yang sudah punya sistem pengamanan memadai.
- Uji coba lebih sederhana, sebelum sistem diperluas untuk menangani jutaan pengguna individu sekaligus.
- Dampak terhadap sistem keuangan lebih mudah diprediksi, dibanding langsung meluncurkan retail CBDC yang berpotensi mengubah perilaku masyarakat secara drastis.
Setelah tahap wholesale dianggap matang dan stabil, barulah negara biasanya melangkah ke tahap retail CBDC secara bertahap.

Tabel Perbandingan Ringkas
| Aspek | Retail CBDC | Wholesale CBDC |
|---|---|---|
| Pengguna | Masyarakat umum | Bank/lembaga keuangan |
| Tujuan utama | Transaksi harian, inklusi keuangan | Penyelesaian transaksi antarbank |
| Skala transaksi | Nilai kecil-menengah, volume besar | Nilai besar, volume terbatas |
| Kompleksitas sistem | Perlu mudah dipakai masyarakat awam | Fokus pada keamanan & efisiensi institusi |
| Tahap pengembangan | Umumnya tahap lanjutan | Umumnya tahap awal |
Apakah Keduanya Berjalan Terpisah?
Meski fungsinya berbeda, retail dan wholesale CBDC sebenarnya bisa saling terhubung dalam satu ekosistem. Misalnya, wholesale CBDC bisa dipakai bank sentral dan bank komersial untuk menyelesaikan transaksi besar, yang kemudian mendukung kelancaran distribusi retail CBDC ke masyarakat lewat bank-bank tersebut.
Penutup
Retail dan wholesale CBDC memang sama-sama bagian dari mata uang digital bank sentral, tapi keduanya melayani kebutuhan yang berbeda. Retail CBDC menyasar masyarakat umum untuk transaksi sehari-hari, sementara wholesale CBDC berfokus pada efisiensi transaksi besar antarlembaga keuangan. Memahami perbedaan ini penting, supaya kita bisa lebih paham kenapa pengembangan CBDC di banyak negara, termasuk Indonesia, dilakukan secara bertahap dan tidak langsung menyasar masyarakat luas sejak awal.









