Pendahuluan

Transportasi menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang menggunakan kendaraan untuk pergi bekerja, kuliah, berbelanja, mengantar keluarga, maupun melakukan perjalanan lainnya. Pilihan transportasi tersebut tidak hanya memengaruhi biaya dan waktu perjalanan, tetapi juga jejak karbon yang dihasilkan.

Dua pilihan yang sering digunakan adalah transportasi umum dan kendaraan pribadi. Transportasi umum seperti bus dan kereta dapat membawa banyak penumpang sekaligus, sedangkan kendaraan pribadi memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada penggunanya.

Lalu, jika dilihat dari emisi karbon, mana yang lebih rendah karbon?

Apa Itu Jejak Karbon Transportasi?

Jejak karbon transportasi adalah jumlah emisi gas rumah kaca yang berkaitan dengan aktivitas perjalanan menggunakan suatu moda transportasi.

Pada kendaraan berbahan bakar fosil, emisi dapat berasal dari pembakaran bensin atau solar. Pada kendaraan listrik, emisi langsung dari knalpot tidak ada, tetapi penggunaan listrik dan proses produksi kendaraan tetap memiliki dampak lingkungan.

Jejak karbon biasanya dinyatakan dalam karbon dioksida ekuivalen (CO₂e).

Untuk membandingkan moda transportasi, emisi dapat dihitung berdasarkan perjalanan atau emisi per penumpang per kilometer.

Mengapa Transportasi Menghasilkan Emisi?

Sebagian kendaraan masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energi. Ketika bahan bakar dibakar, kendaraan menghasilkan karbon dioksida dan emisi lainnya.

Selain penggunaan kendaraan, jejak karbon transportasi juga dapat berkaitan dengan produksi kendaraan, penyediaan energi, pembangunan infrastruktur, perawatan, hingga akhir masa penggunaan kendaraan.

Namun, untuk perjalanan sehari-hari, konsumsi energi selama kendaraan digunakan menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan.

Transportasi Umum dan Jejak Karbon

Transportasi umum dirancang untuk membawa banyak orang dalam satu perjalanan.

Bus, kereta, MRT, LRT, dan moda transportasi massal lainnya dapat membagi penggunaan energi kendaraan kepada banyak penumpang.

Misalnya, satu bus yang membawa puluhan penumpang dapat menggantikan sejumlah perjalanan menggunakan mobil pribadi.

Karena itu, ketika tingkat keterisian cukup tinggi dan sistem beroperasi secara efisien, transportasi umum umumnya dapat menghasilkan emisi per penumpang yang lebih rendah dibandingkan penggunaan mobil pribadi oleh satu orang.

Kendaraan Pribadi dan Jejak Karbon

Kendaraan pribadi memberikan fleksibilitas karena pengguna dapat menentukan waktu, rute, dan tujuan perjalanan sendiri.

Namun, jika sebuah mobil digunakan hanya oleh satu orang, seluruh konsumsi energi perjalanan tersebut dialokasikan kepada satu penumpang.

Emisi juga dipengaruhi oleh jenis kendaraan, efisiensi bahan bakar, jarak perjalanan, kondisi lalu lintas, serta jumlah orang di dalam kendaraan.

Karena itu, kendaraan pribadi yang digunakan bersama beberapa penumpang dapat memiliki emisi per orang yang lebih rendah dibandingkan ketika digunakan sendirian.

Mana yang Lebih Rendah Karbon?

Secara umum, transportasi umum dengan tingkat keterisian yang baik cenderung lebih rendah karbon per penumpang dibandingkan kendaraan pribadi berbahan bakar fosil yang hanya digunakan oleh satu orang.

Namun, tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua perjalanan.

Perbandingan perlu mempertimbangkan jenis kendaraan, jumlah penumpang, sumber energi, jarak perjalanan, kondisi lalu lintas, serta efisiensi sistem transportasi.

Sebagai gambaran:

Faktor Transportasi Umum Kendaraan Pribadi
Jumlah penumpang Dapat membawa banyak orang Biasanya lebih sedikit
Energi per penumpang Dapat lebih rendah Dapat lebih tinggi jika digunakan sendiri
Fleksibilitas Mengikuti rute dan jadwal Lebih fleksibel
Kemacetan Dapat mengurangi jumlah kendaraan Dapat menambah jumlah kendaraan
Emisi Bergantung moda dan keterisian Bergantung kendaraan dan jumlah penumpang

Jadi, jenis transportasi saja belum cukup untuk menentukan emisi. Cara transportasi tersebut digunakan juga sangat berpengaruh.

Bagaimana dengan Sepeda Motor?

Sepeda motor umumnya menggunakan bahan bakar lebih sedikit dibandingkan mobil untuk perjalanan yang sama, terutama karena ukuran dan berat kendaraan lebih kecil.

Namun, sepeda motor tetap menghasilkan emisi jika menggunakan bahan bakar fosil.

Besarnya jejak karbon bergantung pada konsumsi bahan bakar, jarak perjalanan, kondisi kendaraan, dan cara berkendara.

Karena itu, sepeda motor tidak otomatis menjadi pilihan tanpa emisi meskipun konsumsi bahan bakarnya dapat lebih rendah dibandingkan beberapa jenis mobil.

Bagaimana dengan Kendaraan Listrik?

Kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi knalpot saat digunakan. Namun, listrik untuk mengisi baterai harus berasal dari suatu sumber energi.

Jika listrik berasal dari sumber rendah karbon, emisi penggunaan kendaraan dapat menjadi lebih rendah. Jika sistem listrik masih banyak menggunakan bahan bakar fosil, tetap terdapat emisi tidak langsung dari pembangkitan listrik.

Selain itu, produksi kendaraan dan baterai juga memiliki jejak karbon.

Karena itu, perbandingan kendaraan listrik dan transportasi umum perlu melihat keseluruhan sistem, bukan hanya emisi dari knalpot.

Peran Jumlah Penumpang

Jumlah penumpang menjadi faktor penting dalam membandingkan jejak karbon transportasi.

Misalnya, satu mobil digunakan oleh empat orang. Konsumsi energi perjalanan tersebut dapat dibagi kepada empat penumpang.

Sebaliknya, bus yang hampir kosong mungkin memiliki emisi per penumpang lebih tinggi dibandingkan ketika bus tersebut penuh.

Inilah sebabnya konsep emisi per penumpang-kilometer berguna untuk membandingkan berbagai moda transportasi secara lebih adil.

Kemacetan dan Konsumsi Energi

Kemacetan dapat membuat kendaraan menghabiskan lebih banyak waktu dalam perjalanan. Pada kendaraan tertentu, kondisi berhenti dan berjalan berulang kali dapat meningkatkan penggunaan bahan bakar.

Jika banyak orang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal yang efisien, jumlah kendaraan di jalan berpotensi berkurang.

Selain mengurangi emisi, transportasi umum yang baik juga dapat membantu mengurangi kebutuhan ruang untuk kendaraan dan parkir.

Cara Mengurangi Jejak Karbon Transportasi

Mengurangi emisi transportasi tidak berarti harus sepenuhnya berhenti menggunakan kendaraan pribadi.

Untuk perjalanan dekat, berjalan kaki atau bersepeda dapat menjadi pilihan jika kondisi aman dan memungkinkan. Untuk perjalanan yang lebih jauh, transportasi umum dapat dipertimbangkan jika tersedia.

Jika kendaraan pribadi tetap diperlukan, perjalanan dapat dibuat lebih efisien dengan menggabungkan beberapa kebutuhan dalam satu perjalanan atau berbagi kendaraan dengan orang lain.

Pemilihan kendaraan yang lebih efisien serta perawatan rutin juga dapat membantu mengurangi penggunaan energi.

Peran Carbon Tracking

Carbon tracking dapat membantu mengetahui seberapa besar emisi dari aktivitas transportasi sehari-hari.

Data yang dapat dicatat meliputi jenis kendaraan, jarak perjalanan, jumlah bahan bakar, jumlah penumpang, atau penggunaan listrik pada kendaraan listrik.

Secara sederhana:

Emisi Transportasi = Data Aktivitas × Faktor Emisi

Dengan mencatat perjalanan, pengguna dapat membandingkan perubahan ketika menggunakan mobil pribadi, sepeda motor, bus, kereta, atau moda lainnya.

Peran Teknologi

Teknologi dapat membantu masyarakat memilih perjalanan yang lebih efisien.

Aplikasi transportasi dapat memberikan informasi mengenai jadwal dan rute transportasi umum. Sistem navigasi dapat membantu menentukan rute perjalanan, sedangkan aplikasi carbon footprint tracking dapat digunakan untuk memperkirakan emisi.

Perkembangan kendaraan listrik, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan sistem transportasi pintar juga dapat membantu meningkatkan efisiensi transportasi.

Namun, teknologi perlu didukung oleh infrastruktur dan layanan transportasi umum yang mudah diakses masyarakat.

Pilih Transportasi Sesuai Kebutuhan

Tidak semua orang memiliki akses terhadap transportasi umum yang sama. Di beberapa daerah, kendaraan pribadi mungkin masih menjadi pilihan utama karena keterbatasan rute dan layanan.

Karena itu, pilihan transportasi rendah karbon perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Pendekatan sederhana yang dapat digunakan adalah:

Berjalan atau bersepeda jika memungkinkan → Gunakan transportasi umum → Berbagi kendaraan → Gunakan kendaraan pribadi secara efisien

Dengan cara tersebut, pengurangan emisi dapat dilakukan secara realistis sesuai kebutuhan perjalanan.

Kesimpulan

Transportasi umum umumnya dapat menghasilkan emisi per penumpang yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi berbahan bakar fosil yang digunakan sendirian, terutama ketika transportasi umum memiliki tingkat keterisian yang baik.

Namun, jejak karbon transportasi dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk jenis kendaraan, sumber energi, jumlah penumpang, jarak perjalanan, dan kondisi lalu lintas.

Berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, berbagi kendaraan, serta melakukan carbon tracking dapat membantu mengurangi jejak karbon dari perjalanan sehari-hari.

Pada akhirnya, pilihan transportasi yang lebih rendah karbon adalah pilihan yang mempertimbangkan efisiensi energi, jumlah penumpang, kebutuhan perjalanan, dan kondisi transportasi yang tersedia.