Perbandingan IAM di AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure: Mana yang Terbaik?

Saat mulai pindah ke cloud, salah satu hal terpenting yang harus dipikirkan adalah soal Identity and Access Management (IAM). Layanan ini menentukan siapa bisa akses apa, dan sejauh apa mereka boleh melakukan sesuatu.
Nah, tiga raksasa cloud — AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure — punya sistem IAM masing-masing dengan fitur yang mirip, tapi tetap punya kelebihannya sendiri.

Di artikel ini, kita bahas secara santai tapi jelas, biar kamu bisa menentukan mana yang paling cocok buat kebutuhan perusahaan atau proyek kamu.


Sekilas Tentang IAM di Cloud

IAM di cloud sebenarnya punya tujuan yang sama:

  • Mengatur identitas pengguna

  • Mengatur hak akses ke layanan

  • Mengontrol aktivitas dan izin

  • Menjaga keamanan data

Bedanya ada di cara implementasi, fitur unik, dan kemudahan penggunaannya.


IAM di AWS

Nama layanan: AWS Identity and Access Management

AWS punya ekosistem yang besar dan IAM-nya cukup matang. Beberapa keunggulannya:

Kelebihan AWS IAM:

  • Sangat fleksibel untuk membuat policy

  • Bisa mengatur izin secara sangat detail (granular)

  • Banyak fitur tambahan seperti IAM Roles, IAM Identity Center, hingga STS

  • Dokumentasi lengkap dan komunitas besar

Kekurangan AWS IAM:

  • Policy JSON-nya cukup kompleks untuk pemula

  • Terlalu banyak opsi bisa bikin bingung kalau baru mulai

AWS cocok untuk perusahaan yang butuh kontrol akses super detail dan layanan skala besar.


IAM di Google Cloud

Nama layanan: Google Cloud IAM

Google Cloud terkenal dengan antarmuka yang lebih clean dan mudah dipahami. IAM-nya juga lebih simpel tetapi tetap kuat.

Kelebihan GCP IAM:

  • Role bawaan (predefined roles) sangat jelas

  • Lebih mudah digunakan untuk pemula

  • Integrasi kuat dengan Workspace

  • Konsisten dan sederhana dalam struktur izinnya

Kekurangan GCP IAM:

  • Pengaturan granular tidak sebanyak AWS

  • Beberapa fitur advanced masih tertinggal dibanding AWS

GCP cocok untuk organisasi yang butuh IAM yang mudah dipahami dan ingin cepat implementasi.


IAM di Microsoft Azure

Nama layanan: Azure Active Directory (Azure AD) + Azure RBAC

Azure IAM lebih fokus pada identitas organisasi karena berbasis Active Directory.

Kelebihan Azure IAM:

  • Terbaik dalam integrasi identitas enterprise (karena AD)

  • Mendukung SSO dan hybrid identity dengan sangat baik

  • RBAC sangat kuat untuk mengatur izin resource

  • Cocok untuk perusahaan berbasis Windows

Kekurangan Azure IAM:

  • Bisa membingungkan karena harus memakai Azure AD + RBAC sekaligus

  • Beberapa fitur butuh lisensi tambahan

Azure cocok untuk perusahaan yang sudah terbiasa dengan ekosistem Microsoft.


Tabel Perbandingan Singkat

Fitur AWS IAM GCP IAM Azure IAM
Kemudahan penggunaan Sedang Mudah Sedang
Kontrol izin granular Sangat baik Baik Baik
Integrasi enterprise Baik Baik Sangat baik
Dokumentasi & komunitas Sangat luas Baik Baik
Cocok untuk pemula Tidak terlalu Ya Menengah
Cocok untuk perusahaan besar Sangat cocok Cocok Sangat cocok

Mana yang Terbaik?

Sebenarnya tidak ada “yang terbaik” secara mutlak. Jawabannya tergantung kebutuhan:

  • Kalau kamu butuh fleksibilitas tinggi: pilih AWS

  • Kalau kamu ingin kemudahan & konsistensi: pilih GCP

  • Kalau perusahaan sudah pakai Microsoft: pilih Azure

Yang paling penting bukan cloud mana yang paling hebat, tapi cloud mana yang paling pas dengan proses dan tim kamu.


Kesimpulan

Semua provider punya IAM yang kuat dengan gaya berbeda. AWS memberikan fleksibilitas tingkat tinggi, GCP menawarkan kesederhanaan, sementara Azure unggul dalam integrasi enterprise.

Kuncinya adalah memahami kebutuhan perusahaan, memahami kemampuan tim, dan menyesuaikan IAM agar benar-benar mendukung keamanan serta produktivitas kerja.