Pendahuluan
Banyak perusahaan sudah memiliki infrastruktur IT sendiri (on-premise) sebelum beralih ke cloud. Untuk mengoptimalkan investasi dan fleksibilitas, perusahaan dapat mengintegrasikan cloud dengan infrastruktur yang sudah ada menggunakan model hybrid cloud. Pendekatan ini memungkinkan bisnis memanfaatkan keunggulan cloud sekaligus menjaga kontrol atas sistem lokal.
1. Apa Itu Hybrid Cloud
Hybrid cloud adalah kombinasi antara:
-
On-premise: Server dan infrastruktur lokal yang dimiliki perusahaan
-
Cloud publik/private: Layanan cloud dari CSP
Tujuan hybrid cloud adalah memanfaatkan skalabilitas, fleksibilitas, dan efisiensi biaya cloud, sambil tetap mengelola data dan aplikasi kritis secara lokal.
2. Manfaat Hybrid Cloud
-
Fleksibilitas:
-
Memungkinkan memindahkan beban kerja (workload) antara cloud dan on-premise sesuai kebutuhan.
-
-
Keamanan:
-
Data sensitif tetap bisa disimpan di on-premise sementara aplikasi lain berjalan di cloud.
-
-
Skalabilitas:
-
Cloud digunakan untuk menampung lonjakan pengguna atau proyek sementara.
-
-
Efisiensi Biaya:
-
Mengurangi kebutuhan investasi infrastruktur baru karena sebagian beban kerja dialihkan ke cloud.
-
3. Tantangan Integrasi
-
Kompleksitas teknis: Integrasi antara sistem lokal dan cloud memerlukan konfigurasi dan monitoring yang cermat.
-
Keamanan data: Harus memastikan data tetap aman saat berpindah antara on-premise dan cloud.
-
Manajemen beban kerja: Perlu strategi agar aplikasi dan data berjalan optimal di kedua lingkungan.
4. Strategi Integrasi Hybrid Cloud
-
Identifikasi workload yang tepat:
-
Simpan data sensitif atau kritis di on-premise.
-
Gunakan cloud untuk aplikasi publik, analitik, atau proyek sementara.
-
-
Gunakan koneksi aman:
-
VPN atau dedicated link untuk menghubungkan on-premise dengan cloud.
-
-
Monitoring terpadu:
-
Gunakan tools untuk memantau performa, keamanan, dan pemakaian resource di cloud dan on-premise.
-
-
Otomatisasi deployment:
-
Gunakan platform hybrid cloud yang mendukung deployment otomatis agar lebih efisien.
-
5. CSP Populer untuk Hybrid Cloud
-
Microsoft Azure: Mendukung integrasi dengan Windows Server dan Active Directory.
-
AWS: Menyediakan layanan seperti AWS Outposts untuk membawa layanan AWS ke data center lokal.
-
Google Cloud: Mendukung multi-cloud dan integrasi dengan infrastruktur on-premise melalui Anthos.
Kesimpulan
Hybrid cloud memungkinkan perusahaan memanfaatkan keunggulan cloud tanpa meninggalkan infrastruktur lokal yang sudah ada. Dengan strategi integrasi yang tepat, bisnis bisa mendapatkan fleksibilitas, skalabilitas, dan keamanan sekaligus menjaga efisiensi biaya.








