Pendahuluan
Grafana adalah aplikasi populer yang digunakan untuk menampilkan data monitoring dalam bentuk dashboard. Banyak organisasi mengandalkan Grafana untuk memantau server, jaringan, hingga aplikasi. Namun, pada tahun 2025 ditemukan sebuah celah keamanan penting yang diberi kode CVE-2025-4123.
Kerentanan ini dapat dimanfaatkan penyerang untuk menjalankan skrip berbahaya di browser pengguna dan dalam kondisi tertentu bahkan bisa mengarah ke serangan yang lebih serius.
Apa Itu CVE-2025-4123?
CVE-2025-4123 adalah kerentanan keamanan pada Grafana yang berkaitan dengan:
-
Cross-Site Scripting (XSS)
-
Open Redirect
-
Dan berpotensi berkembang menjadi Server-Side Request Forgery (SSRF)
Kerentanan ini muncul akibat kombinasi pengolahan URL yang tidak aman, sehingga penyerang dapat memanipulasi jalur (path) dan mengarahkan pengguna ke konten berbahaya.
Jenis dan Penyebab Kerentanan
Kerentanan ini terjadi karena:
-
Grafana tidak memvalidasi dan membatasi jalur URL dengan cukup ketat
-
Fitur redirect dapat dimanfaatkan untuk mengarahkan pengguna ke domain luar
-
Dalam kondisi tertentu, skrip JavaScript berbahaya dapat dijalankan di browser korban
Meskipun Grafana memiliki Content Security Policy (CSP), perlindungan tersebut tidak sepenuhnya menutup semua kemungkinan serangan.
Produk dan Versi yang Terdampak
-
Produk: Grafana
-
Versi: Beberapa versi sebelum patch keamanan dirilis
Risiko akan meningkat jika:
-
Anonymous access (akses tanpa login) diaktifkan
-
Dashboard dibuka ke publik
-
Plugin tambahan seperti Image Renderer digunakan
Dampak dan Tingkat Risiko
CVE-2025-4123 memiliki tingkat keparahan tinggi (High).
Dampak yang dapat terjadi antara lain:
-
Eksekusi JavaScript berbahaya di browser pengguna
-
Pencurian cookie atau sesi login
-
Pengalihan pengguna ke situs berbahaya
-
Potensi SSRF jika plugin tertentu terpasang
Serangan ini biasanya memerlukan interaksi pengguna, misalnya dengan mengklik tautan berbahaya.
Cara Kerentanan Dieksploitasi
Secara sederhana, alur serangan bisa terjadi seperti berikut:
-
Penyerang membuat URL Grafana yang telah dimanipulasi
-
URL tersebut berisi jalur dan redirect berbahaya
-
Korban mengakses URL tersebut
-
Browser korban menjalankan skrip berbahaya atau diarahkan ke domain penyerang
Jika plugin Image Renderer digunakan, permintaan tertentu bisa dijalankan oleh server Grafana, bukan hanya browser pengguna.
Contoh Skenario
Bayangkan sebuah dashboard Grafana dibuka untuk publik. Penyerang menyebarkan link Grafana yang terlihat normal, namun sebenarnya telah dimodifikasi. Ketika link dibuka, pengguna tanpa sadar menjalankan skrip berbahaya yang bisa mencuri informasi atau mengubah tampilan dashboard.
Mitigasi dan Cara Mengatasi
Untuk mengurangi risiko CVE-2025-4123, langkah berikut sangat disarankan:
-
Update Grafana
Segera gunakan versi Grafana yang sudah mendapatkan patch keamanan resmi. -
Nonaktifkan Anonymous Access
Batasi akses dashboard hanya untuk pengguna yang login. -
Perketat Content Security Policy
Batasi sumber JavaScript dan konten eksternal. -
Periksa Plugin
Gunakan plugin resmi dan hapus plugin yang tidak diperlukan. -
Batasi Akses Publik
Hindari membuka dashboard sensitif ke internet tanpa perlindungan tambahan.
Implikasi bagi Administrator
Kerentanan ini menunjukkan bahwa:
-
Dashboard monitoring juga bisa menjadi target serangan
-
Konfigurasi default yang terbuka dapat meningkatkan risiko
-
Keamanan tidak hanya soal server, tapi juga antarmuka web
Administrator perlu memastikan bahwa Grafana diperlakukan sebagai aset kritis, bukan sekadar alat visualisasi.
Kesimpulan
CVE-2025-4123 adalah kerentanan serius yang memanfaatkan kelemahan dalam pengolahan URL Grafana. Kombinasi XSS dan open redirect dapat berdampak besar, terutama jika dashboard diakses publik.
Langkah paling efektif untuk mencegah eksploitasi adalah melakukan update Grafana dan membatasi akses dashboard. Dengan konfigurasi yang tepat, risiko serangan dapat ditekan secara signifikan.









