Pengantar
Di era di mana ancaman siber semakin canggih, hanya mengandalkan password saja tidak lagi cukup untuk menjaga keamanan jaringan. Network Access Control (NAC) muncul sebagai solusi yang lebih kuat — memungkinkan organisasi memastikan bahwa hanya perangkat yang terverifikasi dan aman yang bisa terhubung ke jaringan mereka.
NAC bukan sekadar memeriksa username dan password, tetapi juga menilai status keamanan perangkat seperti antivirus, patch sistem, konfigurasi, dan kepatuhan kebijakan sebelum memberikan akses. Dengan demikian, NAC menjadi salah satu lapisan penting dalam strategi keamanan jaringan yang komprehensif.
Apa Itu Network Access Control (NAC)?
Definisi NAC
Network Access Control (NAC) adalah teknologi yang digunakan untuk mengontrol akses perangkat ke jaringan berdasarkan serangkaian kebijakan keamanan yang ditentukan oleh administrator. Teknologi ini memastikan bahwa setiap perangkat yang mencoba terhubung — baik itu komputer, ponsel, printer, atau IoT — memenuhi standar keamanan tertentu sebelum mendapatkan izin akses.
Menurut penjelasan dari Cisco, NAC membantu organisasi menerapkan policy yang memverifikasi identitas pengguna dan kepatuhan perangkat terhadap standar keamanan sebelum akses jaringan diberikan (dikutip dari Cisco).
baca juga : Celah di Balik Router: Mengapa Firmware yang Jarang Update Menjadi ‘Karpet Merah’ Bagi Hacker Jaringan
Mengapa Password Saja Tidak Cukup?
Kelemahan Sistem Autentikasi Tradisional
Meskipun password masih merupakan metode autentikasi utama, mekanisme ini memiliki sejumlah kelemahan jika berdiri sendiri:
-
Rentan terhadap phising atau pencurian kredensial
-
Brute-force attack dan credential stuffing
-
Tidak memeriksa status keamanan perangkat yang digunakan
Sebuah password yang kuat tidak menjamin bahwa perangkat yang digunakan bebas dari malware, memiliki update terbaru, atau dikonfigurasi dengan baik.
Bagaimana NAC Bekerja
1. Identifikasi Perangkat dan Pengguna
Saat perangkat terhubung ke jaringan, NAC pertama kali mengidentifikasi:
-
Alamat MAC
-
Tipe perangkat
-
User atau identitas autentikasi
Ini membantu membedakan perangkat karyawan resmi dari yang tidak dikenal.
2. Evaluasi Kepatuhan Perangkat
Sebelum izin akses diberikan, NAC mengevaluasi apakah perangkat memenuhi standar keamanan yang ditetapkan, seperti:
-
Patch OS terbaru
-
Antivirus aktif dan up-to-date
-
Konfigurasi firewall yang benar
Perangkat yang tidak memenuhi syarat bisa diberikan akses terbatas atau ditolak sama sekali.
3. Enforcement (Penegakan Kebijakan)
Setelah identifikasi dan evaluasi, NAC menegakkan kebijakan akses:
-
Akses penuh untuk perangkat yang aman
-
Akses terbatas (misalnya hanya ke Internet) untuk perangkat yang belum sesuai
-
Penolakan akses jika perangkat berisiko
Manfaat Utama Implementasi NAC
1. Mengurangi Permukaan Serangan
Dengan memastikan hanya perangkat yang aman dan terverifikasi yang terhubung, NAC membantu meminimalkan risiko infeksi malware atau akses tidak sah di jaringan.
2. Visibilitas dan Kontrol Lebih Baik
NAC memberi administrator pandangan jelas tentang:
-
Perangkat yang terhubung
-
Status keamanan masing-masing perangkat
-
Kepatuhan terhadap kebijakan keamanan
Ini membantu dalam audit keamanan dan respon insiden.
3. Mendukung Strategi Zero Trust
Pendekatan Zero Trust menegaskan bahwa tidak ada entitas yang otomatis dipercaya — bahkan perangkat di dalam jaringan. NAC menjadi salah satu komponen penting dalam arsitektur Zero Trust dengan memastikan verifikasi terus-menerus sebelum dan selama akses jaringan diizinkan.
baca juga : Micro-Segmentation: Teknik Membagi Jaringan Menjadi ‘Ruang Kedap’ untuk Menghentikan Penyebaran Virus
Contoh Penerapan NAC di Lingkungan Bisnis
A. Kantor dengan Kebijakan BYOD
Dalam perusahaan yang menerapkan Bring Your Own Device (BYOD), NAC bisa memastikan hanya perangkat yang memenuhi standar keamanan tertentu — seperti sistem operasi versi terbaru dan antivirus aktif — yang bisa mengakses jaringan perusahaan.
B. Lingkungan IoT
Perangkat IoT sering kali menjadi target empuk bagi penyerang karena kelemahan firmware atau konfigurasi default. Dengan NAC, perangkat IoT bisa dikarantina pada VLAN terpisah jika tidak memenuhi standar keamanan sebelum diizinkan mengakses jaringan.
Tantangan dalam Implementasi NAC
1. Kompleksitas Kebijakan
Membuat dan mengelola kebijakan keamanan yang tepat memerlukan pemahaman mendalam tentang kebutuhan operasional dan risiko keamanan organisasi.
2. Dukungan Perangkat dan Integrasi
Beberapa perangkat lama atau IoT mungkin tidak mendukung standar yang dibutuhkan oleh sistem NAC, sehingga perlu pendekatan khusus atau penyesuaian kebijakan.
Best Practices Menggunakan NAC
1. Audit dan Klasifikasi Perangkat Secara Berkala
Melakukan audit rutin terhadap perangkat yang terhubung membantu menjaga database perangkat tetap akurat dan aman.
2. Integrasi dengan Sistem Keamanan Lain
NAC paling efektif ketika terintegrasi dengan sistem seperti:
-
SIEM (Security Information and Event Management)
-
EDR (Endpoint Detection and Response)
-
Firewall Next-Gen
Ini memungkinkan respon keamanan yang cepat dan terkoordinasi.
baca juga : Stop Kebocoran Data! Kuasai 4 Tahapan Utama SIEM mendeteksi Serangan secara Real-Time
Kesimpulan
Network Access Control (NAC) adalah strategi penting untuk memastikan hanya perangkat yang benar-benar aman dan resmi yang bisa terhubung ke jaringan. Dengan menerapkan NAC, organisasi dapat memperkuat keamanan jaringan mereka secara signifikan — melampaui proteksi dasar yang hanya mengandalkan password.
NAC membantu meminimalkan risiko serangan, meningkatkan visibilitas perangkat, dan mendukung pendekatan keamanan modern seperti Zero Trust. Di era ancaman siber yang semakin kompleks, implementasi NAC bukan lagi sekadar opsi — melainkan keharusan dalam strategi keamanan jaringan yang komprehensif.










1 Comment
Melacak Jejak Digital dengan OSINT: Cara Ahli Keamanan Siber Menemukan Informasi Tersembunyi Hanya dari Username - buletinsiber.com
1 week ago[…] baca juga : Bukan Sekadar Password: Implementasi NAC (Network Access Control) untuk Memastikan Hanya Perangkat R… […]