Pengantar

Docker telah menjadi fondasi utama dalam pengembangan dan deployment aplikasi modern. Dengan kemampuannya menjalankan aplikasi secara terisolasi, Docker sering dianggap aman secara default. Namun, asumsi ini bisa menjadi keliru ketika Docker socket (/var/run/docker.sock) diberikan akses tanpa proteksi yang memadai.

Salah satu ancaman serius yang muncul dari konfigurasi keliru ini adalah Docker Socket Hijacking, sebuah kondisi di mana kontainer dapat mengambil alih kendali host dan memperoleh hak akses setara root. Artikel ini membahas risiko tersebut dari sudut pandang keamanan sistem dan mitigasinya.


Memahami Docker Socket dan Fungsinya

Apa Itu Docker Socket?

Docker socket adalah endpoint komunikasi utama antara Docker client dan Docker daemon. Melalui socket ini, perintah seperti:

  • membuat kontainer

  • menghapus image

  • menjalankan container dengan privilege tinggi

dieksekusi langsung oleh daemon Docker.

Docker secara resmi menyatakan bahwa akses ke Docker daemon setara dengan akses root ke host (dikutip dari docker).

baca juga : Anti-Forensik: Teknik Menghapus Metadata dan Jejak Aktivitas di Sistem Operasi Linux


Mengapa Docker Socket Sangat Sensitif?

Karena Docker daemon berjalan sebagai root, siapa pun yang dapat berinteraksi dengan socket ini secara efektif memiliki kendali penuh atas sistem host, termasuk:

  • mounting filesystem host

  • menjalankan kontainer privileged

  • mengakses credential dan secrets


Apa Itu Docker Socket Hijacking?

Definisi Docker Socket Hijacking

Docker Socket Hijacking adalah kondisi ketika:

  • /var/run/docker.sock dimount ke dalam kontainer

  • tidak ada pembatasan akses

  • kontainer tersebut dapat menjalankan perintah Docker terhadap host

Akibatnya, batas isolasi kontainer menjadi tidak relevan.


Mengapa Ini Berbahaya?

Dalam skenario ini, kontainer tidak lagi bersifat sandbox, melainkan bertindak sebagai remote control untuk host Docker. Ini membuka peluang:

  • privilege escalation

  • container escape

  • pengambilalihan penuh server


Skenario Risiko Docker Socket Hijacking

Akses Root dari Dalam Kontainer

Jika sebuah kontainer memiliki akses ke Docker socket, maka ia dapat:

  • membuat kontainer baru dengan --privileged

  • memount direktori root (/) dari host

  • mengeksekusi shell langsung di host

Secara praktis, ini berarti kontainer = root host.


Ancaman pada Lingkungan Produksi

Di lingkungan production:

  • satu kontainer rentan → seluruh cluster berisiko

  • secrets, database, dan service lain dapat diakses

  • lateral movement menjadi sangat mudah

OWASP menyoroti praktik ini sebagai konfigurasi berbahaya pada lingkungan containerized (dikutip dari OWASP).

baca juga : SSRF Exploit: Teknik Memaksa Server Anda Menyerang Infrastruktur Internal Sendiri


Kesalahan Konfigurasi yang Sering Terjadi

Mount Docker Socket untuk Kemudahan Otomasi

Banyak tim DevOps memount Docker socket ke kontainer CI/CD agar:

  • bisa build image

  • deploy otomatis

Tanpa kontrol tambahan, ini menciptakan single point of total compromise.


Kurangnya Pemisahan Hak Akses

Tidak adanya:

  • role-based access

  • namespace isolation

  • policy enforcement

menyebabkan satu kontainer berpotensi memengaruhi seluruh host.


Strategi Mitigasi dan Best Practice

Hindari Mount Docker Socket ke Kontainer

Prinsip utama:

“Jika sebuah kontainer tidak benar-benar membutuhkan akses Docker daemon, jangan pernah mount docker.sock.


Gunakan Docker API dengan Kontrol Akses

Alternatif yang lebih aman meliputi:

  • Docker API dengan TLS

  • akses terbatas berbasis role

  • tools khusus orchestration


Implementasi Security Hardening

Langkah tambahan:

  • non-root container

  • seccomp & AppArmor

  • audit konfigurasi Docker secara berkala

baca juga : Race Condition: Celah Logika yang Membuat Aplikasi Anda Melakukan Transaksi Ganda


Kesimpulan

Docker Socket Hijacking adalah contoh nyata bagaimana miskonfigurasi kecil dapat berujung pada kompromi total sistem. Memberikan akses ke Docker socket sama artinya dengan menyerahkan kunci root host kepada kontainer.

Pemahaman terhadap risiko ini sangat penting, terutama bagi tim yang mengelola sistem produksi berbasis Docker. Keamanan kontainer bukan hanya soal image yang aman, tetapi juga bagaimana infrastruktur Docker dikonfigurasi dan dioperasikan.