Pengantar

Database NoSQL semakin populer digunakan dalam aplikasi modern karena fleksibilitas, skalabilitas, dan kemudahan integrasi terutama dengan JSON-like query. Salah satu yang paling sering dipakai adalah MongoDB. Namun, meskipun tidak menggunakan SQL tradisional, database NoSQL tetap rentan terhadap jenis serangan injeksi yang dikenal sebagai NoSQL Injection.

Serangan ini dapat mengeksploitasi cara aplikasi memproses input dan menyusup ke dalam logika kueri, memungkinkan penyerang mendapatkan akses tidak sah, memodifikasi data, atau bahkan mengambil alih kontrol database. Karena sintaks dan struktur query yang berbeda dengan SQL, banyak pengembang salah paham bahwa NoSQL berarti aman dari injeksi—padahal tidak demikian.


Apa Itu NoSQL Injection?

Definisi dan Sifat Dasar

NoSQL Injection adalah celah keamanan yang terjadi ketika aplikasi menggabungkan input pengguna yang tidak tervalidasi langsung ke dalam query NoSQL, sehingga penyerang dapat memanipulasi logika kueri tersebut untuk menghasilkan respon yang tidak diinginkan.

Berbeda dengan SQL tradisional, NoSQL Injection biasanya memanfaatkan operator serta struktur data JSON/BSON yang fleksibel. Misalnya, jika user input dimasukkan langsung dalam query MongoDB tanpa validasi ketat, penyerang bisa menyisipkan payload yang memodifikasi struktur logika pencarian atau filter data secara ilegal (dikuitp dari indusface).

baca juga : Man-in-the-Browser: Mengapa HTTPS Saja Tidak Cukup untuk Melindungi Data Pengguna


Bagaimana NoSQL Injection Bekerja di MongoDB?

1. Eksploitasi Query JSON

Manipulasi Filter Query

MongoDB menggunakan objek JSON untuk query. Jika aplikasi menerima dan langsung memasukkan input pengguna tanpa sanitasi, operator seperti $ne, $or, atau ekspresi serupa dapat memodifikasi kondisi query.

Contohnya: jika query autentikasi dibangun langsung dari input:

let user = db.users.findOne({ username: inputUsername, password: inputPassword });

Tanpa validasi, penyerang bisa memasukkan { "$ne": null } sehingga query berubah dan otentikasi bisa terlewati.


2. Blind NoSQL Injection

Teknik Ekstraksi Data Tanpa Error

Dalam beberapa kasus, serangan tidak menghasilkan error eksplisit, namun respons aplikasi memperlihatkan perbedaan perilaku. Misalnya, berdasarkan hasil true/false atau waktu respon, penyerang dapat menginferr data secara bertahap—a layaknya blind SQL injection.


Dampak NoSQL Injection

1. Bypass Autentikasi

Penyerang dapat melewati proses login atau verifikasi identitas tanpa kredensial yang valid.

2. Pencurian dan Manipulasi Data

Data sensitif, seperti informasi pengguna atau konfigurasi penting, bisa diakses atau diubah tanpa otorisasi.

3. Kompromi Aplikasi Lebih Lanjut

Akses ilegal ini dapat dipakai untuk menyerang lapisan lain dari arsitektur aplikasi, termasuk mencabut hak akses atau menghapus database.


Penyebab NoSQL Injection

1. Tidak Ada Validasi Input

Input pengguna langsung digunakan dalam query tanpa pemeriksaan tipe data, format, atau ekspektasi nilai.

2. Penggunaan Query Dinamis Tanpa Kontrol

Membentuk query secara langsung dari input string atau objek yang tidak terfilter membuat database mudah dimanipulasi.

baca juga : Blind SQL Injection: Teknik Mengekstrak Data dari Database Tanpa Menampilkan Pesan Error


Strategi Pencegahan NoSQL Injection

1. Validasi dan Sanitasi Input

Terapkan Whitelisting

Pastikan aplikasi hanya menerima jenis data yang diharapkan (misalnya string sederhana tanpa operator JSON kompleks), dan tolak input yang mencurigakan.


2. Gunakan Parameterized Query atau Object Binding

Alihkan penggunaan query yang dibangun secara manual menjadi fungsi atau metode yang secara intrinsik membedakan data dari struktur query.


3. Batasi Hak Akses Database

Principle of Least Privilege

Gunakan akun dengan hak minimum yang diperlukan aplikasi, sehingga serangan yang berhasil sekalipun tidak memberikan akses luas.


4. Nonaktifkan Eksekusi JavaScript di Database

MongoDB mendukung eksekusi JavaScript melalui beberapa operator. Jika tidak diperlukan, nonaktifkan fitur tersebut untuk mengurangi permukaan serangan.

baca juga : Bypassing Firewall: Bagaimana Teknik ICMP Tunneling Menyelinap di Balik Protokol Ping


Kesimpulan

Meski NoSQL menawarkan fleksibilitas dan kemudahan bagi pengembang, database model ini tidak kebal terhadap injeksi jika input pengguna tidak diolah dengan benar. NoSQL Injection tetap menjadi risiko serius—terutama di MongoDB—ketika query dibangun secara dinamis dari input yang tidak tervalidasi.

Kunci pencegahannya terletak pada validasi input yang ketat, penggunaan query parameter, pembatasan hak akses, dan praktik pengembangan yang aman. Dengan pendekatan yang tepat, aplikasi modern dapat menikmati keunggulan NoSQL tanpa mengorbankan keamanan.