Pengantar

Internet bekerja layaknya jaringan jalan raya global yang menghubungkan miliaran perangkat di seluruh dunia. Setiap kali seseorang mengakses website, mengirim email, atau melakukan transaksi online, data akan melewati berbagai jalur jaringan sebelum sampai ke tujuan. Salah satu teknologi utama yang mengatur jalur lalu lintas internet tersebut adalah Border Gateway Protocol (BGP).

Namun, sistem ini memiliki celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh peretas. Salah satu ancaman yang cukup serius adalah BGP Hijacking, yaitu teknik yang memungkinkan penyerang membelokkan jalur lalu lintas internet ke arah yang mereka kendalikan. Serangan ini dapat menyebabkan pencurian data, pemantauan aktivitas pengguna, hingga gangguan layanan berskala global.


Apa Itu BGP dan Mengapa Sangat Penting?

Border Gateway Protocol (BGP) adalah protokol routing utama yang digunakan untuk menentukan jalur terbaik dalam pengiriman data antar jaringan besar di internet, yang dikenal sebagai Autonomous System (AS).

Menurut Cloudflare, BGP berfungsi seperti sistem navigasi yang menentukan rute terbaik agar paket data dapat mencapai tujuan secara efisien melalui berbagai jaringan yang saling terhubung (dikutip dari Cloudflare).

baca juga : Vector Databases: Rahasia di Balik Kecepatan AI dalam Mencari Informasi dari Jutaan Data


Cara Kerja BGP dalam Routing Internet

1. Pertukaran Informasi Antar Jaringan

Setiap penyedia layanan internet (ISP) dan organisasi besar memiliki Autonomous System. Sistem ini saling bertukar informasi mengenai jalur jaringan yang mereka miliki.

2. Penentuan Jalur Terbaik

BGP memilih jalur pengiriman data berdasarkan berbagai faktor seperti jumlah hop jaringan, kebijakan routing, dan stabilitas koneksi.

3. Distribusi Jalur Secara Global

Informasi jalur tersebut kemudian disebarkan ke seluruh jaringan internet sehingga data dapat bergerak melalui rute yang paling efisien.


Apa Itu BGP Hijacking?

BGP Hijacking adalah serangan yang terjadi ketika sebuah jaringan secara tidak sah mengumumkan kepemilikan jalur IP yang sebenarnya dimiliki oleh jaringan lain. Akibatnya, lalu lintas data dapat dialihkan ke jaringan penyerang.


Bagaimana Serangan Ini Terjadi?

1. Pengumuman Rute Palsu

Penyerang mengirimkan informasi routing palsu ke jaringan lain dengan mengklaim bahwa mereka memiliki jalur terbaik menuju alamat IP tertentu.

2. Pengalihan Lalu Lintas Data

Karena BGP bekerja berdasarkan kepercayaan antar jaringan, banyak sistem akan menerima informasi tersebut dan mengarahkan lalu lintas data ke jalur yang salah.

3. Eksploitasi Data

Setelah data dialihkan, penyerang dapat:

  • Memantau data pengguna

  • Mencuri informasi sensitif

  • Mengubah isi data

  • Menghentikan layanan internet


Dampak BGP Hijacking Terhadap Internet

Serangan BGP Hijacking tidak hanya berdampak pada satu organisasi, tetapi dapat memengaruhi pengguna internet secara global.

baca juga : Database Encryption: Mengapa Enkripsi Saja Tidak Cukup Tanpa Manajemen Kunci yang Ketat


Gangguan Layanan Internet

Serangan ini dapat menyebabkan website atau layanan online menjadi tidak dapat diakses karena data tidak sampai ke server yang benar.


Pencurian Data dan Penyadapan

Lalu lintas data yang dialihkan memungkinkan penyerang melakukan Man-in-the-Middle Attack, sehingga informasi sensitif seperti kredensial login atau data transaksi dapat dicuri.


Penyebaran Malware

Penyerang juga dapat mengarahkan pengguna ke server berbahaya yang menyebarkan malware tanpa disadari oleh korban.


Contoh Kasus BGP Hijacking di Dunia Nyata

Beberapa insiden BGP Hijacking pernah menyebabkan gangguan besar pada layanan internet global.

Insiden Cryptocurrency Hijacking

Dalam beberapa kasus, penyerang menggunakan BGP Hijacking untuk mengalihkan lalu lintas ke situs palsu yang meniru layanan cryptocurrency, sehingga korban secara tidak sadar memberikan kredensial akun mereka.


Gangguan Layanan Cloud dan Media Sosial

Beberapa kesalahan konfigurasi BGP yang tidak disengaja juga pernah menyebabkan layanan populer menjadi tidak dapat diakses selama beberapa jam, menunjukkan betapa sensitifnya sistem routing internet.


Mengapa BGP Rentan terhadap Serangan?

Kerentanan utama BGP berasal dari desain awal protokol ini yang mengutamakan kecepatan dan efisiensi dibandingkan keamanan.

Tidak Ada Verifikasi Kepemilikan Jalur

BGP tidak memiliki mekanisme bawaan untuk memverifikasi apakah sebuah jaringan benar-benar berhak mengumumkan rute tertentu.


Sistem Berbasis Kepercayaan

Internet dibangun berdasarkan kepercayaan antar penyedia jaringan. Jika satu jaringan memberikan informasi routing palsu, jaringan lain dapat mempercayainya.


Cara Mencegah dan Mengurangi Risiko BGP Hijacking

Meskipun sulit untuk menghilangkan risiko sepenuhnya, beberapa langkah keamanan dapat membantu meminimalkan ancaman.

Implementasi RPKI (Resource Public Key Infrastructure)

RPKI memungkinkan validasi kepemilikan alamat IP dan jalur routing sehingga pengumuman rute palsu dapat terdeteksi lebih awal.


Monitoring Routing Internet

Organisasi dapat menggunakan sistem pemantauan untuk mendeteksi perubahan jalur routing yang mencurigakan secara real-time.


Filtering dan Validasi Routing

Penyedia layanan internet dapat menerapkan kebijakan filtering untuk memastikan hanya rute yang valid yang diterima.


Kolaborasi Antar Penyedia Jaringan

Kerja sama antar operator jaringan global sangat penting untuk mendeteksi dan menanggapi insiden BGP Hijacking dengan cepat.

baca juga : Ransomware: Taktik “Triple Extortion” yang Tidak Hanya Mengunci Data, Tapi Juga Memeras Klien


Kesimpulan

BGP Hijacking merupakan ancaman serius terhadap stabilitas dan keamanan internet global. Dengan memanfaatkan kelemahan pada protokol routing BGP, peretas dapat membelokkan lalu lintas data, mencuri informasi, bahkan menyebabkan gangguan layanan berskala besar.

Meskipun BGP adalah tulang punggung komunikasi internet, desainnya yang berbasis kepercayaan membuatnya rentan terhadap manipulasi. Oleh karena itu, penerapan teknologi keamanan seperti RPKI, monitoring routing, serta kerja sama antar penyedia jaringan menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan infrastruktur internet di masa depan.