Pengantar

Dalam dunia pengembangan perangkat lunak, istilah legacy code sering menjadi topik yang memicu perdebatan. Di satu sisi, kode lama masih digunakan karena stabil dan telah mendukung operasional sistem selama bertahun-tahun. Namun di sisi lain, legacy code juga sering dianggap sebagai hambatan besar dalam pengembangan fitur baru, peningkatan keamanan, hingga modernisasi sistem.

Banyak organisasi masih bergantung pada sistem lama karena biaya migrasi yang tinggi dan risiko gangguan layanan. Padahal, mempertahankan legacy code tanpa strategi pemeliharaan yang baik dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari kerentanan keamanan hingga menurunnya efisiensi pengembangan aplikasi. Artikel ini akan membahas apa itu legacy code, mengapa masih digunakan, serta bagaimana cara mengelolanya dengan aman dan efektif.


Apa Itu Legacy Code?

Definisi dan Karakteristik Legacy Code

Legacy code adalah kode program lama yang masih digunakan dalam sistem produksi tetapi sulit untuk dipelihara, diperbarui, atau dipahami oleh pengembang baru. Kode ini biasanya ditulis menggunakan teknologi lama, dokumentasi terbatas, atau struktur arsitektur yang sudah tidak sesuai dengan standar modern.

legacy code merupakan perangkat lunak yang masih digunakan tetapi dibangun menggunakan teknologi yang sudah usang atau tidak lagi didukung secara aktif. (dikutip dari IBM).

baca juga : Cold Boot Attack: Rahasia Mencuri Data Langsung dari RAM Saat Komputer Mati


Mengapa Legacy Code Masih Digunakan?

Faktor Stabilitas dan Biaya Migrasi

1. Sistem Sudah Terbukti Stabil

Banyak perusahaan mempertahankan legacy code karena sistem tersebut sudah berjalan stabil selama bertahun-tahun dan mendukung proses bisnis penting.

2. Biaya Refactoring atau Rebuild yang Tinggi

Mengganti sistem lama dengan arsitektur baru membutuhkan biaya besar, waktu pengembangan panjang, dan risiko gangguan operasional.

3. Ketergantungan Sistem Lain

Sering kali legacy code terhubung dengan banyak sistem lain. Mengubah satu bagian saja bisa berdampak pada keseluruhan infrastruktur.


Risiko Menggunakan Legacy Code

Masalah yang Sering Terjadi

1. Kerentanan Keamanan

Kode lama sering tidak mengikuti standar keamanan modern. Hal ini membuat sistem lebih rentan terhadap eksploitasi serangan siber.

2. Sulit Dipahami dan Dipelihara

Legacy code biasanya minim dokumentasi dan tidak mengikuti pola desain modern, sehingga menyulitkan pengembang baru.

3. Menurunkan Kecepatan Pengembangan

Ketika struktur kode kompleks dan tidak terorganisir, menambahkan fitur baru membutuhkan waktu lebih lama.


Strategi Mengelola Legacy Code

Pendekatan Modern untuk Sistem Lama

1. Refactoring Bertahap

Refactoring adalah proses memperbaiki struktur internal kode tanpa mengubah fungsi utamanya. Pendekatan ini membantu meningkatkan kualitas kode secara perlahan tanpa mengganggu operasional sistem.

2. Menambahkan Automated Testing

Pengujian otomatis membantu memastikan perubahan kode tidak merusak fitur yang sudah berjalan. Ini juga meningkatkan kepercayaan developer saat melakukan pembaruan sistem.

3. Dokumentasi Ulang Sistem

Membuat dokumentasi yang jelas membantu tim pengembang memahami cara kerja legacy code, sehingga proses maintenance menjadi lebih efisien.

4. Migrasi Bertahap ke Arsitektur Modern

Alih-alih mengganti seluruh sistem sekaligus, organisasi dapat memigrasikan komponen tertentu menggunakan pendekatan microservices atau modular architecture.

baca juga : Autonomous Agents: AI yang Bekerja Mandiri untuk Menyelesaikan Tugas


Kapan Legacy Code Harus Diganti?

Tanda Sistem Sudah Tidak Layak Dipertahankan

Beberapa indikator bahwa legacy code perlu diganti antara lain:

  • Sistem sering mengalami gangguan operasional

  • Teknologi sudah tidak didukung vendor

  • Biaya maintenance lebih mahal dibanding pengembangan ulang

  • Sistem menjadi sumber risiko keamanan yang tinggi

Jika indikator tersebut mulai muncul, organisasi perlu mempertimbangkan strategi modernisasi sistem secara menyeluruh.

baca juga : eBPF: Teknologi yang Mengubah Logika Kernel Tanpa Restart Server


Kesimpulan

Legacy code adalah bagian yang hampir tidak terpisahkan dari dunia pengembangan software. Meskipun sering dianggap sebagai hambatan, legacy code tetap memiliki nilai penting karena mendukung sistem bisnis yang sudah berjalan lama.

Namun, mempertahankan legacy code tanpa strategi pengelolaan yang tepat dapat menimbulkan berbagai risiko, terutama dalam aspek keamanan, efisiensi pengembangan, dan stabilitas sistem. Oleh karena itu, pendekatan seperti refactoring bertahap, dokumentasi ulang, serta penggunaan automated testing menjadi solusi penting dalam menjaga sistem tetap relevan dan aman di era teknologi modern.