Pengantar

Kesalahan kecil saat mengetik alamat website sering dianggap sepele. Namun di dunia keamanan siber, satu huruf yang salah dapat membuka peluang bagi penjahat digital untuk mencuri data pengguna. Teknik ini dikenal sebagai typosquatting, yaitu praktik membuat domain palsu yang menyerupai situs asli dengan tujuan menipu pengguna.

Typosquatting semakin berbahaya karena pelaku memanfaatkan kebiasaan pengguna yang sering mengetik alamat website secara manual. Jika pengguna tidak teliti, mereka dapat diarahkan ke situs palsu yang dirancang menyerupai tampilan website resmi, sehingga risiko pencurian data login, informasi kartu kredit, hingga penyebaran malware menjadi sangat besar.


Apa Itu Typosquatting?

Typosquatting adalah teknik serangan siber yang memanfaatkan kesalahan pengetikan domain website untuk mengarahkan pengguna ke situs palsu. Serangan ini biasanya menargetkan website populer seperti layanan perbankan, e-commerce, media sosial, dan layanan email.

baca juga : Heisenbug: Misteri Error yang Tiba-tiba Menghilang Saat Anda Mencoba Memperbaikinya


Bagaimana Typosquatting Bekerja?

Membuat Domain Mirip Website Asli

Penyerang mendaftarkan domain yang menyerupai situs resmi, misalnya dengan mengganti satu huruf, menambahkan karakter, atau menggunakan ekstensi domain berbeda.

Meniru Tampilan Website Resmi

Situs palsu dibuat sangat mirip dengan website asli sehingga sulit dibedakan oleh pengguna.


Teknik Typosquatting yang Sering Digunakan

Kesalahan Pengetikan (Typographical Error)

Contoh

Mengganti huruf atau menambahkan karakter tambahan, seperti:

  • gooogle.com

  • facebok.com

Teknik ini memanfaatkan kebiasaan pengguna yang mengetik alamat website dengan cepat.


Penggunaan Domain Ekstensi Berbeda

Strategi

Penyerang menggunakan domain seperti .net, .co, atau .info untuk meniru domain asli .com.


Homograph Attack

Konsep

Penyerang menggunakan karakter yang terlihat mirip, misalnya mengganti huruf Latin dengan karakter Unicode yang serupa secara visual.

Menurut ICANN, teknik ini dapat digunakan untuk menipu pengguna karena beberapa karakter terlihat identik meskipun berasal dari sistem penulisan yang berbeda

baca juga : Steganografi Digital: Cara Peretas Menyembunyikan Pesan Rahasia di Dalam File Gambar


Risiko Typosquatting bagi Pengguna dan Perusahaan

Pencurian Data Login

Dampak

Pengguna dapat secara tidak sadar memasukkan username dan password ke situs palsu.


Distribusi Malware

Metode

Situs palsu dapat mengunduh malware ke perangkat korban tanpa disadari.


Kerugian Reputasi Perusahaan

Konsekuensi

Jika pelanggan tertipu oleh domain palsu, reputasi perusahaan asli dapat ikut terdampak.


Cara Menghindari Serangan Typosquatting

Memeriksa URL Secara Teliti

Langkah

Pastikan alamat website ditulis dengan benar sebelum memasukkan data sensitif.


Menggunakan Bookmark Website Resmi

Manfaat

Bookmark membantu pengguna menghindari kesalahan pengetikan alamat situs.


Mengaktifkan Proteksi Browser dan Antivirus

Fungsi

Beberapa browser modern dapat mendeteksi situs phishing dan domain mencurigakan.


Menggunakan Autentikasi Multi-Faktor (MFA)

Keunggulan

MFA memberikan lapisan keamanan tambahan meskipun data login berhasil dicuri.


Upaya Pencegahan dari Sisi Perusahaan

Perusahaan juga memiliki peran penting dalam mencegah typosquatting.


Mendaftarkan Variasi Domain

Strategi

Perusahaan dapat membeli domain dengan variasi penulisan untuk mencegah penyalahgunaan.


Monitoring Domain Palsu

Tujuan

Memantau domain yang menyerupai brand perusahaan untuk mendeteksi potensi serangan lebih awal.


Edukasi Keamanan Digital

Langkah

Memberikan edukasi kepada pengguna dan karyawan tentang bahaya phishing dan typosquatting.

baca juga : Adversarial Machine Learning: Teknik Menipu AI Hanya dengan Mengubah Satu Pixel Gambar


Kesimpulan

Typosquatting merupakan ancaman keamanan siber yang memanfaatkan kesalahan kecil pengguna saat mengetik alamat website. Dengan membuat domain palsu yang menyerupai situs asli, pelaku dapat mencuri data, menyebarkan malware, dan merusak reputasi perusahaan.

Kesadaran pengguna dalam memeriksa alamat website, penggunaan autentikasi tambahan, serta strategi pencegahan dari sisi perusahaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko serangan typosquatting di era digital yang semakin kompleks.