Pengantar
Dalam dunia keamanan web modern, ancaman siber tidak selalu terlihat jelas. Banyak serangan memanfaatkan kelemahan teknis sistem, tetapi ada juga yang mengeksploitasi interaksi pengguna. Salah satu teknik serangan yang cukup berbahaya dan sering tidak disadari adalah Clickjacking.
Clickjacking merupakan metode serangan yang memanipulasi tampilan antarmuka pengguna sehingga korban tanpa sadar melakukan klik pada elemen berbahaya. Serangan ini dapat menyebabkan pencurian data, perubahan pengaturan akun, hingga pengambilalihan akses sistem. Meskipun terlihat sederhana, Clickjacking masih menjadi ancaman serius bagi aplikasi web modern.
Apa Itu Clickjacking?
Clickjacking adalah teknik serangan di mana penyerang menyembunyikan elemen berbahaya di balik tampilan antarmuka yang terlihat normal. Korban percaya bahwa mereka mengklik tombol atau link yang aman, padahal sebenarnya mereka sedang menjalankan perintah berbahaya.
Menurut panduan keamanan web dari OWASP, Clickjacking termasuk dalam kategori serangan berbasis manipulasi antarmuka pengguna (User Interface Redressing Attack) yang memanfaatkan kelalaian pengguna dalam berinteraksi dengan halaman web (dikutip dari owasp).
Serangan ini biasanya memanfaatkan elemen HTML seperti iframe transparan untuk menampilkan konten berbahaya di atas halaman web yang terlihat sah.
baca juga : Hardware Trojan: Ancaman Tersembunyi di Balik Komponen Perangkat Keras
Bagaimana Clickjacking Bekerja?
Teknik Dasar Clickjacking
1. Membuat Halaman Web Palsu
Penyerang membuat halaman yang tampak menarik atau meyakinkan, seperti tombol hadiah, video menarik, atau promosi tertentu.
2. Menyisipkan Elemen Berbahaya
Elemen berbahaya, seperti tombol konfirmasi atau izin akses, disisipkan menggunakan iframe transparan.
3. Memancing Interaksi Pengguna
Korban diarahkan untuk mengklik elemen visual yang sebenarnya mengeksekusi perintah lain.
4. Eksekusi Perintah Tanpa Disadari
Klik yang dilakukan korban dapat menyebabkan perubahan pengaturan akun, pengiriman data, atau pemberian akses tertentu.
Jenis-Jenis Clickjacking
Likejacking
Serangan ini memanfaatkan tombol “Like” pada media sosial. Korban tanpa sadar memberikan persetujuan terhadap konten tertentu.
Cursorjacking
Teknik ini memanipulasi posisi kursor sehingga klik pengguna diarahkan ke elemen yang berbeda dari yang terlihat.
File Download Clickjacking
Pengguna tanpa sadar memulai proses unduhan file berbahaya.
Permission Clickjacking
Serangan ini menipu pengguna agar memberikan izin akses seperti kamera, mikrofon, atau lokasi.
baca juga : MFA Fatigue: Ketika Notifikasi Keamanan Justru Menjadi Celah Serangan Siber
Dampak Clickjacking Terhadap Keamanan
Pengambilalihan Akun
Penyerang dapat mengubah pengaturan akun atau mengaktifkan fitur tertentu tanpa persetujuan pengguna.
Pencurian Data Pribadi
Klik yang tidak disadari dapat memicu pengiriman data sensitif ke server penyerang.
Penyebaran Malware
Clickjacking dapat digunakan untuk memicu unduhan malware ke perangkat korban.
Pelanggaran Privasi
Pengguna dapat memberikan izin akses perangkat tanpa disadari.
Mengapa Clickjacking Sulit Dideteksi?
Serangan Tidak Terlihat
Elemen berbahaya biasanya dibuat transparan sehingga pengguna tidak menyadarinya.
Memanfaatkan Kepercayaan Pengguna
Korban percaya bahwa mereka sedang berinteraksi dengan halaman yang sah.
Sulit Dikenali Sistem Keamanan Tradisional
Karena serangan terjadi pada lapisan antarmuka pengguna, banyak sistem keamanan tidak dapat mendeteksinya secara langsung.
Cara Mencegah Clickjacking
Menggunakan Header X-Frame-Options
Header ini mencegah halaman web ditampilkan dalam iframe dari domain lain.
Mode X-Frame-Options
-
DENY → Mencegah halaman ditampilkan dalam iframe
-
SAMEORIGIN → Mengizinkan iframe hanya dari domain yang sama
Menggunakan Content Security Policy (CSP)
CSP memberikan kontrol lebih fleksibel untuk mengatur domain mana yang boleh menampilkan halaman web.
Implementasi Frame Busting Script
Script ini dapat mendeteksi jika halaman web dibuka melalui iframe dan memblokirnya.
Edukasi Pengguna
Pengguna perlu berhati-hati terhadap halaman web yang meminta interaksi mencurigakan.
Validasi Interaksi Sensitif
Sistem dapat meminta konfirmasi tambahan untuk aktivitas penting seperti perubahan password atau transaksi finansial.
Studi Kasus Clickjacking Pada Aplikasi Web
Beberapa serangan Clickjacking terjadi pada platform media sosial dan layanan web populer. Penyerang menggunakan iframe transparan untuk menipu pengguna agar memberikan izin akses aplikasi pihak ketiga. Dalam beberapa kasus, serangan ini digunakan untuk menyebarkan spam atau mengontrol akun korban tanpa disadari.
baca juga : DLL Hijacking: Serangan Senyap yang Menyusup Lewat Celah Library Sistem
Kesimpulan
Clickjacking merupakan serangan siber yang memanfaatkan manipulasi antarmuka pengguna untuk menjalankan aksi berbahaya tanpa disadari korban. Meskipun teknik ini terlihat sederhana, dampaknya dapat sangat serius, mulai dari pencurian data hingga pengambilalihan akun.
Untuk mengurangi risiko Clickjacking, pengembang aplikasi web perlu menerapkan kebijakan keamanan seperti X-Frame-Options dan Content Security Policy. Selain itu, edukasi pengguna juga menjadi faktor penting dalam mencegah keberhasilan serangan ini. Kombinasi antara perlindungan teknis dan kesadaran pengguna menjadi kunci dalam menjaga keamanan aplikasi web modern.








