Pengantar

Dalam dunia keamanan siber, salah satu pendekatan paling ekstrem untuk melindungi sistem dari serangan digital adalah dengan memutuskan sistem tersebut sepenuhnya dari jaringan internet. Pendekatan ini dikenal sebagai Air-Gapped Systems, sebuah metode keamanan yang sering digunakan untuk melindungi data dan infrastruktur yang sangat sensitif.

Air-Gapped Systems banyak diterapkan pada sektor militer, fasilitas nuklir, sistem kontrol industri, hingga institusi pemerintahan. Konsepnya sederhana namun sangat efektif: jika sistem tidak terhubung ke jaringan luar, maka peluang serangan dari internet dapat diminimalkan secara drastis.


Apa Itu Air-Gapped Systems?

Air-Gapped Systems adalah sistem komputer atau jaringan yang secara fisik dipisahkan dari jaringan lain, terutama internet dan jaringan publik. Sistem ini tidak memiliki koneksi jaringan eksternal sehingga tidak dapat diakses secara langsung oleh pihak luar.

Menurut IBM, air gap merupakan teknik isolasi sistem yang digunakan untuk meningkatkan keamanan dengan cara memisahkan sistem dari jaringan eksternal yang berpotensi membawa ancaman (dikutip dari IBM).

baca juga : Neural Networks: Mengintip Cara Kerja ‘Saraf Tiruan’ yang Membuat Komputer Bisa Berpikir Seperti Manusia

Pendekatan ini sering digunakan untuk melindungi:

  • Sistem kontrol industri (SCADA)

  • Infrastruktur kritis

  • Sistem militer dan pertahanan

  • Data rahasia pemerintah

  • Lingkungan penelitian sensitif


Cara Kerja Air-Gapped Systems

Air-Gapped Systems bekerja dengan menghilangkan jalur komunikasi digital antara sistem internal dan jaringan eksternal. Namun, meskipun sistem ini tidak terhubung ke internet, proses pertukaran data tetap dapat dilakukan melalui metode manual.

Transfer Data Secara Fisik

Data biasanya dipindahkan menggunakan media penyimpanan seperti flash drive, hard disk eksternal, atau perangkat penyimpanan lainnya. Metode ini sering disebut sebagai “sneakernet”.

Pembatasan Akses Jaringan

Air-Gapped Systems tidak memiliki koneksi Wi-Fi, LAN eksternal, atau koneksi cloud. Semua aktivitas komunikasi dilakukan dalam jaringan internal yang terisolasi.

Pengawasan dan Kontrol Ketat

Penggunaan sistem air gap biasanya disertai dengan prosedur keamanan tambahan seperti autentikasi berlapis, audit aktivitas, serta pembatasan akses fisik ke perangkat.


Mengapa Air-Gapped Systems Dianggap Sangat Aman?

Air-Gapped Systems menawarkan tingkat perlindungan tinggi karena menghilangkan jalur utama yang sering dimanfaatkan penyerang, yaitu koneksi jaringan.

Mengurangi Risiko Serangan Jarak Jauh

Sebagian besar serangan siber modern memanfaatkan jaringan internet sebagai jalur masuk. Dengan memutus koneksi tersebut, peluang eksploitasi menjadi jauh lebih kecil.

baca juga : Garbage Collection: Teknologi yang Menjaga Performa Aplikasi Tetap Stabil

Melindungi Infrastruktur Kritis

Sistem seperti pembangkit listrik, fasilitas pengolahan air, dan instalasi nuklir memerlukan tingkat keamanan yang sangat tinggi. Air gap membantu menjaga stabilitas operasional sistem tersebut.


Ancaman Terhadap Air-Gapped Systems

Meskipun dikenal sangat aman, Air-Gapped Systems bukan berarti sepenuhnya kebal terhadap serangan.

Malware Melalui Media Penyimpanan

Salah satu metode serangan yang pernah terjadi adalah penyebaran malware melalui perangkat USB yang terinfeksi. Malware dapat menyusup ketika perangkat penyimpanan digunakan untuk mentransfer data.

Serangan Side Channel

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa data dari Air-Gapped Systems dapat diekstrak melalui metode tidak langsung seperti sinyal elektromagnetik, gelombang radio, bahkan suara perangkat.


Contoh Penggunaan Air-Gapped Systems di Dunia Nyata

Beberapa sektor yang mengandalkan Air-Gapped Systems antara lain:

  • Sistem kontrol fasilitas nuklir

  • Infrastruktur pertahanan militer

  • Sistem transaksi keuangan tertentu

  • Lingkungan penelitian teknologi tinggi

  • Sistem kontrol industri dan manufaktur

Penggunaan metode ini biasanya dipilih ketika kerugian akibat kebocoran data atau sabotase sistem sangat besar.


Kelebihan dan Kekurangan Air-Gapped Systems

Kelebihan

  • Memberikan perlindungan maksimal dari serangan berbasis jaringan

  • Mengurangi risiko kebocoran data sensitif

  • Cocok untuk melindungi infrastruktur kritis

Kekurangan

  • Sulit dalam proses pemeliharaan dan pembaruan sistem

  • Transfer data menjadi lebih lambat dan manual

  • Tetap memiliki risiko serangan melalui media fisik

  • Biaya implementasi dan pengawasan relatif tinggi

baca juga : SQL Truncation: Celah Validasi Data yang Bisa Membuka Jalan Serangan Berbahaya


Kesimpulan

Air-Gapped Systems merupakan salah satu strategi keamanan siber paling ketat yang digunakan untuk melindungi sistem penting dari ancaman digital. Dengan memutus koneksi jaringan secara fisik, sistem ini mampu mengurangi risiko serangan jarak jauh secara signifikan.

Namun, keamanan air gap tetap memerlukan prosedur pengamanan tambahan, terutama dalam pengelolaan perangkat penyimpanan dan akses fisik. Dengan penerapan yang tepat, Air-Gapped Systems dapat menjadi benteng pertahanan yang sangat kuat dalam menjaga keamanan data dan infrastruktur kritis.