Pengantar
Ketika sebuah aplikasi terasa lambat padahal bandwidth terlihat normal, akar masalahnya sering kali bukan pada server atau aplikasi—melainkan pada proses awal komunikasi jaringan. Salah satu penyebab yang sering luput dari perhatian adalah TCP Three-Way Handshake, mekanisme dasar yang menentukan apakah koneksi dapat terjalin dengan baik atau justru menambah latensi.
Dalam skala besar, keterlambatan di tahap handshake dapat berdampak signifikan pada performa web, API, hingga sistem enterprise.
Apa Itu TCP Three-Way Handshake?
TCP Three-Way Handshake adalah proses standar yang digunakan protokol TCP untuk membangun koneksi yang andal antara client dan server.
Tahapan Dasar Three-Way Handshake
Proses ini terdiri dari tiga langkah utama:
-
SYN
Client mengirim paket SYN untuk meminta koneksi. -
SYN-ACK
Server merespons dengan SYN-ACK sebagai tanda kesiapan. -
ACK
Client mengirim ACK, menandakan koneksi resmi terbentuk.
Mekanisme ini pertama kali didefinisikan secara formal dalam standar TCP (dikutip dari TCP).
baca juga : Buffer Overflow: Bagaimana ASLR dan DEP Berusaha Mematahkan Eksploitasi Memori
Mengapa Handshake Bisa Menambah Latensi?
Secara teori, three-way handshake berlangsung sangat cepat. Namun dalam praktiknya, banyak faktor yang memperlambat proses ini.
1. Round Trip Time (RTT) yang Tinggi
Setiap tahap handshake membutuhkan satu kali perjalanan bolak-balik paket data. Jika client dan server berada di lokasi geografis yang jauh, RTT tinggi secara langsung memperpanjang waktu koneksi.
2. Packet Loss dan Retransmission
Jika paket SYN atau SYN-ACK hilang di tengah jalan:
-
TCP akan menunggu timeout
-
Paket dikirim ulang
-
Latensi meningkat secara eksponensial
Masalah ini umum terjadi pada jaringan yang tidak stabil atau padat.
3. Firewall dan Perangkat Keamanan
Firewall, IDS, atau load balancer sering melakukan inspeksi mendalam pada paket SYN. Proses ini memang meningkatkan keamanan, tetapi juga menambah delay pada fase awal koneksi.
4. SYN Flood Protection
Saat server berada dalam kondisi sibuk atau terindikasi serangan SYN flood, mekanisme proteksi seperti SYN cookies dapat memperlambat respons awal server terhadap permintaan koneksi.
Dampak Latensi Handshake pada Aplikasi Modern
Latensi di tahap handshake sering tidak disadari, tetapi efeknya nyata.
Pada Aplikasi Web dan API
-
Halaman web terasa lambat meski ukuran kecil
-
API dengan banyak request singkat mengalami delay berulang
-
Microservices menjadi tidak efisien karena koneksi sering dibuka-tutup
Pada Sistem Skala Enterprise
Dalam sistem besar, ribuan koneksi TCP baru per detik berarti:
-
Konsumsi resource lebih besar
-
Waktu respons meningkat
-
Pengalaman pengguna menurun
Strategi Mengurangi Latensi Handshake
Mengatasi latensi handshake bukan soal satu solusi tunggal, melainkan kombinasi optimasi.
Teknik yang Umum Digunakan
-
TCP connection reuse (keep-alive)
-
TLS session resumption
-
Load balancer yang mendukung TCP fast open
-
Penempatan server lebih dekat ke pengguna (edge / CDN)
Optimasi ini bertujuan mengurangi frekuensi handshake atau mempercepat prosesnya.
baca juga : Security as Code: Mengintegrasikan Pemindaian Kerentanan Otomatis ke dalam Pipeline CI/CD Jenkins dan GitLab
Kesimpulan
TCP Three-Way Handshake adalah fondasi komunikasi jaringan yang sering diabaikan, namun memiliki dampak besar terhadap latensi sistem. Masalah seperti RTT tinggi, packet loss, dan inspeksi keamanan dapat membuat proses sederhana ini menjadi sumber keterlambatan serius.
Memahami cara kerja handshake memungkinkan administrator dan engineer jaringan mengidentifikasi bottleneck tersembunyi, serta menerapkan strategi optimasi yang tepat sebelum menyalahkan aplikasi atau server.









