Pengantar

Setiap kali membahas CBDC, pertanyaan yang paling sering muncul adalah, “kalau ada uang digital resmi dari negara, apakah uang kertas bakal hilang?” Pertanyaan ini wajar, mengingat kita sudah melihat bagaimana e-wallet dan QRIS perlahan menggeser kebiasaan memakai uang tunai sehari-hari.

Tapi apakah benar CBDC akan benar-benar menggantikan uang kertas sepenuhnya? Yuk kita bahas dari berbagai sudut pandang.

Tujuan Awal CBDC: Melengkapi, Bukan Menggantikan

Perlu dipahami, hampir semua bank sentral di dunia, termasuk Bank Indonesia lewat Proyek Garuda, menegaskan bahwa CBDC dirancang untuk melengkapi, bukan menggantikan uang tunai. Uang kertas dan CBDC diposisikan sebagai dua bentuk uang yang sama-sama sah, hanya berbeda wujud, dan akan berjalan berdampingan setidaknya dalam jangka menengah.

Alasan Uang Kertas Sulit Hilang Sepenuhnya

Ada beberapa alasan kuat kenapa uang kertas kemungkinan besar tidak akan hilang total, meski CBDC sudah diterapkan luas:

  • Aksesibilitas — masih banyak masyarakat, terutama di daerah terpencil, yang belum punya akses ke perangkat digital atau internet yang stabil.
  • Kesenjangan digital — tidak semua kelompok masyarakat, termasuk lansia atau kelompok rentan, familiar dan nyaman memakai teknologi digital untuk bertransaksi.
  • Kebutuhan privasi — sebagian orang tetap menginginkan cara bertransaksi yang anonim, sesuatu yang lebih mudah didapat lewat uang tunai dibanding uang digital yang cenderung tercatat.
  • Kesiapan infrastruktur — pemadaman listrik, gangguan jaringan internet, atau masalah teknis lainnya bisa membuat transaksi digital terganggu, sementara uang tunai tetap bisa dipakai kapan saja tanpa bergantung pada sistem elektronik.

Faktor yang Bisa Mempercepat Penurunan Penggunaan Uang Kertas

Meski tidak akan hilang total, penggunaan uang kertas kemungkinan akan terus menurun seiring waktu, didorong oleh beberapa faktor:

  • Kenyamanan bertransaksi digital yang semakin dirasakan masyarakat, terutama generasi muda.
  • Dorongan pemerintah untuk mengurangi biaya pengelolaan uang fisik yang cukup besar.
  • Perluasan infrastruktur digital, termasuk internet dan perangkat pintar, yang membuat lebih banyak masyarakat bisa mengakses CBDC dan alat pembayaran digital lainnya.

Belajar dari Contoh Negara Lain

Beberapa negara yang sudah lebih dulu menguji coba CBDC, seperti China dengan e-CNY, tetap mempertahankan uang tunai sebagai opsi resmi, meski penggunaan uang digital terus didorong secara masif. Ini menunjukkan bahwa bahkan negara dengan adopsi digital yang sangat maju sekalipun, masih mempertahankan uang tunai sebagai bagian dari sistem pembayaran mereka.

Apa yang Terjadi Kalau Uang Kertas Benar-Benar Dihilangkan?

Menghilangkan uang tunai sepenuhnya bukan keputusan yang mudah, karena membawa beberapa risiko:

  • Eksklusi kelompok tertentu yang belum siap secara digital, sehingga berpotensi kehilangan akses terhadap layanan keuangan dasar.
  • Ketergantungan penuh pada sistem elektronik, yang berarti kalau terjadi gangguan besar pada sistem digital, seluruh aktivitas ekonomi bisa ikut terganggu.
  • Berkurangnya opsi privasi finansial bagi masyarakat yang menginginkan transaksi tanpa jejak digital.

Karena risiko-risiko ini, sebagian besar negara cenderung memilih pendekatan bertahap dan hati-hati, bukan langsung menghapus uang tunai secara drastis.

Jadi, Apa Kesimpulannya?

Berdasarkan arah kebijakan yang ada saat ini, CBDC kemungkinan besar tidak akan menggantikan uang kertas sepenuhnya, setidaknya dalam waktu dekat. Yang lebih mungkin terjadi adalah penurunan bertahap penggunaan uang tunai, seiring masyarakat semakin terbiasa dan nyaman memakai CBDC serta alat pembayaran digital lainnya.

Uang kertas kemungkinan akan tetap eksis sebagai opsi cadangan, terutama untuk situasi darurat, kelompok masyarakat yang belum siap digital, atau bagi mereka yang tetap menginginkan privasi dalam bertransaksi.

Penutup

Kehadiran CBDC memang membawa perubahan besar dalam cara kita memandang uang, tapi bukan berarti uang kertas akan langsung hilang begitu saja. Keduanya lebih mungkin berjalan berdampingan, dengan uang kertas yang perlahan berkurang porsinya, namun tetap dipertahankan sebagai bagian penting dari sistem keuangan, setidaknya untuk masa yang masih cukup panjang ke depan.