10+ BEST Cloud Management Platforms In 2021 [TOP SELECTIVE]

Cloud Management Platform (CMP) adalah perangkat lunak yang berfungsi mengatur, mengontrol, serta memonitor layanan cloud dalam satu sistem terpusat. Agar bekerja secara optimal, CMP memiliki arsitektur khusus yang terdiri dari beberapa komponen utama, yang saling terhubung untuk memastikan pengelolaan cloud berjalan efektif, aman, dan efisien.

1. Arsitektur Cloud Management Platform

Secara umum, arsitektur CMP dibangun menggunakan pendekatan modular, yang artinya setiap fungsi cloud ditangani oleh komponen yang berbeda. Arsitektur ini biasanya mencakup tiga lapisan utama:

a. Lapisan Antarmuka (User Interface Layer)

Lapisan ini merupakan tampilan dashboard yang digunakan admin untuk mengelola layanan cloud. UI ini menyajikan informasi seperti performa server, penggunaan sumber daya, hingga biaya cloud. Antarmuka biasanya berupa web-based dashboard agar mudah diakses dari mana pun.

b. Lapisan Layanan (Service Layer)

Lapisan ini adalah inti dari CMP. Berisi berbagai modul layanan seperti:

  • Monitoring

  • Automation

  • Orchestration

  • Security

  • Provisioning

Setiap layanan bekerja saling terhubung untuk menyediakan operasi cloud yang lengkap.

c. Lapisan Integrasi (Integration Layer)

Lapisan ini bertugas terhubung dengan layanan cloud eksternal seperti AWS, Azure, Google Cloud, atau private cloud. Melalui API, CMP dapat mengontrol dan memonitor semua layanan cloud dari berbagai penyedia.

2. Komponen Utama Cloud Management Platform

a. Monitoring and Analytics

Komponen ini memantau performa server, jaringan, aplikasi, dan storage secara real-time. Informasi disajikan dalam bentuk grafik, alert, dan laporan. Tanpa monitoring, perusahaan tidak bisa mengetahui kondisi cloud secara akurat.

b. Automation Engine

Automation mengotomatiskan proses seperti provisioning server, scaling, backup, hingga pengaturan load balancing. Ini membantu mengurangi pekerjaan manual dan mencegah human error.

c. Orchestration Module

Mengatur alur proses yang lebih kompleks, misalnya deployment aplikasi multi-layer atau pengaturan workflow otomatis. Orchestration memastikan seluruh komponen cloud bekerja sesuai urutan yang benar.

d. Security and Compliance

Bagian ini mengelola:

  • Akses pengguna (identity & access management)

  • Enkripsi data

  • Kebijakan keamanan

  • Audit log
    Komponen ini sangat penting agar penggunaan cloud tetap aman dan sesuai regulasi.

e. Cost Management / Billing

Komponen ini menganalisis biaya cloud, memantau penggunaan sumber daya, dan memberikan rekomendasi penghematan. Fitur ini sangat membantu perusahaan agar tidak mengalami biaya yang tidak terkontrol.

f. Provisioning and Deployment

Memungkinkan pembuatan server, database, storage, atau aplikasi secara cepat dan otomatis. Proses deployment menjadi lebih cepat dan efisien.

g. API Integration

Komponen yang menghubungkan CMP dengan platform cloud lain melalui REST API. Ini memungkinkan CMP bekerja dalam lingkungan multi-cloud.

Kesimpulan

Arsitektur Cloud Management Platform terdiri dari tiga lapisan utama: antarmuka, layanan, dan integrasi. Setiap lapisan tersebut memiliki sejumlah komponen seperti monitoring, automation, orchestration, security, provisioning, dan cost management. Semua komponen ini bekerja sama untuk menyediakan pengelolaan cloud yang lebih efisien, aman, dan terpusat.