Pengantar
Dalam jaringan komputer lokal (Local Area Network/LAN), komunikasi antara perangkat sangat bergantung pada tabel ARP (Address Resolution Protocol). ARP membantu perangkat menerjemahkan alamat IP menjadi alamat fisik (MAC) yang bisa diakses di jaringan. Namun, protokol ini memiliki kelemahan — yang dapat dieksploitasi oleh hacker melalui teknik yang disebut ARP Spoofing.
ARP Spoofing memungkinkan penyerang “memainkan” tabel ARP sehingga perangkat lain di jaringan mengirimkan lalu lintas data melalui mesin peretas — yang kemudian dapat disadap, dimodifikasi, atau diarahkan ke tujuan lain. Ini membuat ARP Spoofing menjadi ancaman nyata, khususnya di lingkungan jaringan lokal seperti kantor, sekolah, atau rumah dengan banyak perangkat.
Apa Itu ARP Spoofing?
ARP Spoofing adalah teknik serangan di mana peretas mengirim pesan ARP palsu di jaringan lokal untuk melakukan poisoning pada tabel ARP perangkat lain. Dengan begitu, perangkat target akan mengasosiasikan alamat IP sah dengan alamat MAC milik penyerang.
Akibatnya, trafik yang seharusnya menuju ke gateway atau perangkat lain justru dialihkan ke penyerang terlebih dahulu.
Menurut penjelasan dari TechTarget, ARP Spoofing termasuk kategori serangan Man-in-the-Middle (MiTM) yang memungkinkan peretas mencegat serta memodifikasi data yang lewat dalam jaringan yang sama (dikutip dari Techtareget).
baca juga : Intrusion Detection System (IDS): Cara Mendeteksi ‘Penyusup Senyap’ di Jaringan Anda Sebelum Data Tercuri
Bagaimana ARP Bekerja di Jaringan Lokal
Dalam komunikasi normal, ketika perangkat ingin mengirim data ke alamat IP tertentu dalam jaringan lokal, ia menggunakan ARP untuk mencari alamat MAC yang terkait. Perangkat akan:
-
Mengirim ARP request untuk menanyakan “siapa punya IP ini?”
-
Perangkat yang memiliki IP tersebut akan menjawab dengan ARP reply yang berisi alamat MAC.
Tabel ARP ini kemudian disimpan sementara sehingga komunikasi berikutnya bisa langsung dilakukan. Namun karena ARP tidak mengenkripsi atau memverifikasi isi respon, hal ini bisa disalahgunakan oleh penyerang.
Bagaimana ARP Spoofing Dieksploitasi?
1. Mengambil Alih Lalu Lintas Jaringan
Setelah berhasil memalsukan entri ARP, penyerang dapat membuat banyak perangkat dalam jaringan percaya bahwa alamat MAC penyerang adalah alamat MAC router atau perangkat lain.
Misalnya:
-
Perangkat A berpikir alamat IP gateway (internet) sekarang terhubung ke alamat MAC penyerang
-
Perangkat B juga mengubah asosiasi yang sama
Akibatnya, semua paket data akan dikirim melalui mesin penyerang terlebih dahulu — yang memungkinkan peretas menyadap, mengubah, atau mengarahkan data tersebut.
2. Man-in-the-Middle (MiTM)
Dengan kontrol atas aliran data, penyerang bisa menjadi Man-in-the-Middle:
-
Membaca email, kata sandi, atau konten sensitif lain
-
Menginjeksi skrip jahat
-
Meluncurkan serangan lanjutan seperti session hijacking
Teknik ini tidak hanya berlaku di jaringan Wi-Fi publik, tetapi juga di jaringan LAN berbasis kabel jika tidak dilindungi dengan baik.
Tanda-Tanda Anda Sedang Menjadi Target ARP Spoofing
1. Koneksi Internet Lambat Secara Tidak Wajar
Karena trafik dialihkan melalui mesin peretas, lalu lintas data mungkin melambat secara signifikan meskipun perangkat lain tampak normal.
2. Sertifikat HTTPS Tidak Valid
Jika Anda melihat peringatan sertifikat keamanan saat membuka situs HTTPS di jaringan lokal, itu bisa menjadi tanda bahwa lalu lintas Anda sedang dimanipulasi.
3. Lalu Lintas Jaringan yang Tidak Normal
Dengan alat pemantau jaringan, seperti Wireshark, Anda dapat melihat ARP reply yang mencurigakan — misalnya entri ARP yang terus-menerus berubah dengan cepat atau entri yang mengasosiasikan alamat IP gateway dengan banyak MAC.
baca juga : WPA3 vs WPA2: Mengapa Protokol Keamanan Wi-Fi Terbaru Tetap Bisa Ditembus dan Cara Memperkuatnya
Cara Mencegah dan Mengatasi ARP Spoofing
1. Gunakan Static ARP Entry
Jika memungkinkan, tetapkan entri ARP secara static pada perangkat penting seperti server atau router. Dengan cara ini, perangkat tidak akan menerima respon ARP palsu dari jaringan.
2. Aktifkan Fitur Keamanan di Switch
Beberapa switch jaringan modern mendukung fitur seperti Dynamic ARP Inspection (DAI) yang dapat memverifikasi keaslian respon ARP berdasarkan tabel DHCP yang tepercaya.
3. Gunakan VPN
Jika Anda menggunakan jaringan publik atau tidak aman, VPN dapat mengenkripsi aliran data sehingga walaupun ARP di-spoof, data tetap terlindungi dari penyadapan.
4. Pemantauan dan Deteksi Anomali Jaringan
Menggunakan sistem deteksi intrusi (IDS) yang memantau pola ARP dapat membantu memberi peringatan ketika ada ARP reply yang mencurigakan. Ini memberi waktu bagi administrator untuk merespons sebelum data banyak terpengaruh.
Studi Kasus: ARP Spoofing di Jaringan Wi-Fi Publik
Serangan di Jaringan Gratis
Di jaringan Wi-Fi publik (misalnya kafe atau bandara), penyerang yang sudah berada di jaringan yang sama dapat dengan mudah meluncurkan ARP Spoofing hanya dengan beberapa alat gratis. Ini menjadi alasan mengapa menggunakan layanan publik tanpa VPN sangat berisiko.
Dampak pada Privasi
Data pribadi seperti kredensial login, email, bahkan informasi finansial dapat terekam oleh peretas jika tidak ada mekanisme enkripsi yang memadai di aplikasi atau layanan yang digunakan.
ARP Spoofing merupakan ancaman nyata di jaringan lokal yang sering diabaikan oleh banyak pengguna karena kurangnya pemahaman akan bahaya serangan tersebut.
baca juga : Hanya Butuh 10 Detik: Cara Hacker Mengintip Password Anda Melalui Jaringan Wi-Fi Publik
Kesimpulan
ARP Spoofing adalah teknik serangan jaringan yang memanfaatkan kelemahan protokol ARP untuk “membelokkan” trafik internet Anda ke perangkat sang penyerang. Serangan ini sangat berbahaya karena dapat dilakukan di jaringan lokal yang seharusnya aman — seperti kantor, rumah, atau Wi-Fi publik.
Dengan memahami cara kerja ARP Spoofing serta menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti static ARP, pemantauan jaringan, dan enkripsi melalui VPN, Anda dapat mengurangi risiko penyusupan data yang tidak terdeteksi.









