Pengantar
Selama ini, banyak orang menganggap kerja IT Support hanya seputar instal ulang Windows atau membersihkan debu di dalam CPU. Padahal, di era kerja remote dan teknologi cloud seperti sekarang, peran IT Support sudah jauh lebih canggih.
Jika Anda ingin menjadi teknisi yang handal dan dicari banyak perusahaan, menguasai instalasi software saja tidak cukup. Berikut adalah 7 keahlian teknis (hard skill) yang wajib Anda miliki untuk menjadi IT Support modern.
1. Administrasi Sistem (Windows & Linux)
Bukan cuma tahu cara pakai, Anda harus tahu cara “mengatur” sistem operasi dalam skala besar. Di perusahaan, Anda akan berurusan dengan Active Directory untuk mengatur hak akses ratusan karyawan. Selain Windows, mulai pelajari dasar-dasar Linux. Banyak server perusahaan menggunakan Linux, dan tahu cara mengetik perintah dasar di terminal akan membuat Anda terlihat jauh lebih menonjol.
2. Dasar Jaringan (Networking)
Bayangkan internet di kantor mati. Sebagai IT Support, Anda harus tahu di mana masalahnya. Apakah kabelnya putus? Apakah alamat IP-nya bentrok? Atau DNS-nya yang bermasalah? Memahami cara kerja router, switch, dan cara setting Wi-Fi kantor adalah makanan sehari-hari yang wajib dikuasai.
3. Pengelolaan Cloud (Microsoft 365 & Google Workspace)
Sekarang, hampir semua perusahaan menyimpan datanya di awan (cloud). Anda perlu tahu cara mengelola email perusahaan, mengatur kapasitas penyimpanan di Drive/OneDrive, serta menjaga keamanan akun karyawan. Jika Anda paham cara mengelola panel admin Microsoft 365 atau Azure, nilai jual Anda akan meningkat drastis.
4. Kesadaran Keamanan Siber (Cybersecurity)
IT Support adalah garda terdepan melawan hacker. Anda tidak perlu jadi ahli enkripsi, tapi Anda harus tahu cara mencegah serangan Phishing atau Ransomware. Anda harus bisa memastikan semua laptop karyawan sudah terpasang antivirus yang terupdate dan mengedukasi mereka agar tidak sembarangan mengklik link mencurigakan.
5. Otomasi & Scripting Dasar
Kenapa harus instal software satu per satu ke 50 laptop jika Anda bisa melakukannya sekaligus dengan satu baris kode? Mempelajari bahasa sederhana seperti PowerShell (untuk Windows) atau Python akan sangat membantu Anda mengotomatiskan tugas-tugas membosankan yang repetitif. Kerjaan jadi cepat selesai, dan risiko kesalahan manusia jadi berkurang.
6. Sistem Ticketing & Dokumentasi
Menjadi IT Support bukan cuma soal ngoding atau bongkar pasang kabel. Anda harus tertib administrasi. Menggunakan sistem ticketing (seperti Jira atau Zoho) membantu Anda melacak masalah apa saja yang sedang dikerjakan. Selain itu, dokumentasi adalah kunci. Jika Anda berhasil memperbaiki masalah yang rumit, catat caranya! Ini akan membantu rekan kerja Anda jika masalah yang sama muncul di kemudian hari.
7. Backup & Recovery (Penyelamatan Data)
Data adalah aset paling berharga perusahaan. Skill wajib terakhir adalah memastikan semua data penting selalu di-backup secara rutin. Anda harus tahu cara memulihkan data jika tiba-tiba harddisk karyawan rusak atau server kantor mengalami gangguan. Prinsipnya sederhana: Sedia backup sebelum data lenyap.
Kesimpulan
Dunia IT terus berubah dengan cepat. IT Support bukan lagi sekadar “tukang servis”, melainkan penjaga stabilitas bisnis di era digital. Dengan menguasai 7 skill di atas, Anda tidak hanya akan dianggap sebagai teknisi biasa, tetapi sebagai aset berharga bagi perusahaan mana pun.








