Pengantar
Dalam pembahasan sebelumnya soal masa depan sistem keuangan global, kita sempat membahas perdebatan besar seputar posisi dolar AS di tengah kehadiran CBDC. Kali ini, mari kita lihat dari sudut yang lebih spesifik: mata uang mana saja yang sebenarnya paling agresif memanfaatkan CBDC untuk memperluas pengaruh mereka di kancah internasional, dan seberapa realistis ambisi ini?
Yuan China: Pemain Paling Agresif Saat Ini
Di antara semua negara yang mengembangkan CBDC, China lewat e-CNY terlihat paling serius dan agresif menjadikan mata uang digitalnya sebagai alat strategi internasionalisasi yuan. Bank sentral China (People’s Bank of China) secara terbuka menempatkan e-CNY sebagai bagian dari visi sistem moneter internasional yang lebih multipolar, sebagai penyeimbang strategis terhadap dominasi dolar.
Beberapa langkah konkret yang menunjukkan keseriusan ini:
- Perluasan penggunaan lintas batas, terutama di sepanjang negara-negara yang tergabung dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative), mendorong lembaga keuangan mengembangkan produk kompatibel seperti pinjaman dan surat kredit berbasis e-CNY.
- Uji coba transaksi lintas batas di kota-kota besar, seperti Suzhou dan Shenzhen, memungkinkan wisatawan dan pelaku bisnis asing memakai e-CNY untuk transaksi tertentu.
- Rencana menjadikan e-CNY berbunga, mulai diterapkan pada 2026, mengubah statusnya dari sekadar “uang tunai digital” menjadi lebih menyerupai “uang deposito digital”, berpotensi membuatnya lebih menarik dipegang dibanding sebelumnya.
- Pertumbuhan yuan lepas pantai (offshore) yang signifikan, dengan volume penyelesaian yuan di Hong Kong yang terus tumbuh, bahkan sempat melampaui penyelesaian dalam dolar Hong Kong maupun dolar AS di kota tersebut pada periode tertentu.
Namun, Skala e-CNY Masih Jauh dari Dominan
Penting untuk tetap realistis di sini. Meski volume transaksi e-CNY sudah mencapai triliunan yuan sejak diluncurkan, angka ini masih jauh lebih kecil dibanding total transaksi sistem pembayaran domestik China yang sudah ada, seperti UnionPay. Ini menunjukkan bahwa meski ambisius, adopsi e-CNY, apalagi untuk penggunaan internasional, masih dalam tahap awal dibanding skala penggunaan uang konvensional yang sudah mapan.
Tantangan yang Membatasi Ambisi Internasionalisasi Yuan
Beberapa faktor yang tetap membatasi seberapa jauh yuan, termasuk lewat e-CNY, bisa benar-benar menyaingi dominasi dolar:
- Kurangnya transparansi sistem keuangan China, membuat investor global tetap berhati-hati, mengingat besarnya kendali pemerintah China atas aliran modal dan kebijakan ekonomi domestik.
- Kontrol modal yang ketat, yang membatasi kebebasan aliran dana masuk dan keluar dari China, salah satu syarat penting bagi mata uang yang ingin benar-benar menjadi mata uang cadangan global.
- Kepercayaan institusional jangka panjang, yang selama ini menjadi salah satu fondasi utama dominasi dolar, sesuatu yang butuh waktu sangat lama untuk dibangun oleh mata uang mana pun.
Bagaimana dengan Mata Uang Lain?
Selain yuan, beberapa mata uang lain juga mulai memanfaatkan CBDC untuk memperkuat posisi mereka, meski dengan skala ambisi yang berbeda-beda:

- Rubel Rusia, mendorong digital ruble sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan berbasis dolar, terutama di tengah tekanan sanksi internasional yang mereka hadapi.
- Rupee India, memperkuat posisi lewat perluasan jaringan pembayaran ritel lintas negara, meski pendekatannya lebih menekankan pada sistem pembayaran domestik yang diperluas dibanding CBDC murni.
- Rupiah Indonesia, lewat Proyek Garuda, masih berfokus pada penguatan sistem domestik dan kawasan, dengan ambisi internasional yang jauh lebih terbatas dan realistis dibanding China.
Kenapa Amerika Serikat Mengambil Jalur Berbeda?
Menariknya, di tengah dorongan besar dari China dan beberapa negara lain, Amerika Serikat justru mengambil arah kebijakan yang berbeda, secara hukum melarang penerbitan CBDC ritel oleh bank sentralnya, dan sebagai gantinya mendukung pengembangan stablecoin swasta yang diatur ketat sebagai alternatif uang digital. Perbedaan pendekatan yang mencolok ini menciptakan dua model berbeda dalam merespons era uang digital, satu lewat kendali penuh negara via CBDC, satu lagi lewat inovasi sektor swasta dengan pengawasan regulasi.
Dua Pandangan Berbeda soal Dampaknya
Pandangan yang melihat potensi pergeseran nyata berargumen bahwa kombinasi antara kecepatan eksekusi China, tekanan geopolitik yang mendorong banyak negara mencari alternatif dari dolar, serta pertumbuhan penggunaan yuan lepas pantai, secara bertahap bisa mengikis pangsa dolar dalam perdagangan dan cadangan devisa global.
Pandangan yang lebih hati-hati menekankan bahwa mengubah preferensi mata uang cadangan dunia adalah proses yang sangat lambat dan jarang terjadi drastis, mengingat besarnya inersia sistem keuangan global yang sudah terbangun selama puluhan tahun, dan tantangan struktural China soal transparansi serta kontrol modal belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berubah signifikan.
Tabel Ringkasan
| Mata Uang | Strategi Utama lewat CBDC | Tantangan Utama |
|---|---|---|
| Yuan (China) | Ekspansi lintas batas, e-CNY berbunga, jalur Sabuk dan Jalan | Transparansi rendah, kontrol modal ketat |
| Rubel (Rusia) | Mengurangi ketergantungan sistem berbasis dolar | Tekanan sanksi internasional |
| Rupee (India) | Perluasan jaringan pembayaran ritel lintas negara | Fokus lebih ke kawasan, bukan global |
| Dolar (AS) | Menahan CBDC ritel, dukung stablecoin swasta | Pendekatan berbeda dari tren global |
Penutup
CBDC memang menjadi salah satu alat baru dalam persaingan pengaruh mata uang global, dengan China lewat e-CNY tampil sebagai pemain paling agresif saat ini. Namun, mengubah tatanan dominasi mata uang dunia yang sudah berlangsung puluhan tahun bukan perkara instan, dan berbagai tantangan struktural tetap membayangi ambisi ini. Yang jelas terlihat, lanskap ini terus bergerak dinamis, dan arah akhirnya akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknologi, kepercayaan institusional, dan dinamika geopolitik yang terus berkembang dari waktu ke waktu.









