Pengantar

Dalam pembahasan sebelumnya soal pembayaran lintas negara, kita sempat menyinggung proyek kolaborasi multilateral yang menghubungkan beberapa CBDC sekaligus. Kali ini, mari kita bahas lebih dalam konsep multi-CBDC platform ini secara spesifik, termasuk proyek-proyek nyata yang sudah berjalan dan tantangan besar yang mulai muncul di baliknya.

Apa Itu Multi-CBDC Platform?

Multi-CBDC platform adalah infrastruktur bersama yang menghubungkan CBDC dari beberapa negara berbeda dalam satu jaringan teknis yang sama, memungkinkan penyelesaian transaksi lintas negara terjadi secara langsung, cepat, dan dengan biaya lebih rendah, tanpa harus melalui rantai bank perantara seperti sistem transfer internasional konvensional.

Model-Model Pendekatan Multi-CBDC

Ada beberapa pendekatan berbeda yang dijajaki berbagai proyek multi-CBDC di dunia:

  • Platform bersama tunggal (single shared ledger) — seluruh bank sentral yang berpartisipasi terhubung dalam satu infrastruktur teknis yang sama, seperti pendekatan yang dipakai Project mBridge.
  • Koridor bilateral — dua negara membangun jembatan khusus antara sistem CBDC mereka, tanpa melibatkan platform bersama yang lebih luas, seperti yang pernah diujicobakan Kanada dan Singapura lewat Project Jasper-Ubin.
  • Tokenisasi deposito bank komersial dan wholesale CBDC — pendekatan berbeda yang dijajaki Project Agorá, mengeksplorasi kombinasi deposito bank komersial yang ditokenisasi bersama wholesale CBDC dalam satu kerangka kerja.

Project mBridge: Proyek Multi-CBDC Paling Matang Saat Ini

Project mBridge menjadi salah satu proyek multi-CBDC paling maju di dunia. Awalnya dimulai sebagai kolaborasi antara Hong Kong dan Thailand pada 2019, proyek ini kemudian berkembang dengan bergabungnya bank sentral China dan Uni Emirat Arab, serta Arab Saudi yang resmi bergabung penuh pada 2024.

Platform ini dibangun di atas blockchain khusus bernama mBridge Ledger, dirancang untuk mendukung transaksi pembayaran dan valuta asing lintas negara secara real-time. Pada uji coba pilot yang melibatkan transaksi nilai nyata, puluhan bank dari beberapa negara berhasil menyelesaikan ratusan transaksi senilai puluhan juta dolar AS, menunjukkan bukti konsep yang cukup meyakinkan bahwa pendekatan ini secara teknis bisa berjalan.

Project Agorá: Pendekatan Alternatif dari Blok Negara Berbeda

Di sisi lain, Project Agorá dikembangkan lewat kolaborasi tujuh bank sentral besar dunia, termasuk bank sentral Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa, bersama lebih dari empat puluh institusi swasta termasuk beberapa bank global besar. Proyek ini mengeksplorasi pendekatan berbeda dari mBridge, dengan fase pengujian yang hasilnya diperkirakan mulai terlihat pada paruh pertama 2026.

Perkembangan Terbaru yang Perlu Diketahui: Potensi Fragmentasi

Penting untuk jujur soal perkembangan terbaru yang cukup mengejutkan: Bank for International Settlements (BIS), yang sebelumnya menjadi motor utama Project mBridge, dilaporkan menarik diri dari proyek tersebut, bersamaan dengan diluncurkannya Project Agorá yang justru tidak melibatkan anggota yang sama dengan mBridge sama sekali. Ini memunculkan kekhawatiran bahwa alih-alih menuju satu standar global yang terintegrasi, dunia justru berpotensi bergerak menuju beberapa platform multi-CBDC yang terpisah dan tidak saling terhubung, masing-masing didukung kelompok negara berbeda.

Di tengah situasi ini, menariknya, beberapa negara justru memilih jalur berbeda yang lebih pragmatis, yaitu menghubungkan sistem pembayaran ritel domestik mereka secara langsung antarnegara, di luar kerangka platform multi-CBDC yang lebih besar. India misalnya, terus memperluas jaringan sistem pembayaran domestiknya ke berbagai negara mitra, dengan volume transaksi lintas negara yang tumbuh sangat pesat dalam setahun terakhir.

Manfaat yang Ditawarkan Multi-CBDC Platform

Terlepas dari tantangan fragmentasi ini, manfaat teknis yang ditawarkan pendekatan multi-CBDC tetap signifikan:

  • Penyelesaian transaksi dalam hitungan detik, dibanding proses konvensional yang bisa memakan waktu berhari-hari.
  • Pengurangan biaya transaksi yang signifikan, karena rantai bank perantara yang panjang bisa dipangkas habis.
  • Transaksi valuta asing langsung (payment-versus-payment), memungkinkan penyelesaian pertukaran dua mata uang berbeda secara bersamaan dan aman, mengurangi risiko settlement yang biasa terjadi pada transaksi valas konvensional.
  • Mendukung inklusi keuangan, terutama bagi negara yang mengalami penurunan akses correspondent banking, yang selama ini menyebabkan biaya dan keterlambatan tambahan bagi negara tersebut.

Tantangan Tata Kelola dalam Platform Bersama

Membangun infrastruktur yang dipakai bersama oleh banyak bank sentral bukan perkara sederhana, karena setiap negara punya kepentingan dan kekhawatiran berbeda, seperti:

  • Kedaulatan moneter, setiap negara ingin memastikan partisipasi dalam platform bersama ini tidak mengorbankan kendali penuh mereka atas kebijakan moneter domestik.
  • Kerangka hukum yang berbeda-beda, dibutuhkan penyelarasan aturan main yang rumit, mencakup aspek hukum, kepatuhan, hingga teknis, sebelum platform bersama bisa benar-benar berjalan lancar.
  • Ketegangan geopolitik, seperti terlihat dari perpecahan antara mBridge dan Agorá, faktor hubungan antarnegara turut memengaruhi siapa mau bergabung dengan platform siapa.

Tabel Ringkasan Proyek Multi-CBDC Utama

Proyek Anggota Utama Pendekatan
Project mBridge Hong Kong, Thailand, China, UEA, Arab Saudi Platform blockchain bersama tunggal
Project Agorá AS, Inggris, Eropa, & bank sentral G7 lainnya Tokenisasi deposito bank + wholesale CBDC
Jasper-Ubin Kanada, Singapura Koridor bilateral
UPI cross-border (India) India & berbagai negara mitra Penghubungan sistem pembayaran ritel domestik

Penutup

Multi-CBDC platform menawarkan solusi teknis yang menjanjikan untuk masalah lama transaksi lintas negara, dan proyek seperti mBridge sudah membuktikan bahwa pendekatan ini secara teknis bisa berjalan dengan hasil nyata. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa jalan menuju satu standar global yang benar-benar terintegrasi masih penuh tantangan, terutama akibat dinamika geopolitik yang membuat proyek-proyek besar ini justru berkembang secara terpisah, bukan menyatu. Ke depan, lanskap ini kemungkinan akan terus berubah, dan penting bagi siapa pun yang tertarik dengan topik ini untuk terus mengikuti perkembangannya, mengingat arah akhirnya masih jauh dari pasti.