Pengantar

Router adalah perangkat kunci yang menghubungkan jaringan rumah atau kantor Anda ke internet. Meski perannya vital, banyak pengguna cenderung melupakan satu aspek penting: firmware router — program internal yang mengatur fungsi perangkat. Firmware yang tidak diperbarui secara berkala dapat menjadi pintu masuk utama bagi hacker untuk menyusup, mengambil alih jaringan, atau mencuri data.

Sering kali produsen akan merilis pembaruan firmware untuk memperbaiki bug, menutup celah keamanan, atau meningkatkan kinerja — namun jika pembaruan ini diabaikan, router Anda bisa tetap rentan terhadap serangan yang sudah diketahui dan mudah dieksploitasi.


Apa Itu Firmware Router dan Mengapa Penting?

Firmware adalah software bawaan yang berjalan di perangkat keras router. Ini bertugas mengatur komunikasi, kontrol lalu lintas, fungsi keamanan, dan konfigurasi jaringan. Ketika firmware usang atau lama tidak diperbarui, ia dapat menjadi celah [exploit] yang memudahkan hacker masuk.

Menurut penjelasan dari National Institute of Standards and Technology (NIST), perangkat jaringan seperti router harus diperbarui secara rutin karena pembaruan firmware sering kali menutup kerentanan keamanan yang telah teridentifikasi (dikutip dari NIST).

baca juga : Micro-Segmentation: Teknik Membagi Jaringan Menjadi ‘Ruang Kedap’ untuk Menghentikan Penyebaran Virus


Mengapa Firmware Router Jarang Diperbarui?

1. Kurangnya Kesadaran Pengguna

Sebagian besar pemilik router tidak menyadari bahwa perangkat mereka menyimpan firmware internal yang perlu diperbarui.


2. Proses Manual yang Rumit

Beberapa router masih mengharuskan pengguna memperbarui firmware secara manual melalui panel admin — sebuah proses yang dianggap merepotkan oleh banyak orang.


3. Produsen Perangkat yang Tidak Konsisten

Tidak semua produsen merilis pembaruan firmware secara berkala, terutama untuk model lama atau murah. Akibatnya, perangkat bisa tetap berjalan dengan versi lama yang penuh celah keamanan.


Apa Risiko Router dengan Firmware Usang?

1. Akses Tidak Sah ke Jaringan

Firmware lama sering menjadi target eksploitasi yang paling populer. Hacker dapat menggunakan tool otomatis untuk memindai jaringan publik atau lokal dan mencari router dengan versi firmware yang rentan.

Begitu mereka menemukan versi firmware yang known vulnerable, hacker dapat masuk tanpa memerlukan kredensial kuat.


2. Pengalihan DNS & Iklan Malware

Salah satu taktik hacker adalah mengubah pengaturan DNS router untuk mengarahkan pengguna ke situs palsu atau berbahaya. Ini bisa menyebabkan pencurian kredensial login, infeksi malware, atau penipuan finansial.


3. Botnet dan Serangan Lainnya

Perangkat yang diretas bisa menjadi bagian dari botnet — jaringan komputer yang dikendalikan untuk melakukan serangan besar seperti DDoS. Router yang tidak diperbarui sering menjadi target karena daya komputasinya yang stabil dan selalu aktif.

baca juga : DDoS Protection 2026: Mengapa Firewall Saja Tidak Cukup untuk Menahan Serangan yang Melumpuhkan Website Anda


Contoh Celah Firmware Router yang Pernah Eksis

A. Serangan Terhadap Router Rumah

Serangan terhadap firmware router telah tercatat oleh banyak peneliti, termasuk eksploitasi yang memanfaatkan firmware usang untuk mendapatkan akses root ke perangkat tersebut. Hacker kemudian bisa mengubah pengaturan, memantau lalu lintas internet, atau menyisipkan kode berbahaya.


B. Router Router Korporat Rentan

Jaringan perusahaan yang tidak rutin melakukan update firmware juga berisiko. Celah lama yang dibiarkan bisa dimanfaatkan untuk masuk ke jaringan internal dan menyusup ke server atau data sensitif.


Bagaimana Firmware Lama Dimanfaatkan Hacker

1. Eksploitasi Kerentanan yang Telah Diketahui

Setiap celah firmware yang dipublikasikan biasanya disertai dengan proof of concept oleh peneliti. Begitu celah dipublikasikan, hacker juga dapat mengembangkan alat yang otomatis mencari dan mengeksploitasi perangkat yang rentan — termasuk router yang firmware-nya usang.


2. Brute Force & Backdoor

Tiada pembaruan firmware berarti tidak ada perbaikan terhadap backdoor atau kelemahan dalam sistem autentikasi. Hacker dapat mencoba brute force untuk masuk ke panel admin router atau memanfaatkan kredensial default yang sering tidak diubah oleh pengguna.


Cara Mengamankan Router Anda

1. Perbarui Firmware Secara Berkala

Langkah pertama dan terpenting adalah memeriksa pembaruan firmware secara rutin. Sebagian besar produsen menyediakan pembaruan keamanan di situs resmi mereka atau menyediakan auto-update pada versi firmware terbaru. Selalu pastikan router Anda menjalankan versi firmware terbaru.


2. Ganti Password Admin dan Nonaktifkan Default Credentials

Banyak router masih menggunakan default credentials (misalnya: admin/admin). Mengubahnya segera setelah instalasi dapat meminimalkan risiko akses ilegal.


3. Nonaktifkan Fitur yang Tidak Diperlukan

Beberapa fitur seperti akses jarak jauh, WPS, atau UPnP dapat memberikan celah jika tidak dibutuhkan. Matikan fitur ini jika tidak Anda gunakan untuk mengurangi risiko eksploitasi.


4. Gunakan Enkripsi WPA3 pada Wi-Fi

Router modern mendukung enkripsi WPA3 yang lebih kuat dibandingkan WPA2 atau WEP. Mengganti ke WPA3 dapat membantu melindungi jaringan Wi-Fi dari serangan sniffing atau brute force.


5. Pantau Lalu Lintas Jaringan dan Log Router

Memeriksa log router dapat membantu mendeteksi aktivitas yang mencurigakan — seperti percobaan login yang gagal atau perangkat yang tidak dikenal masuk ke jaringan Anda.

baca juga : Manajemen Perangkat Jaringan: Jangan Biarkan Router dan Switch Jadi Celah


Kesimpulan

Router dengan firmware yang jarang diperbarui ibarat karpet merah yang disambut hacker untuk masuk ke jaringan Anda. Firmware yang usang dapat membuka celah keamanan penting yang bisa dimanfaatkan untuk mencuri data, memodifikasi pengaturan DNS, atau menjadikan perangkat sebagai anggota botnet.

Dengan memahami risiko ini dan mengambil langkah preventif — seperti memperbarui firmware secara berkala, mengubah password default, serta menonaktifkan fitur yang tidak diperlukan — Anda dapat memperkuat pertahanan jaringan rumah atau kantor Anda dari ancaman yang terus berkembang.