Pendahuluan
Dalam dunia keamanan siber, istilah CVE (Common Vulnerabilities and Exposures) digunakan untuk mengidentifikasi celah keamanan yang ditemukan pada software. Setiap CVE memiliki ID unik agar mudah dilacak dan dibahas secara global.
Salah satu kerentanan yang perlu diperhatikan adalah CVE-2026-1245, yang ditemukan pada library binary-parser. Kerentanan ini cukup serius karena memungkinkan code injection, yang dapat berujung pada eksekusi kode berbahaya di server atau aplikasi.
Latar Belakang
binary-parser adalah sebuah library JavaScript yang banyak digunakan di lingkungan Node.js untuk memproses dan mem-parsing data biner. Library ini sering dipakai pada aplikasi yang berhubungan dengan protokol jaringan, file biner, atau data berformat khusus.
Masalah muncul ketika library ini memproses input yang tidak tepercaya (untrusted input) tanpa validasi yang memadai. Jika hal ini dieksploitasi, penyerang bisa menjalankan kode JavaScript berbahaya di sistem target.
Detail Teknis CVE-2026-1245
Deskripsi Kerentanan
CVE-2026-1245 adalah kerentanan code injection yang terjadi ketika nilai input digunakan sebagai:
-
nama field parser, atau
-
parameter encoding
tanpa proses sanitasi yang aman.
Library binary-parser membangun kode JavaScript secara dinamis. Jika input berasal dari pengguna atau sumber tidak tepercaya, penyerang dapat menyisipkan kode berbahaya ke dalam proses tersebut.
Penyebab Kerentanan
Penyebab utama kerentanan ini adalah:
-
penggunaan input langsung dalam pembentukan kode,
-
tidak adanya validasi atau pembatasan karakter,
-
tidak ada mekanisme pengamanan untuk mencegah eksekusi kode yang tidak diinginkan.
Dampak Kerentanan
Jika berhasil dieksploitasi, dampaknya bisa sangat berbahaya, antara lain:
-
Eksekusi kode JavaScript arbitrer
-
Pengambilalihan aplikasi Node.js
-
Akses tidak sah ke data sensitif
-
Potensi kompromi penuh terhadap server
Tingkat dampak sangat bergantung pada hak akses aplikasi yang menggunakan library tersebut.
Skor dan Tingkat Risiko
Berdasarkan penilaian dari berbagai sumber keamanan:
-
Kerentanan ini dikategorikan High hingga Critical
-
Risiko meningkat jika aplikasi memproses input dari user atau jaringan publik
Gambaran Cara Eksploitasi
Secara umum, eksploitasi dapat terjadi dengan langkah berikut:
-
Penyerang mengirimkan input berbahaya ke aplikasi
-
Input tersebut digunakan oleh binary-parser
-
Library membentuk kode JavaScript dari input tersebut
-
Kode berbahaya dieksekusi oleh Node.js
Catatan: Tidak diperlukan eksploit detail untuk memahami bahwa kerentanan ini sangat berisiko jika tidak segera ditangani.
Produk dan Versi yang Terpengaruh
Kerentanan ini memengaruhi:
-
binary-parser versi sebelum 2.3.0
Versi:
-
2.3.0 dan setelahnya → sudah diperbaiki (patched)
Mitigasi dan Solusi
Beberapa langkah yang disarankan untuk mengatasi CVE-2026-1245:
-
Update library
-
Segera perbarui binary-parser ke versi 2.3.0 atau lebih baru
-
-
Hindari input tidak tepercaya
-
Jangan gunakan input dari user secara langsung sebagai nama field atau encoding
-
-
Validasi dan sanitasi input
-
Pastikan hanya karakter dan format yang diperbolehkan yang dapat diproses
-
-
Audit dependensi
-
Gunakan tool seperti dependency scanner untuk mendeteksi library rentan
-
Rekomendasi untuk Pengembang dan Tim Keamanan
-
Selalu pantau rilis CVE yang berkaitan dengan dependensi aplikasi
-
Terapkan secure coding practice
-
Gunakan proses code review dan security testing
-
Aktifkan monitoring untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan
Penutup
CVE-2026-1245 menunjukkan bahwa library pihak ketiga dapat menjadi pintu masuk serangan jika tidak dikelola dengan baik. Kerentanan code injection seperti ini sangat berbahaya karena memungkinkan penyerang menjalankan kode secara langsung di sistem target.
Dengan melakukan update library, validasi input, dan manajemen dependensi yang baik, risiko dari kerentanan ini dapat diminimalkan. Keamanan aplikasi bukan hanya tentang kode utama, tetapi juga tentang seluruh komponen pendukung yang digunakan.









