Pendahuluan
CVE (Common Vulnerabilities and Exposures) adalah standar internasional untuk mengidentifikasi celah keamanan pada perangkat lunak dan sistem. Setiap CVE memiliki kode unik agar mudah dikenali dan ditangani oleh tim IT dan keamanan.
Salah satu CVE yang sangat serius adalah CVE-2026-20045, yang ditemukan pada beberapa produk Cisco Unified Communications. Kerentanan ini berbahaya karena memungkinkan penyerang menjalankan perintah dari jarak jauh (Remote Code Execution) tanpa perlu login atau autentikasi.
Latar Belakang
Produk Cisco Unified Communications banyak digunakan di lingkungan perusahaan untuk:
-
sistem telepon IP,
-
komunikasi suara dan video,
-
layanan pesan internal.
Beberapa produk yang terdampak antara lain:
-
Cisco Unified Communications Manager (Unified CM)
-
Cisco Unity Connection
-
Cisco Unified IM & Presence
-
Cisco Webex Calling Dedicated Instance
Karena sistem ini biasanya berada di jaringan internal perusahaan, celah keamanan pada komponen ini dapat berdampak besar jika berhasil dieksploitasi.
Detail Teknis CVE-2026-20045
Deskripsi Kerentanan
CVE-2026-20045 adalah kerentanan Remote Code Execution (RCE) yang terjadi pada antarmuka web manajemen produk Cisco Unified Communications.
Kerentanan ini disebabkan oleh validasi input HTTP yang tidak memadai, sehingga penyerang dapat mengirimkan request berbahaya ke sistem dan menjalankan perintah di server.
Yang paling berbahaya:
-
serangan dapat dilakukan dari jarak jauh,
-
tanpa autentikasi,
-
dan berpotensi mendapatkan akses root.
Penyebab Kerentanan
Beberapa penyebab utama kerentanan ini adalah:
-
Input HTTP tidak divalidasi dengan benar
-
Tidak ada penyaringan terhadap data berbahaya
-
Endpoint manajemen web dapat diakses tanpa proteksi yang cukup
Dampak Kerentanan
Jika CVE-2026-20045 berhasil dieksploitasi, dampaknya bisa sangat serius, antara lain:
-
Penyerang dapat menjalankan perintah sistem secara bebas
-
Pengambilalihan penuh terhadap server Cisco
-
Gangguan layanan komunikasi perusahaan
-
Potensi pencurian data atau penyadapan komunikasi
Karena sistem ini berhubungan langsung dengan layanan komunikasi, dampaknya bisa memengaruhi operasional bisnis secara luas.
Skor dan Tingkat Risiko
-
Skor CVSS v3.1: 8.2 (High)
-
Cisco menetapkan tingkat dampak sebagai Critical
-
Risiko semakin tinggi karena eksploitasi bisa dilakukan tanpa login
Gambaran Cara Eksploitasi
Secara sederhana, proses eksploitasi dapat digambarkan sebagai berikut:
-
Penyerang mengirim request HTTP khusus ke antarmuka web manajemen
-
Sistem memproses input berbahaya tersebut
-
Perintah berbahaya dijalankan di server Cisco
-
Penyerang mendapatkan kontrol atas sistem
Beberapa laporan menyebutkan bahwa kerentanan ini sudah dieksploitasi secara aktif di dunia nyata.
Produk dan Versi yang Terpengaruh
Kerentanan ini berdampak pada beberapa produk Cisco Unified Communications, antara lain:
-
Cisco Unified CM
-
Cisco Unity Connection
-
Cisco Unified IM & Presence
-
Cisco Webex Calling Dedicated Instance
Versi yang terdampak tergantung pada produk dan tercantum secara detail dalam advisori resmi Cisco.
Mitigasi dan Solusi
Untuk mengurangi risiko CVE-2026-20045, langkah berikut sangat disarankan:
-
Segera lakukan patch
-
Pasang update keamanan resmi dari Cisco
-
-
Batasi akses antarmuka manajemen
-
Akses hanya dari jaringan internal atau VPN
-
-
Gunakan firewall
-
Blokir akses dari jaringan yang tidak diperlukan
-
-
Monitoring dan logging
-
Pantau aktivitas mencurigakan pada sistem komunikasi
-
Rekomendasi untuk Tim IT dan Keamanan
-
Lakukan inventarisasi perangkat Cisco yang digunakan
-
Pastikan semua sistem komunikasi diperbarui secara berkala
-
Terapkan prinsip least privilege
-
Jangan membuka antarmuka manajemen ke internet publik
Penutup
CVE-2026-20045 merupakan kerentanan yang sangat berbahaya karena memungkinkan penyerang mengambil alih sistem komunikasi Cisco dari jarak jauh tanpa autentikasi. Dampaknya tidak hanya pada keamanan sistem, tetapi juga pada kelangsungan operasional bisnis.
Dengan melakukan patch secepat mungkin, membatasi akses jaringan, dan meningkatkan pengawasan keamanan, risiko dari kerentanan ini dapat ditekan secara signifikan.









