Pendahuluan
CVE (Common Vulnerabilities and Exposures) adalah sistem penomoran global yang digunakan untuk mengidentifikasi celah keamanan pada perangkat lunak. Dengan adanya CVE, tim IT dan pengembang dapat lebih mudah mengenali, melacak, dan menangani masalah keamanan.
Salah satu kerentanan yang cukup serius adalah CVE-2026-22812, yang ditemukan pada aplikasi OpenCode. Kerentanan ini memungkinkan eksekusi perintah shell karena adanya HTTP server yang berjalan tanpa autentikasi.
Latar Belakang
OpenCode adalah sebuah open source AI coding agent yang membantu pengembang dalam menulis dan mengelola kode. Dalam proses kerjanya, OpenCode menjalankan sebuah HTTP server lokal untuk mendukung fungsionalitas tertentu.
Masalah muncul ketika HTTP server tersebut:
-
berjalan secara otomatis,
-
tidak memiliki mekanisme autentikasi,
-
dan memiliki pengaturan CORS yang terlalu longgar.
Kondisi ini membuka peluang bagi pihak tidak berwenang untuk mengakses server tersebut.
Detail Teknis CVE-2026-22812
Deskripsi Kerentanan
CVE-2026-22812 terjadi pada OpenCode versi sebelum 1.0.216. Pada versi ini, OpenCode secara otomatis menjalankan HTTP server tanpa autentikasi.
Server ini dapat diakses oleh:
-
proses lokal lain di sistem, atau
-
website melalui mekanisme cross-origin request (CORS).
Jika disalahgunakan, server tersebut dapat menerima perintah dan menjalankan command shell.
Penyebab Kerentanan
Beberapa penyebab utama dari kerentanan ini antara lain:
-
Tidak adanya autentikasi pada HTTP server
-
Pengaturan CORS yang terlalu permisif
-
Kurangnya pembatasan akses terhadap endpoint sensitif
Dampak Kerentanan
Jika dieksploitasi, dampaknya bisa cukup berbahaya, antara lain:
-
Penyerang dapat menjalankan perintah shell secara bebas
-
Kebocoran data pada sistem pengguna
-
Pengambilalihan sistem sesuai dengan hak akses OpenCode
-
Penyalahgunaan sistem sebagai bagian dari serangan lanjutan
Risiko ini semakin besar jika OpenCode dijalankan dengan hak akses tinggi.
Skor dan Tingkat Risiko
Kerentanan ini memiliki skor CVSS 3.1 sebesar 8.8 (High), yang berarti:
-
Mudah dieksploitasi
-
Tidak membutuhkan autentikasi
-
Dampaknya signifikan terhadap sistem
Gambaran Cara Eksploitasi
Secara sederhana, skenario eksploitasi dapat terjadi sebagai berikut:
-
HTTP server OpenCode berjalan di sistem pengguna
-
Penyerang mengirim request HTTP tanpa autentikasi
-
Server menerima request tersebut
-
Perintah shell dijalankan di sistem target
Serangan ini bisa dilakukan melalui aplikasi lokal berbahaya atau website yang memanfaatkan CORS.
Produk dan Versi yang Terpengaruh
Kerentanan ini berdampak pada:
-
OpenCode versi sebelum 1.0.216
Versi:
-
1.0.216 dan setelahnya → sudah memperbaiki masalah ini
Mitigasi dan Solusi
Untuk mengurangi risiko CVE-2026-22812, langkah-langkah berikut disarankan:
-
Update OpenCode
-
Segera perbarui ke versi 1.0.216 atau lebih baru
-
-
Nonaktifkan HTTP server
-
Jika update belum memungkinkan, matikan HTTP server secara manual
-
-
Batasi akses jaringan
-
Gunakan firewall untuk membatasi akses ke port yang digunakan
-
-
Jalankan dengan hak akses minimum
-
Hindari menjalankan OpenCode sebagai user dengan hak istimewa tinggi
-
Rekomendasi untuk Pengembang dan Tim Keamanan
-
Selalu periksa CVE yang berkaitan dengan tools pengembangan
-
Gunakan prinsip least privilege
-
Audit aplikasi yang menjalankan server lokal
-
Pastikan setiap endpoint memiliki autentikasi yang memadai
Penutup
CVE-2026-22812 menunjukkan bahwa server HTTP tanpa autentikasi dapat menjadi celah keamanan yang sangat berbahaya, bahkan pada tool pengembangan. Walaupun OpenCode digunakan secara lokal, risiko tetap ada jika pengamanan tidak diterapkan dengan benar.
Dengan melakukan update versi, pembatasan akses, dan konfigurasi keamanan yang tepat, risiko dari kerentanan ini dapat diminimalkan. Keamanan harus tetap menjadi prioritas, termasuk pada alat bantu pengembangan sekalipun.








