Pendahuluan

Dalam pengembangan perangkat lunak modern, alat build seperti Gradle memegang peran penting. Gradle membantu mengompilasi kode, mengelola dependensi, dan menjalankan proses otomatis lainnya. Namun, jika alat build memiliki celah keamanan, dampaknya bisa sangat berbahaya.

CVE-2026-22816 adalah salah satu kerentanan yang menunjukkan bahwa masalah keamanan tidak hanya berasal dari aplikasi, tetapi juga dari alat pendukung pengembangannya.

Ringkasan CVE-2026-22816

CVE-2026-22816 adalah kerentanan yang ditemukan pada Gradle versi sebelum 9.3.0.
Masalah utama terletak pada cara Gradle menangani kegagalan repositori saat mengambil dependensi.

Dalam kondisi tertentu, ketika sebuah repositori tidak dapat diakses, Gradle tidak menghentikan proses secara aman. Sebaliknya, Gradle melanjutkan ke repositori lain, yang bisa saja tidak sepenuhnya tepercaya.

Penyebab Teknis Kerentanan

Secara sederhana, prosesnya sebagai berikut:

  1. Gradle mengambil dependensi dari repositori yang terdaftar.

  2. Salah satu repositori mengalami masalah, misalnya:

    • Domain sudah tidak aktif

    • Salah konfigurasi URL

    • DNS tidak bisa memecahkan nama host

  3. Gradle menganggap error tersebut tidak fatal.

  4. Proses build dilanjutkan ke repositori berikutnya.

Jika repositori berikutnya berada di bawah kendali penyerang, maka Gradle bisa mengunduh artefak berbahaya tanpa disadari pengguna.

Contoh Skenario Serangan

Bayangkan sebuah proyek memiliki beberapa repositori:

  • Repositori A (resmi, tapi domain sudah kedaluwarsa)

  • Repositori B (publik atau tidak tepercaya)

Jika domain repositori A sudah tidak aktif dan kemudian diambil alih oleh penyerang, atau Gradle langsung melewati repositori A, maka Gradle akan mengambil dependensi dari repositori B.

Akibatnya:

  • Dependensi palsu atau berbahaya bisa masuk ke proses build

  • Pengembang tidak menyadari bahwa artefak tersebut berasal dari sumber yang tidak aman

Risiko dan Dampak

Kerentanan ini dapat menimbulkan beberapa risiko serius, antara lain:

  • Supply chain attack, yaitu serangan melalui dependensi

  • Masuknya kode berbahaya ke dalam aplikasi

  • Kerusakan integritas perangkat lunak

  • Risiko menyebar luas melalui pipeline CI/CD

Walaupun tidak selalu mudah dieksploitasi, dampaknya bisa besar jika terjadi.

Tingkat Keparahan (Severity)

CVE-2026-22816 memiliki skor CVSS v4 sebesar 8.6 (High).
Ini berarti kerentanan ini termasuk tingkat tinggi dan perlu segera ditangani.

Kerentanan ini berkaitan dengan:

  • CWE-494: Mengunduh kode tanpa pemeriksaan integritas

  • CWE-829: Menggunakan komponen dari sumber yang tidak tepercaya

Solusi dan Mitigasi

Langkah utama untuk mengatasi CVE-2026-22816 adalah:

  • Upgrade Gradle ke versi 9.3.0 atau lebih baru

  • Pastikan semua URL repositori benar dan masih aktif

  • Gunakan hanya repositori yang benar-benar tepercaya

  • Terapkan verifikasi integritas seperti checksum atau signature

  • Hindari terlalu banyak repositori publik

Rekomendasi untuk Pengembang

Agar lebih aman ke depannya, pengembang disarankan untuk:

  • Selalu memperbarui alat build dan dependensi

  • Melakukan audit konfigurasi Gradle secara berkala

  • Menambahkan security scanning di pipeline CI/CD

  • Memahami risiko software supply chain sejak awal pengembangan

Kesimpulan

CVE-2026-22816 menunjukkan bahwa celah kecil dalam pengelolaan repositori bisa berdampak besar pada keamanan perangkat lunak. Kerentanan ini menegaskan pentingnya menjaga keamanan alat build seperti Gradle.

Dengan melakukan pembaruan dan menerapkan praktik keamanan yang baik, risiko serangan supply chain dapat dikurangi secara signifikan.