Pendahuluan
Dalam dunia keamanan siber, kerentanan atau vulnerability adalah celah pada sistem yang bisa dimanfaatkan oleh penyerang. Untuk mendata dan memudahkan pelacakan celah tersebut, digunakan standar bernama CVE (Common Vulnerabilities and Exposures).
Salah satu kerentanan serius yang perlu mendapat perhatian adalah CVE-2026-24061. Celah ini tergolong kritis karena memungkinkan penyerang masuk ke sistem tanpa username dan password, bahkan bisa langsung mendapatkan akses root.
Deskripsi Kerentanan
CVE-2026-24061 adalah kerentanan pada layanan telnetd yang merupakan bagian dari GNU Inetutils.
Masalah ini terjadi karena telnetd tidak memvalidasi dengan benar variabel lingkungan USER.
Penyerang dapat memanipulasi nilai variabel tersebut, misalnya dengan menyisipkan parameter seperti -f root. Akibatnya, proses login dapat melewati mekanisme autentikasi, sehingga sistem menganggap penyerang sebagai pengguna sah.
Singkatnya:
-
Tidak perlu login
-
Tidak perlu password
-
Bisa langsung masuk sebagai root
Sistem dan Versi yang Terpengaruh
Kerentanan ini berdampak pada:
-
GNU Inetutils telnetd
-
Versi 1.9.3 hingga 2.7
Banyak sistem Linux atau UNIX lama masih menggunakan Telnet, sehingga risiko kerentanan ini cukup luas, terutama pada server atau perangkat yang belum diperbarui.
Tingkat Keparahan (CVSS)
CVE-2026-24061 memiliki:
-
Skor CVSS v3.1: 9.8 (Critical)
Artinya:
-
Bisa dieksploitasi dari jaringan (network-based)
-
Tidak memerlukan autentikasi
-
Kompleksitas serangan rendah
-
Dampaknya sangat besar (kontrol penuh sistem)
Dengan skor ini, kerentanan tersebut masuk kategori sangat berbahaya.
Dampak Potensial
Jika celah ini dieksploitasi, dampaknya bisa sangat serius, antara lain:
-
Penyerang mendapatkan akses root
-
Instalasi malware atau backdoor
-
Pengambilalihan server
-
Pencurian, pengubahan, atau penghapusan data
-
Sistem dapat digunakan untuk serangan lanjutan (botnet, pivoting)
Bagi organisasi, hal ini bisa berujung pada kebocoran data, gangguan layanan, dan kerugian besar.
Eksploitasi di Dunia Nyata
Setelah kerentanan ini dipublikasikan, peneliti keamanan menemukan bahwa:
-
Masih ada ratusan ribu server Telnet yang terbuka di internet
-
Banyak sistem lama belum menonaktifkan Telnet
-
Kondisi ini membuat CVE-2026-24061 sangat menarik bagi penyerang
Telnet sendiri sudah lama dianggap tidak aman, tetapi masih sering ditemukan di lingkungan lama atau perangkat tertentu.
Mitigasi dan Solusi
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi risiko ini:
-
Update software
-
Perbarui GNU Inetutils ke versi terbaru yang sudah menutup celah ini.
-
-
Nonaktifkan Telnet
-
Jika tidak benar-benar dibutuhkan, matikan layanan telnetd.
-
-
Blokir port Telnet
-
Tutup port TCP 23 menggunakan firewall.
-
Langkah-langkah ini sangat penting, terutama untuk sistem yang terhubung langsung ke internet.
Rekomendasi Keamanan
Sebagai praktik keamanan yang lebih baik:
-
Gunakan SSH sebagai pengganti Telnet karena lebih aman dan terenkripsi.
-
Lakukan vulnerability scanning secara berkala.
-
Terapkan kebijakan patch management yang disiplin.
-
Hindari penggunaan layanan lama yang sudah tidak direkomendasikan.
Kesimpulan
CVE-2026-24061 adalah contoh nyata bahwa layanan lama seperti Telnet masih menyimpan risiko besar. Dengan celah ini, penyerang bisa mendapatkan akses root tanpa login, yang berpotensi menghancurkan sistem.
Organisasi dan administrator sistem harus segera:
-
Memperbarui sistem
-
Menonaktifkan Telnet
-
Beralih ke teknologi yang lebih aman
Keamanan bukan hanya soal teknologi baru, tetapi juga soal menghilangkan teknologi lama yang berbahaya.








