Pengantar
Baru-baru ini sebuah kerentanan keamanan penting diberi kode CVE-2026-24572 dan dimasukkan dalam basis data kerentanan resmi (CVE List). Kerentanan ini ditemukan pada plugin Nelio Content untuk WordPress, dan termasuk tipe SQL Injection, yang merupakan salah satu jenis celah keamanan paling berbahaya pada aplikasi berbasis web.
Apa Itu CVE-2026-24572?
CVE-2026-24572 adalah sebuah kerentanan yang memungkinkan SQL Injection di plugin Nelio Content versi 4.1.0 dan sebelumnya. Plugin ini sering dipakai di situs WordPress untuk membantu mengelola konten dan editorial.
Dalam SQL Injection, pelaku bisa menyisipkan kode berbahaya ke dalam perintah SQL yang dikirim ke database. Dalam kasus ini, kerentanan tergolong Blind SQL Injection, artinya pelaku tidak langsung melihat hasil data dari database, tetapi bisa menduga isi atau struktur data berdasarkan bagaimana server merespons permintaan mereka.
Bagaimana Kerentanan Ini Bekerja?
Secara sederhana, ketika sebuah aplikasi web membuat atau menjalankan perintah ke database berdasarkan input dari pengguna, perintah itu harus aman dan tidak bisa diubah oleh pihak luar. Namun, karena plugin ini tidak menangani input dengan benar, perintah SQL bisa dimodifikasi oleh penyerang.
Misalnya, jika sebuah form atau permintaan web memuat input yang tidak disaring dengan baik, penyerang bisa menyisipkan potongan kode SQL yang membuat sistem menjalankan perintah yang tidak seharusnya — seperti membaca atau bahkan mengubah data sensitif di dalam database. Hal ini bisa terjadi tanpa interaksi langsung dari pengguna lain.
Siapa dan Apa yang Terpengaruh?
Kerentanan ini hanya memengaruhi plugin Nelio Content untuk WordPress versi 4.1.0 atau lebih rendah. Jika situs kamu menggunakan plugin ini dan belum diperbarui ke versi yang lebih baru, ada risiko keamanan yang perlu segera ditangani.
Sebagai platform open source yang sangat populer, WordPress banyak dipakai untuk situs bisnis, komunitas, hingga blog pribadi. Kerentanan pada plugin tertentu dapat berdampak luas jika tidak segera diperbaiki.
Apa Dampaknya Jika Dieksploitasi?
Jika kerentanan ini berhasil dimanfaatkan oleh penyerang, kemungkinan dampaknya antara lain:
-
Akses tidak sah ke database — data penting seperti konten, informasi pengguna, atau konfigurasi bisa bocor.
-
Manipulasi data — penyerang bisa mencoba memodifikasi atau menghapus informasi di database.
-
Disfungsi situs — perubahan database yang tidak tepat bisa mengacaukan fungsi situs WordPress.
Karena itu, SQL Injection dianggap sebagai salah satu risiko keamanan besar dalam aplikasi web.
Bagaimana Cara Melindungi Situs Kamu?
1. Perbarui Plugin ke Versi Terbaru
Langkah paling penting adalah memperbarui plugin Nelio Content ke versi 4.1.1 atau lebih tinggi jika sudah tersedia pembaruan resmi. Ini akan menutup celah SQL Injection yang ada.
2. Pastikan Input Aman
Selalu gunakan metode pemrograman yang aman seperti parameterized queries atau statement terikat saat membuat perintah ke database. Ini membantu mencegah input berbahaya masuk ke kode SQL.
3. Gunakan Plugin Keamanan
Plugin keamanan WordPress yang terpercaya (seperti firewall aplikasi web) bisa membantu mendeteksi dan memblokir percobaan serangan SQL Injection sebelum mencapai database.
Kesimpulan
CVE-2026-24572 adalah kerentanan SQL Injection yang ditemukan di plugin WordPress Nelio Content versi 4.1.0 ke bawah. Karena berhubungan dengan akses database, ini bisa menjadi ancaman serius jika tidak diperbaiki. Untuk itu, sangat penting bagi pemilik situs yang menggunakan plugin tersebut untuk melakukan pembaruan secepatnya dan menerapkan praktik keamanan yang baik.
Dengan langkah-langkah sederhana seperti memperbarui plugin dan memastikan input aman, kamu dapat membantu menjaga situs WordPress tetap aman dan terlindungi dari serangan.








