Pengantar

Dalam pengembangan aplikasi mobile modern, deep link menjadi fitur penting untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Dengan deep link, pengguna dapat langsung diarahkan ke halaman tertentu di dalam aplikasi tanpa harus melalui navigasi dari halaman utama. Fitur ini banyak digunakan pada aplikasi e-commerce, perbankan, media sosial, hingga layanan berbasis SaaS.

Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko keamanan yang sering diabaikan. Implementasi deep link yang tidak aman dapat membuka peluang bagi penyerang untuk mengakses data sensitif, melewati proses autentikasi, atau melakukan manipulasi alur aplikasi. Teknik ini dikenal sebagai Deep Link Exploitation.

Ancaman ini bukan sekadar teori. Dalam praktiknya, kelemahan deep link sering ditemukan dalam proses penetration testing aplikasi mobile dan masuk dalam kategori kerentanan kontrol akses yang dikelola oleh MITRE dalam daftar Common Weakness Enumeration (CWE).


Apa Itu Deep Link?

Deep link adalah mekanisme yang memungkinkan aplikasi membuka konten atau fitur tertentu melalui URL khusus. Alih-alih hanya membuka aplikasi dari halaman awal, deep link mengarahkan pengguna langsung ke lokasi spesifik di dalam aplikasi.

Contoh sederhana:

myapp://profile?id=123

Tautan tersebut dapat langsung membuka halaman profil dengan parameter tertentu.

Secara umum, terdapat beberapa jenis deep link:

  • Custom URI Scheme

  • Android App Links

  • iOS Universal Links

Jika tidak dikonfigurasi dengan benar, deep link dapat menjadi jalur akses yang dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

baca juga : Symlink Race: Celah Klasik yang Diam-Diam Membuka Akses Root


Bagaimana Deep Link Exploitation Terjadi?

Manipulasi Parameter

Salah satu teknik yang paling umum adalah manipulasi parameter pada URL deep link.

Sebagai contoh:

myapp://profile?id=999

Jika aplikasi tidak memverifikasi apakah pengguna berhak mengakses ID tersebut, maka penyerang dapat melihat data milik pengguna lain. Ini termasuk dalam kategori Improper Access Control.

Intent Hijacking pada Android

Pada platform Android, jika aplikasi hanya menggunakan custom URI tanpa verifikasi domain, aplikasi lain dapat mendaftarkan skema yang sama. Hal ini memungkinkan aplikasi berbahaya mencegat intent dan memperoleh data yang seharusnya diterima aplikasi resmi.

Google menjelaskan pentingnya verifikasi domain melalui Android App Links dalam dokumentasi resminya.

Bypass Authentication

Beberapa pengembang secara keliru menganggap deep link sebagai jalur internal yang aman. Jika tidak ada validasi autentikasi tambahan, penyerang dapat mencoba mengakses halaman sensitif secara langsung.

Contoh:

myapp://admin/dashboard

Tanpa pengecekan sesi login dan otorisasi, tautan tersebut dapat menjadi celah serius.


Dampak Deep Link Exploitation

Eksploitasi deep link dapat menyebabkan:

  • Kebocoran data pribadi pengguna

  • Pengambilalihan akun (Account Takeover)

  • Akses tidak sah ke fitur administratif

  • Intersepsi data melalui aplikasi pihak ketiga

Risiko-risiko ini sejalan dengan kategori kelemahan keamanan aplikasi yang sering dibahas dalam panduan dari OWASP Foundation, khususnya dalam Mobile Security Testing Guide (dikutip dari OWASP).

baca juga : LDAP Injection: Celah Autentikasi yang Bisa Membuka Akses Tanpa Izin


Strategi Mitigasi Deep Link Exploitation

Validasi dan Sanitasi Parameter

Semua parameter yang diterima dari deep link harus divalidasi secara ketat, baik di sisi klien maupun server. Jangan pernah mempercayai input langsung dari URL.

Gunakan App Links dan Universal Links dengan Verifikasi Domain

Pada Android, gunakan Digital Asset Links untuk memastikan hanya aplikasi resmi yang dapat menangani domain tertentu. Dokumentasi resmi tersedia di situs Android Developers.

Terapkan Otorisasi di Setiap Endpoint

Setiap fitur yang diakses melalui deep link harus tetap memverifikasi:

  • Status autentikasi pengguna

  • Hak akses (role-based access control)

Navigasi bukanlah mekanisme keamanan.

Lakukan Security Testing Berkala

Deep link harus diuji dalam proses penetration testing, termasuk:

  • Parameter tampering

  • Intent interception

  • Authentication bypass testing


Relevansi dalam Lanskap Keamanan Modern

Dengan meningkatnya penggunaan aplikasi mobile untuk transaksi finansial, layanan kesehatan, dan komunikasi bisnis, keamanan deep link menjadi semakin krusial.

Pendekatan DevSecOps menuntut integrasi pengujian keamanan sejak tahap pengembangan. Deep link harus diperlakukan sebagai endpoint publik yang wajib dilindungi, bukan sekadar fitur navigasi.

baca juga : HTTP Response Splitting: Celah Manipulasi Header yang Bisa Mengubah Respons Server


Kesimpulan

Deep Link Exploitation adalah ancaman nyata yang muncul akibat implementasi deep link yang tidak aman. Celah ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan manipulasi parameter, intent hijacking, hingga bypass autentikasi.

Untuk mencegah risiko tersebut, pengembang harus menerapkan validasi input yang ketat, kontrol akses yang konsisten, serta verifikasi domain pada konfigurasi deep link. Dalam konteks keamanan aplikasi modern, setiap jalur akses harus dianggap sebagai potensi permukaan serangan.

Keamanan bukan hanya tentang enkripsi atau firewall, tetapi juga tentang bagaimana setiap fitur dirancang dengan prinsip secure coding.